loadtoc({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359"},"updated":{"$t":"2009-11-09T23:19:16.938+07:00"},"title":{"type":"text","$t":"RO'IEL Ministry"},"subtitle":{"type":"html","$t":"RO'IEL dari bahasa Ibrani. Penggabungan dari dua kata, \"Gembalaku\" dan \"ALLAH\""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/posts/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default?alt\u003djson-in-script\u0026max-results\u003d999"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"146"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"999"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3882548207223736920"},"published":{"$t":"2009-06-14T07:40:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-14T07:40:00.330+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 6"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"}],"title":{"type":"text","$t":"Uang (3): Tiga Penghambat"},"content":{"type":"html","$t":"Lucu ketika melihat orang-orang yang mengaku beragama dan hanya memiliki satu Allah, tapi dalam praktek hidupnya menunjukkan kenyataan yang berbeda. Pusat hidup mereka bukan kepada kehendak dan keinginan Allah, meskipun mereka suka mengatakan dengan kalimat-kalimat yang manis di bibir. Hati mereka berpusat kepada materi, matapun selalu silau melihat cahaya materi dan bisa ditebak siapa tuan mereka sesungguhnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePemberian-pemberian yang seharusnya membantu kita manusia untuk lebih berpusat kepada Sang Pencipta dan memuliakan-Nya, ternyata justru menuju ke arah yang berbeda karena hambatan-hambatan yang ada. Apa saja hambatannya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.\"\u003cbr /\u003eMatius 6:21-24\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eSalah Tempat (21)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eHati manusia seharusnya bukan berada di hartanya. Harta itu hanyalah benda mati yang seharusnya ditaklukkan dan dikelola manusia. Harta seharusnya bukan menjadi tujuan manusia yang membuat manusia harus terus memikirkannya dan meninggalkan kehidupannya di situ.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda lebih banyak hal dalam kehidupan ini yang lebih berharga dan bahkan tidak ternilai harganya bila dibandingkan dengan harta. Ketika hati hanya berada bersama-sama harta, maka kita sudah kehilangan berbagai macam hal yang berharga untuk dinikmati dan memuliakan Allah.\u003cbr /\u003eDimana hatimu berada? Ujiannya, relakah kita meninggalkan harta kita dan tidak memikirkannya? Ujian yang lebih berat lagi, relakah kita mempersembahkan semua harta kita?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengapa hati bisa berada bersama-sama harta? Kata pepatah, dari mata turun ke hati. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eSalah Lihat (22-23)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMata yang seharusnya diciptakan untuk melihat kebaikan dan dipergunakan untuk kebaikan, ternyata menyesatkan hidup manusia sejak jatuh dalam dosa. Penipuan dari Iblis membuat umat manusia tidak bisa lagi menghargai yang terang, baik dan berharga dari Tuhan. Manusia dalam kegelapannya, hanya ingin melihat yang memuaskan dan dianggap bisa menjamin hidupnya, yaitu uang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eItu sebabnya orang bisa gelap mata ketika berhadapan dengan uang. Bahkan saudarapun bisa bunuh-bunuhan jika sudah berbicara tentang harta dan uang. Betapa gelapnya kegelapan itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDemi untuk harta, banyak orang yang merelakan apa saja bahkan dirinya sendiripun. Banyak orang yang sudah merendahkan dirinya sedemikian rupa dibawah kekuasaan harta yang adalah benda mati. Mengapa sampai manusia bisa salah melihat dan matanya menjadi gelap dan hanya melihat materi yang bisa memberikan kehidupan bagi dirinya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda masalah yang lebih mendasar yang membuat manusia salah melihat dan bermata gelap.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eSalah Mengabdi (24)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKetika manusia menganggap Mamon itu tuannya dan menjadi tujuan hidup di dunia, maka gelaplah matanya dan membuat hatinya berada di mana hartanya berada. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKesalahan mengabdi karena permasalahan iman. Allah yang harusnya dikasihi dan yang bisa menjamin hidup manusia yang membuat manusia ingin terus melayani-Nya, dalam kenyataan hidup ini sering terlihat begitu abstrak dan jauh dari memuaskan keinginan manusia yang berdosa. Ia tidak memberikan dengan secepatnya yang kita inginkan. Bahkan lebih sering lagi Ia tidak memberikan yang kita inginkan dan kita minta. Allah tidak bisa diatur!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan Mamon. Ketika seseorang mengabdi kepada materi. Kelihatannya ada jaminan yang lebih nyata untuk masa depan, untuk membeli segala sesuatu yang diinginkan hatinya dan bisa diatur mengikuti keinginan hatinya yang berdosa. Jauh sekali berbeda dengan Allah! Itu sebabnya manusia lebih suka menyembah yang bisa diatur dan memuaskan keinginannya yang berdosa. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena hidupnya mengabdi kepada Mamon, maka yang dilihat semuanya berdasarkan sudut pandang kegelapan dan membuat hatinya berada bersama hartanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan orang-orang yang mengabdi hanya kepada Allah. Harta tidak akan membuat matanya menjadi gelap dan hanya melihat hidup dari sudut pandang uang. Hatinya tidak akan berada bersama harta di bumi yang akan hilang. Tapi hatinya akan bersama-sama Allah di sorga yang mempunyai segala harta yang lebih agung, suci, mulia dan indah.\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang percaya kepada Allah. Karena dengan mata kita akan meilhat kemuliaan yang sejati dan hati kita akan puas dengan Allah dengan berkat-berkat-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3882548207223736920?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3882548207223736920/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-3-tiga-penghambat.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3882548207223736920"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3882548207223736920"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-3-tiga-penghambat.html","title":"Uang (3): Tiga Penghambat"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-130944286340383186"},"published":{"$t":"2009-06-12T07:01:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-12T07:01:02.367+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 6"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"}],"title":{"type":"text","$t":"Uang (2): Tiga Pembelajaran"},"content":{"type":"html","$t":"Setiap orang yang hidup di dunia ini diberikan kesempatan dan berkat oleh Allah. Ia meminjamkan banyak hal kepada kita dalam hidup ini. Masalahnya, apakah kita mengerti dan bisa melihat semua anugerah dan pemberian-Nya? Adakah kita belajar mempergunakan-Nya? Adahkah ilmu ekonomi membuat kita bijaksana meliaht uang dan harta pemberian Allah?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e19 \"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.\u003cbr /\u003eMat 6:19-20\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eHidup di dunia yang sementara ini setidak-tidaknya harus belajar tiga hal. Bisa saja terlalu menyederhanakan karena kita hidup di dalam kehidupan yang kompleks dan rumit. Banyak hal yang harus kita pelajari dalam hidup. Tapi setidak-tidaknya, ada tiga hal yang mendasar berhubungan dengan materi dan berkat pemberian Allah kepada kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:italic;color:blue;\"\u003eBelajar Dapat\u003c/span\u003e \u003cbr /\u003eDalam ilmu ekonomi mengajarkan hal ini sebagai modal awal, dan selanjutnya dipakai untuk mendapatkan keuntungan. Bagaimana dengan modal yang ada bisa mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin? Hal ini yang terus dipelajari manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang berpikir hidup itu belajar mengumpulkan dan mencari harta, kemudian menghabiskan waktu hidupnya hanya untuk mencari dan mendapatkan yang diinginkannya. Dan dunia sering menyimpulkan bahwa orang-orang yang berhasil mengumpulkan harta sangat banyak adalah orang2 kaya. Tapi Alkitab justru mengatakan bahwa kita dapat semuanya karena anugerah. Yang kaya siapa? Yang memberi!\u003cbr /\u003eHanya orang-orang yang tidak mengerti dari siapa Ia mendapatkan pinjaman harta untuk didunia ini yang begitu sombong dengan kekayaan yang seolah2 akan tetap jadi miliknya selama-lamanya.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eMaka pembelajaran pertama ini seharusnya sangat gampang, jika kita percaya hidup sementara dan hidup kekal adalah anugerah Tuhan. Kita adalah orang-orang kaya, karena sang Pemberi hidup dalam hidup kita tapi kita tidak bisa sombong karena semuanya anugerah. Kita tidak perlu memfokuskan perhatian kepada bagaimana cara mendapatkannya, karena sudah dijamin oleh anugerah dari Sang Pemberi yang Maha Pemurah yang hidup dalam hidup kita. Fokus kita harus berpindah pada pembelajaran selanjutnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:italic;color:blue;\"\u003eBelajar Pakai, Kelola dan Distribusi\u003c/span\u003e \u003cbr /\u003eDalam ilmu ekonomi mengajarkan bagaimana alur distribusi dari produsen kepada konsumen. Bagaimana memproduksi dengan baik, mendistribusikannya dengan baik juga dan menggunakan iklan supaya bisa lebih banyak konsumen yang mempergunakan dan membuat produksi akan meningkat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePelajaran kedua ini lebih sulit. Karena disini terletak lika-liku dan seninya hidup. Itu sebabnya kita harus belajar dari kecil untuk mengerti dan bersiap untuk menggunakan semua pemberian Tuhan, mengelola, mengembangkan dan mendistribusikannya dengan baik. Hanya sedikit orang di dunia ini yang betul2 belajar di tahap ini. Dunia ini biasanya mengatakan orang-orang ini adalah orang2 sukses. Orang-orang yang bisa mengelola, mengembangkan dan menikmati hasil dari kerja kerasnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAlkitab mengajarkan kepada kita dari perumpamaan tentang talenta. Menyadari pemberian sang Tuan, mengelola dan mengembangkan sampai maksimal untuk dipersembahkan kepada sang Tuan yang sudah meminjamkan harta-Nya.\u003cbr /\u003eFokus orang percaya, bagaimana memakai harta pemberian Allah, mengelola, mengembangkan dan mendistribusikannya dengan baik dan bijaksana. Kita tidak diberikan talenta (uang) untuk disimpan sendiri dan terus kuatir dengan dunia ini dan kecewa dengan Sang Tuan yang hanya memberikan sedikit kepada kita. Ia mempercayakan kepada kita biar kita bisa mewakili Dia di dunia ini dalam menaklukkan dan mengelola harta-Nya demi untuk kemuliaan-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTapi pembelajaran di dunia belum selesai sampai tahap kedua. Masih ada tahap selanjutnya yang lebih sulit dan mungkin mengecewakan bagi sebagian besar manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:italic;color:blue;\"\u003eBelajar Hilang\u003c/span\u003e \u003cbr /\u003eDi dalam ekonomi dikenal dengan nama krisis ekonomi, seperti yang dialami oleh dunia sekarang ini. Ataupun juga suka dianggap sebagai kerugian. Ekonomi hanya mengajarkan bagaimana menghindar dari segala krisis dan mencoba membereskan segala kerugian biar bisa mendaptkan keuntungan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDunia secara umum menyebutnya kegagalan, atau kalau belum sampai kepada kematian dianggap sebagai sukses yang tertunda. Tapi, kalau sampai mati dianggap sebagai kemalangan, musibah ataupun tragedi yang harus ditangisi dan disesali ataupun dikasihani. \u003cbr /\u003eSuka tidak suka, inilah pembelajaran terakhir yang harus dipelajari manusia karena semuanya akan hilang. Celakanya, dunia hanya mengajarkan bagaimana cara menghindar dari keterhilangan. \u003cbr /\u003eAsuransi menjamur dimana-mana untuk mempersiapkan seandainya mengalami kehilangan ataupun kerugian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBagi orang percaya, Alkitab sudah memberikan cara untuk belajar hilang dengan pengorbanan dan mempersembahkan semuanya. Tuhan Yesus mengajarkan persebahan diri dan memuji janda yang mempersembahkan seluruh penghasilannya. Persembahan mengajarkan bagaimana kita menghadapi dan bersiap untuk kehilangan. \u003cbr /\u003eSemua yang kita pikir harta dan milik kita, sesungguhnya bukanlah milik kita. Hanya dipinjamkan dan dipercayakan kepada kita untuk kelola-pakai-distribusi sampai waktu yang ditentukan secara sepihak oleh Sang Pemilik. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi sebelum semuanya itu akan hilang, bagaimana memakai dan mempergunakannya? Bisakah dengan harta itu membuat harta di sorga makin bertambah? Atau mungkinkah dengan kehilangan harta di bumi justru bisa mengumpulkan harta di sorga? Kita harus bergumul dihadapan Allah untuk mengerti kehendak-Nya dan tahu cara memanfaatkan semua anugerah-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-130944286340383186?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/130944286340383186/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-2-tiga-pembelajaran.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/130944286340383186"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/130944286340383186"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-2-tiga-pembelajaran.html","title":"Uang (2): Tiga Pembelajaran"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4402216617336854731"},"published":{"$t":"2009-06-10T13:04:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-10T13:04:01.143+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 6"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"}],"title":{"type":"text","$t":"Uang (1):  Dikumpulin untuk apa?"},"content":{"type":"html","$t":"Ada banyak perkataan Tuhan Yesus yang sangat luar biasa. Bagi orang percaya, dari sekian banyak perkataan itu bisa dipercayai dan diimani. Tapi kalau sudah berbicara soal harta dan perintah-Nya soal \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003ejangan kumpulkan harta di bumi\u003c/span\u003e, maka perkataan ini menjadi sulit untuk dipercayai. Jikalau kita punya banyak harta, maka tiba-tiba bisa \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eamnesia\u003c/span\u003e dan seolah-olah tidak tahu-menahu tentang ayat itu. Berbagai pertanyaan langsung muncul dalam hati: Betulkah Tuhan Yesus memang bermaksud mengatakan jangan kumpulkan harta? Apakah artinya juga jangan nabung? Masa sih begitu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e19 \"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.\u003cbr /\u003eMat 6:19-20\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eKumpul dan Pakai\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau hanya melihat di ayat 19, maka harus diambil kesimpulan tidak boleh mengumpulkan harta. Tetapi jikalau dilihat sampai dengan ayat 20, maka justru kesimpulannya harus kumpulkan harta. Meskipun yang disuruh dikumpulkan itu harta di sorga. Artinya, yang menjadi pusat sebenarnya bukan di jangan mengumpulkan harta di bumi, tapi soal kumpulkan harta di sorga.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengapa sampai Tuhan Yesus melarang mengumpulkan harta di bumi? Mengumpulkan harta di bumi adalah pekerjaan sia-sia. Karena semua yang dikumpulkan adalah anugerah dan pemberian yang dipinjamkan dari Allah untuk dikelola, dikembangkan dan dipergunakan. Itu sebabnya, hidup yang hanya bertujuan untuk mengumpulkan harta adalah hidup yang tidak berguna dan sia-sia. Semua sudah disediakan oleh Allah, tidak dikejarpun akan diberi, sudah disiapkan pada waktunya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTujuan hidup kita di dunia bukan untuk mengumpulkan harta di bumi, karena sudah ada semuanya. Yang lebih penting, bagaimana mempergunakan harta yang sekarang ada. Apakah kita bisa memakainya dengan benar, bisakah kita mengelola dan mendistribusikannya untuk kemuliaan Allah? Kalau kita tahu caranya, maka kita sedang mengumpulkan harta di sorga.\u003cbr /\u003eKalau tujuan mengumpulkan harta di bumi hanya demi untuk masa depan, maka artinya lebih mempercayai harta yang menjamin masa depan dan bukan Allah yang menyediakan semuanya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, bukan bagaimana mencari dan mengumpulkan harta yang menjadi pusat hidup manusia. Tapi, bagaimana mempergunakannya, mengelola, memakai dan mendistribusikannya untuk menyaksikan dan memuliakan Allah yang sudah meminjamkan dan mempercayakan kepada kita talenta (uang) yang tidak layak kita terima. Itu yang bisa membuat harta dikumpulkan di sorga. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eSementara dan Kekal\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSebagian orang mungkin menganggap kalimat Tuhan Yesus tidak lagi relevan untuk zaman sekarang ini. Kalimat-Nya hanya cocok untuk zaman dulu yang menyimpan uang di rumahnya sendiri. Sekarang ini, uang bisa disimpan di bank (begitu juga dengan barang dan surat berharga), tidak ada karat dan tidak rusak (rusakpun bisa diganti oleh bank). Kalaupun pencuri mencuri uang di bank, tetap saja uang nasabah diganti oleh bank. Begitu juga dengan harta yang ada, dengan adanya asuransi hilangpun bisa diganti.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMeskipun demikian, kalau dilihat dengan teliti dan menangkap prinsipnya, maka kalimat Tuhan Yesus tetap relevan. Karena yang dimaksudkan-Nya bahwa harta di bumi itu cuma sementara dan akan hilang. Beda dengan harta di sorga yang sifatnya kekal.\u003cbr /\u003eItu sebabnya, visi manusia seharusnya bersifat kekal dan bukan hanya untuk sementara.  Karena kalau hanya melihat yang sementara dan bertujuan hanya untuk kesementaraan, maka akan diakhiri dengan kehilangan dan kesia-siaan. Mengapa tidak menghidupi kesementaraan ini dari sudut pandang kekekalan? Bukankah kesementaraan ini adalah persiapan untuk kekekalan?  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue\"\u003eJika harta yang sementara hanya dicari dan dikumpulkan untuk hidup yang sementara, maka artinya harta itu tidak ada gunanya bagi hidup yang bersiap untuk kekekalan dan bahkan hanya jadi penghambat yang menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, emosi dan hidup itu sendiri.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesungguhnya Allah yang begitu baik sudah memberikan terlalu banyak harta kepada kita. Bersyukurlah kepada Allah yang sudah memberikan begitu banyak harta dan berkat kepada kita. Kelolalah dengan benar, kembangkan dengan maksimal, pakailah dengan bijaksana, muliakanlah Allah dengan harta pemberian-Nya, bersiaplah untuk mempersembahkan semuanya kembali kepada yang memberikan pinjaman dan kumpulkanlah harta di Sorga.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4402216617336854731?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4402216617336854731/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-1-dikumpulin-untuk-apa.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4402216617336854731"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4402216617336854731"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/06/uang-1-dikumpulin-untuk-apa.html","title":"Uang (1):  Dikumpulin untuk apa?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4368609838796429758"},"published":{"$t":"2009-04-13T09:10:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2009-04-13T10:09:32.203+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Timotius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wahyu"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Korintus 5"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wahyu 7"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Timotius 2"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Paskah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Korintus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Yesus Kristus Untuk Semua Orang?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003eOrang Kristen seringkali menjadi umat yang eksklusif yang terbatas bagi kalangan sendiri dan merasa keselamatan hanya bagi kita. Tapi, ketika membaca ayat-ayat Alkitab, ada ayat-ayat tertentu yang menyatakan bahwa Yesus Kristus untuk semua orang; atau Allah ingin semua manusia diselamatkan. Tapi di sisi lain  ada ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang umat pilihan. Bagaimana kita bisa memahami pengertian yang sepertinya bertentangan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eDan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.\u003cbr /\u003e2 Korintus 5:15\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePengertian yang salah dan Kegagalan Kristus\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJika kata semua dalam 2 Korintus 5:15 ditafsirkan sebagai semua individu yang pernah dan akan hidup di dunia, maka bisa membawa kepada kesimpulan kepada kegagalan Yesus Kristus. Bukankah Yesus Kristus sudah mati dan bangkit bagi semua orang? Mengapa banyak orang yang tidak percaya kepada-Nya? Artinya, \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eYesus Kristus gagal\u003c/span\u003e. Kuasa kematian dan kebangkitan-Nya tidak sanggup untuk merubah hidup seluruh umat manusia, hanya terjadi pada sebagian orang saja!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePenafsiran ini akan bertentangan dengan keseluruhan ayat itu sendiri. Karena kalau Kristus sudah mati dan bangkit untuk semua individu manusia, semuanya dituntut hidup bagi Kristus. Tentu saja bukan ini maksud Paulus. Karena konteksnya adalah bagi orang percaya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePenafsiran ini juga akan bertentangan dengan Mat 1:21, yang mengatakan bahwa Yesus akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Begitu juga dengan Efesus 1:4 yang berbicara tentang pemilihan yang akan diselamatkan dalam Yesus Kristus. Kalau yang dipilih untuk diselamatkan dalam Yesus Kristus hanya sebagian, mengapa Yesus Kristus harus mati untuk semua orang?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eUntuk mengerti dan bisa menafsirkan dengan benar kata 'semua' kita perlu melihat pengertian dari bahasa aslinya dan tentu saja konteksnya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eArti dari Kata Semua\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBandingkan juga dgn 1 Tim 2:3-4 yang juga menggunakan kata semua dengan konteks yang lebih baik.\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003esupaya semua orang diselamatkan\u003c/span\u003e dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBaik 2 Kor 5:15 maupun 1 Tim 2:4 kata 'semua' berasal dari akar kata \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epas\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e. Menurut salah satu lexicon yang terbaik, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eA Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature(BDAG)\u003c/span\u003e, kata ini bisa berarti keseluruhan individu atau \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003esemua jenis/golongan\u003c/span\u003e. \u003cbr /\u003eMembandingkan dengan konteks di dalam 2 Kor 5:15 maupun 1 Tim 2:1-4, serta membandingkan dengan konteks umum keseluruhan Alkitab, maka seharusnya kata semua bukan ditafsirkan di dalam pengertian 'semua individu' tapi lebih tepat kalau menggunakan pengertian yang kedua: semua jenis/golongan manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePenafsiran ini juga akan lebih jelas waktu kita melihat Wahyu 7:9. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eKemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBukan semua manusia yang akan diselamatkan dalam Kristus, tapi semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eJadi, Yesus Kristus mati dan bangkit untuk semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eApa artinya buat kita?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePenekanan Paulus akan kematian dan kebangkitan Kristus harusnya merubah hidup orang percaya. Kita seharusnya tidak lagi hidup bagi diri sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita. Mengapa kita harus hidup untuk Kristus? Bukankah hidup ini milik kita?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHidup ini bukan milik kita. Kita tidak mencipta diri kita sendiri, tidak lahir sendiri, tidak bisa memilih orang tua kita, bahkan fisik kitapun tidak bisa kita pilih. Yang bisa kita pilih itu berbuat dosa dan mengakibatkan kematian. Kita milik Kristus, karena Dia yang mencipta kita. Waktu kita berdosa, Dia menebus kita dan memimpin hidup kita. Maka respon kita yang seharusnya, hidup bagi Dia yang sudah mati dan bangkit untuk kita dengan terus menceritakan dan membagikan Yesus Kristus bagi semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4368609838796429758?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4368609838796429758/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/yesus-kristus-untuk-semua-orang.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4368609838796429758"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4368609838796429758"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/yesus-kristus-untuk-semua-orang.html","title":"Yesus Kristus Untuk Semua Orang?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5851909153947791899"},"published":{"$t":"2009-04-12T14:37:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2009-04-12T16:08:04.409+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 24"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Paskah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Bangkit? Gak Mungkin!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003eBagi orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kebangkitan sudah menjadi suatu kepastian dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi, ketika ingin menyaksikan kebangkitan kepada orang-orang di sekitar kita, soal kebangkitan menjadi sesuatu yang sangat sulit. Siapa yang bisa percaya tentang kebangkitan? Peristiwa kebangkitan menjadi sesuatu yang susah dipercaya...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: \"Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.\"\u003cbr /\u003eLukas 24:5-7\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika kita membandingkan versi Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tentang kebangkitan Yesus Kristus, maka kita pasti akan mengambil kesimpulan bahwa kebangkitan sulit untuk dipercaya. Sekalipun oleh murid-murid yang pernah melihat orang mati dibangkitkan oleh guru mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMurid-murid sudah diberitahukan berkali-kali tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, mereka juga bahkan bukan cuma sekali melihat orang mati dibangkitkan, tetapi tetap saja mereka tidak mengerti dan tidak percaya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit sampai malaikat dan Tuhan Yesus sendiri yang menampakkan diri kepada mereka.\u003cbr /\u003eItu sebabnya di zaman ini kalau kita mengharapkan orang-orang bisa percaya kepada kebangkitan Yesus Kristus sepertinya mustahil. Apalagi bertemu dengan orang-orang seperti Tomas yang harus melihat dulu baru percaya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTetapi kenapa kita yang tidak melihat, tidak ada malaikat yang datang kepada kita dan bahkan Tuhan Yesus yang datang menampakkan diri, tapi tetap bisa percaya? Ini namanya anugerah. Kita tidak mungkin percaya akan kebangkitan Yesus Kristus, yang tahu itu kebenaranpun sengaja menutupinya (bnd. Mat 24:62-15 imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tahu tentang kebangkitan Kristus). \u003cbr /\u003eKita bisa percaya karena pekerjaan Roh Kudus yang menganugerahkan iman membuat kita bisa percaya kesaksian para Rasul dan beriman kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit untuk menebus dosa-dosa kita. Nubuat kematian dan kebangkitan-Nya bisa kita percaya, begitu juga dengan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya.\u003cbr /\u003eKita termasuk orang-orang yang berbahagia karena tidak melihat, namun percaya (Yoh 19:29).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePertanyaan selanjutnya, kalau berbahagia bisa percaya, terus kenapa? Apa yang harus dilakukan? Perempuan2 yang bertemu dengan malaikat dalam Luk 24, ketika mengerti dan percaya langsung menceritakan kepada murid-murid, yang menganggap cerita itu omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (Luk 24:10-11). Tapi, memang itu respon yang harus dilakukan; menceritakan tentang kebangkitan Yesus Kristus kepada orang yang tidak percaya dan yang akan menganggapnya omong kosong. Kesaksian yang sia-sia? Tidak! Karena akan ada pekerjaan dari Allah Roh Kudus kepada umat pilihan-Nya, membuat kesaksian yang kelihatannya omong kosong dan sulit dipercaya bisa dimengerti dan bahkan percaya akan kabar baik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePaskah itu kelihatan omong kosong tapi kenyataan. Tidak mungkin tapi terjadi. Yang kelihatan omong kosong dan tidak mungkin terjadi ternyata punya dampak sangat besar bagi hidup manusia. Kebangkitan bukan hanya memberikan jaminan akan kebangkitan dan hidup kekal. Tapi kebangkitan juga mempunyai kekuatan yang mematikan; mematikan maut dan dosa. Karena maut sudah dikalahkan, dan dosa tidak bisa lagi membawa orang pilihan kepada kematian kekal. Jika Yesus Kristus pernah mati dan bangkit, maka tubuh kita yang akan mati ada jaminan akan bangkit. Jika Yesus Kristus sudah mati dan bangkit mengalahkan kuasa dosa, maka kita ada jaminan untuk bisa mengalahkan dosa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang percaya akan kebangkitan Yesus Kristus sekalipun tidak melihat. Hidupnya diubahkan dengan kuasa kebangkitan yang mengalahkan Iblis, maut dan dosa. Yang bisa terus menyaksikan kebangkitan-Nya, berperang melawan dosa, dan punya pengharapan akan kebangkitan tubuh waktu Kristus datang kedua kali. Kematian bukan lagi sesuatu yang mengahalangi, menyakitkan dan menakutkan, sengat maut sudah dipatahkan oleh kebangkitan Tuhan Yesus. Hidup sementara ini bukan untuk kematian tapi untuk hidup yang kekal. Selamat Paskah..\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5851909153947791899?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/5851909153947791899/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/bangkit-gak-mungkin.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5851909153947791899"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5851909153947791899"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/bangkit-gak-mungkin.html","title":"Bangkit? Gak Mungkin!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3582128760906071476"},"published":{"$t":"2009-04-10T15:01:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2009-04-10T19:28:05.090+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 26"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Jika Yesus Kristus Tidak Mati"},"content":{"type":"html","$t":"Apa yang akan terjadi jika Yesus Kristus tidak pernah mati? Apa pengaruhnya terhadap hidup umat manusia? Bagi sebagian orang, hal ini merupakan pertanyaan bodoh. Tapi bagi sebagian orang lain di dunia ini, hal ini adalah kenyataan dan realita. Apa artinya bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan bagi orang yang tidak percaya akan kematian-Nya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eMaka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:\"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.\"\u003cbr /\u003eMatius 26:39\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePergumulan Tuhan Yesus di taman Getsemani sepertinya memberikan ruang kemungkinan untuk tidak meminum cawan yang harus diminum. Cawan itu adalah murka Allah untuk menghukum dosa umat pilihan-Nya. Bagaimana kalau Yesus Kristus sebenarnya tidak meminumnya atau tidak mati di kayu salib?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003e1. Penipuan Para Rasul\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau Yesus Kristus tidak jadi mati maka tidak ada murid2 yang akan menceritakan kematian dan kebangkitan. Tetapi kalaupun tetap ada kesaksian tentang kematian Yesus Kristus, maka ini adalah suatu penipuan. Penipuan ini bukan sembarang penipuan. Penipuan yang menyatakan kematian Tuhan Yesus yang dilakukan oleh murid2-Nya membawa konsekuensi dan pengorbanan yang sangat besar. Karena murid-murid dan jemaat mula-mula rela dianiaya dan dibunuh demi untuk konspirasi penipuan!? Begitu juga dengan mereka yang percaya pada kematian Yesus Kristus untuk mewakili menanggung dosa umat pilihan-Nya.\u003cbr /\u003ePenipuan inipun akan menyeret kepada penipuan selanjutnya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003e2. Penipuan Para Nabi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau Yesus Kristus tidak mati, maka nabi-nabi dalam Perjanjian Lama juga ikut menipu. Karena mereka sudah menubuatkan bahwa sang Messias harus menderita dan mati. Atau kalau nubuat mereka benar dan masih harus menunggu Messias yang sejati, maka Yesus Kristus yang menjadi penipu dengan mengakui bahwa Ia-lah sang Messias. Sampai kapan akan menunggu sang Messias yang bisa menggenapi semua nubuat seperti Yesus Kristus?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003e3. Simbol dan Perayaan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau Yesus Kristus tidak mati, maka semua simbol dan perayaan yang menunjuk kepada Yesus Kristus dan harusnya digenapi oleh kematian Yesus Kristus harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti. Semua jenis korban, persembahan dan perayaan yang ada dalam Perjanjian Lama harus dilakukan persis sampai detil-detilnya jika ingin mengikuti kepercayaan seperti yang diajarkan dalam Perjanjian Lama.\u003cbr /\u003eTermasuk juga harus pergi ke Yerusalem bukan untuk wisata rohani, tapi beribadah dan mempersembahkan korban setiap tahun.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003e4. Tanggung Dosa sendiri-sendiri\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKonsekuensi selanjutnya, setiap manusia harus menanggung dosanya sendiri-sendiri. Artinya semua manusia harus bersiap menanggung dosa sekecil apapun harus dihukum dan itu setimpal dengan kematian. Ujung-ujungnya pasti akan masuk neraka, karena manusia tidak akan terhindar dari dosa. Dosa sekecil apapun akan mencmari keseluruhan hidup seorang manusia dan berakibat kepada penghukuman di neraka pada akhirnya.\u003cbr /\u003eTetapi manusia akan terus berusaha dengan perbuatannya dan kepercayaannya untuk berusaha membenarkan dirinya dan menutup dosanya tapi tanpa kepastian akan pembenaran itu sendiri. Logika yang aneh! Dosa harus dibayar dengan hukuman dan bukan dengan perbuatan baik! \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKalau betul dosa bisa dihapus dengan perbuatan baik, sementara satu kali berdosa harusnya membawa kepada kematian, maka berapa banyak perbuatan baik untuk melepaskan dari kematian?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003e5. Penderitaan dan Kematian menjadi sesuatu yang menakutkan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJikalau Yesus Kristus tidak pernah mengalami penderitaan dan kematian yang mengerikan, maka penderitaan dan kematian manusia menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Itu sebabnya manusia sering terkejut dengan berbagai musibah dan bencana yang mengerikan, karena tidak melihat ada yang pernah mengalami lebih sulit dan menaklukkan kematian itu sendiri. \u003cbr /\u003eBerbeda dengan mereka yang percaya kepada Yesus Kristus yang sudah mengalami dan melalui penderitaan dan kematian yang mengerikan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBersyukur kalau di Taman Getsemani kesimpulannya adalah \"jadilah kehendak-Mu\" maka Yesus Kristus-pun ditangkap, dianiaya, menderita dan mati di kayu salib menanggung dosa-dosa umat-Nya. Kematian yang menggenapi nubuat. Kematian yang menggenapi rencana Allah Bapa. Kematian yang memberikan pengharapan. Kematian yang membebaskan umat-Nya...\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3582128760906071476?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3582128760906071476/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/jika-yesus-kristus-tidak-mati.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3582128760906071476"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3582128760906071476"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/04/jika-yesus-kristus-tidak-mati.html","title":"Jika Yesus Kristus Tidak Mati"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-990347281640789859"},"published":{"$t":"2009-01-01T01:11:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-01-01T01:11:01.108+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Ratapan 3"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Ratapan"}],"title":{"type":"text","$t":"Tahun Baru???"},"content":{"type":"html","$t":"Selalu heran setiap tahun baru. Heran karena banyak orang merayakan dan menunggu detik2 pergantian tahun dengan harapan2 kosong dan kegembiraan yang tanpa dasar. padahal tidak ada yang baru sebenarnya, hanya perubahan detik dan berakibat pada pergantian menit, jam, hari dan tahun.. Apa yang spesial sampai harus dirayakan dengan meriah???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!\u003cbr /\u003eRatapan 3:21-23\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eKitab Ratapan adalah salah satu kitab terindah dan tersulit secara sastranya yang ada di didalam Alkitab. Karena kitab Ratapan dari awal sampai akhir dibuat dalam bentuk \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eacrostic\u003c/span\u003e abjad Ibrani secara berurutan. Itu sebabnya kalau melihat kitab Ratapan, jumlah pasalnya sama banyak, kecuali pasal 3 yang jumlahnya tiga kali lipat. Bagaimana cara bikinnya ya???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTapi orang bisa salah berpikir kalau Ratapan isinya hanya ratapan semua. Justru pusat dari kitab ratapan ada di dalam pasal 3, yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dari pasal lainnya. Ternyata di ayat 21-23 bukan meratap, tapi bersyukur!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eBerharap\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDalam keadaan Yerusalem yang sudah hancur, mereka kehilangan semuanya, tidak ada tembok, orang-orang pilihan sudah dibawa ke pembuangan di Babel, mayat bergelimpangan di mana2 dan bahkan mereka sedang berada dalam kelaparan, sampai ibu2 ada kemungkinan memasak bayinya sendiri (Rat 2:20; 4:10). Nabi2 palsu telah menyesatkan mereka dengan penglihatan2 dan mimpi2  palsu. Apa yang bisa diharapkan lagi? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMereka berada dalam krisis yang terlalu sulit dan terlalu berat untuk ditanggung. Allah sendiri yang mengangkat tangan melawan mereka. Apa yang bisa diharapkan ditengah penghukuman seperti itu? dan kepada siapa mereka harus berharap? Berharap dengan adanya tahun baru, maka keadaan akan menjadi lebih baik dan jadi baru?\u003cbr /\u003eBukankah dalam keadaan yang sulit, hari yang baru hanya akan menjadi beban yang baru!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTentu saja pengharapannya kepada Allah bukan kepada keadaan yang berubah, karena keadaan yang berubah tidak akan merubah apa2, kecuali dosa yang tambah banyak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eKebaikan dan Belas Kasihan Tuhan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eYang seharusnya diharapkan adalah kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Hidup ini sebenarnya hanyalah anugerah karena kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Itu sebabnya dalam krisis dan keadaan yang sulit, penulis Ratapan hanya melihat kepada Tuhan yang baik dan selalu berbelas kasihan kepada umat-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSulit untuk bisa percaya seperti ini dalam keadaan seperti yang dialami Israel waktu itu. Tapi ini namanya iman yang sejati, berharap kepada Allah yang Baik dan berbelas kasihan dan bukan kepada tahun yang berubah, tapi tidak bisa melakukan apa2. \u003cbr /\u003eDalam keadaan yang terlalu sulit, penulis kitab Ratapan tetap percaya kepada kebaikan dan belas kasihan Tuhan yang tak berkesudahan. Krisis dan kesulitan yang mereka alami waktu itu, pasti ada kesudahannya. Tapi kebaikan dan belas kasihan Allah tidak akan berkesudahan. Ia adalah Allah yang tidak akan meninggalkan umat-Nya, semuanya diijinkan terjadi untuk mendidik umat-Nya agar setia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePerayaan Setiap Hari\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSelanjutnya di ayat 23 penulis Ratapan berbicara tentang selalu baru setiap pagi. Pemberian yang baru setiap hari, bukan hanya tunggu tahun berganti maka kita bisa merayakan ada sesuatu yang baru lagi, atau bergantung musim2. Dalam Ratapan justru berbicara barunya setiap pagi. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesungguhnya setiap hari, Tuhan terus memberikan belas kasihan dan kebaikan yang baru kepada kita umat-Nya. Tapi kita sering tidak melihatnya karena menganggapnya sudah biasa dan wajar dan hati kita memikirkan lebih banyak lagi hal yang baru menurut keinginan kita. Itu sebabnya kita sulit merayakannya setiap hari, perlu tunggu satu tahun dulu, diakumulasikan semuanya baru merayakan! apanya yang dirayakan? Ga tau juga! Kan malam tahun baru, dari dulu juga semua merayakannya dengan kegembiraan dan harapan!!!???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang bisa merayakan kebaikan dan belas kasihan Tuhan setiap hari.. Karena kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color;darkred;\"\u003eGreat is your faithfulness, O Lord!\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-990347281640789859?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/990347281640789859/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/01/tahun-baru.html#comment-form","title":"4 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/990347281640789859"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/990347281640789859"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2009/01/tahun-baru.html","title":"Tahun Baru???"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"4"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7511368891908841812"},"published":{"$t":"2008-12-30T13:06:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-12-31T21:35:19.233+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Natal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9:5"}],"title":{"type":"text","$t":"Bukan Sembarang Raja"},"content":{"type":"html","$t":"Sebentar lagi Indonesia mau Pemilu dan pemilihan presiden. Sebenarnya, yang dibutuhkan oleh Indonesia bukan presiden, tapi Raja. Eiiits.. tunggu dulu, bukan raja2 boneka seperti di beberapa negara di dunia. Yang dibutuhkan adalah raja yang berkuasa mutlak, bijaksana dengan kemampuan yang luar biasa dan yang tidak perlu diganti2 dan dipilih-pilih terus. Masalahnya, ada ga raja seperti ini???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePenasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eYesaya 9:5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eJadilah Kehendak-Mu\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eRaja yang datang ke dunia menjadi manusia, ternyata bukan hanya sekedar raja yang perlu bergantung kepada pemimpin-pemimpin lainnya untuk menghasilkan keputusan yang baik dan bijaksana. Sang Raja ini ternyata juga adalah \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003ePenasihat Ajaib (pele yoets)\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eKalau raja butuh beberapa penasihat untuk bisa mengambil keputusan yang baik, maka Sang Raja ini merangkap fungsi penasihat, dan bahkan Ia adalah penasihat yang luar biasa, jauh melebihi penasihat2 yang pernah ada (Rom 11:33-34).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eEnak banget kalau punya pemimpin seperti ini. Tidak pernah ada keputusan yang salah, dan semuanya untuk kebaikan umat-Nya (Rom 8:28). Respon kita seharusnya hanyalah, jadilah kehendak-Mu! Yup, susah banget! Butuh anugerah dan iman untuk percaya dan mengikuti kehendak-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePerang Yuk!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSang Raja bukan hanya seorang pemimpin yang memerintah dan meminta umat-Nya untuk melakukan kehendak-Nya. Ia ternyata ikut berperang, dan bahkan yang memimpin umat-Nya dalam peperangan. Itu sebabnya, Ia disebut orang sebagai \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eAllah yang Perkasa (El Gibor)\u003c/span\u003e, Allah yang berperang dengan hebatnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKonsep berperang agak aneh bagi kita sekarang ini, karena menginginkan kedamaian dan keamanan. Tapi kalau baca Alkitab dari PL sampai PB, peperangan akan terus terjadi. Tapi jangan salah, peperangan kita bukan seperti Amerika atau Israel. Dari PL, peperangan yang sebenarnya adalah melawan dosa.  Dan Allah yang memimpin dalam setiap peperangan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk berperang melawan dosa, dan Ia menang dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Ia bukan datang menjadi raja Israel dan berperang melawan Romawi yang berkuasa waktu itu. Tapi, Ia datang berperang dan mengalahkan iblis, dosa dan kematian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eItu sebabnya, Natal yang pertama di Betlehem bukan hanya Malam Kudus, sunyi senyap. Tapi, ada ratapan dan tangisan karena pembunuhan (Mat 2:16-18). Sejak kedatangan-Nya ke dunia, sang Raja sudah harus berperang melawan dosa dan kejahatan di bumi.\u003cbr /\u003eKalau kita punya raja seperti itu, yang bisa berperang dan yang memimpin umat-Nya, maka respon kita seharusnya, \"perang yuk!\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePemimpin Selamanya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTerus terang membosankan kalau setiap empat atau lima tahun ganti2 pemimpin. Bukan hanya karena salah pilih terus, tapi memang ga ada pilihan yang baik. Semua pemimpin mempromosikan dirinya sebagai yang hebat dan membuat perubahan. Kenyataannya, berubah sih! Tapi, lebih buruk.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSang Raja yang datang ke dunia ini berbeda. Ia menjadi pemimpin sampai selama-lamanya. Dalam Yes 9:5, kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eabiyad\u003c/span\u003e suka diterjemahkan sebagai \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eBapa yang Kekal (Eternal Father)\u003c/span\u003e. Karena kata ini hanya muncul satu kali, dan berawalan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eab\u003c/span\u003e, maka biasanya langsung disimpulkan artinya sebagai Bapa. Padahal kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eab\u003c/span\u003e, bisa mempunyai beberapa pengertian, salah satunya adalah pemimpin.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya menafsirkan kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eabiyad\u003c/span\u003e sebagai \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003epemimpin yang kekal\u003c/span\u003e, karena lebih sesuai konteks dalam Yesaya 9, yang berbicara tentang kepemimpinan. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePunya pemimpin dan raja sampai selama-lamanya itu enak, karena program2 pasti akan berkesinambungan dan tidak berubah2. Sudah dalam satu paket dari kekekalan. Enak kan!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eDamai yang Sejati\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTerakhir, Ia disebut orang sebagai \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eRaja (Pangeran) Damai Sejahtera (sar syalom)\u003c/span\u003e. Ia datang membawa kedamaian yang sejati. Bukan damai dalam pengertian tidak ada perang, tidak ada masalah dan kesulitan. Tapi damai sejahtera yang sejati, kita dibawa kembali dalam relasi yang harmonis dengan Allah Bapa, kita dibebaskan dari dosa dan segala tuduhan dan ketakutan akan hukumannya, serta disertai dan dipimpin dalam segala keadaan. Damai sejahtera seperti inilah yang diberikan oleh Yesus Kristus yang datang sebagai Raja.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDamai sejati yang dicari oleh manusia tidak bisa diberikan oleh dunia ini dengan tidak ada peperangan, terjamin secara materi, dan semua pengharapan palsu yang ditawarkan. Karena damai yang ditawarkan oleh dunia hanya sementara dan sesaat, sesudah itu hilang tak berbekas. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan damai yang diberikan oleh Raja diatas segala Raja. Ia akan memimpin umat-Nya dalam segala keadaan, termasuk peperangan dan permasalahan, tapi umat-Nya tetap merasakan damai sejahtera.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang yang percaya dan dipimpin oleh Sang Raja Sejati, karena Ia bukan sembarang Raja. Raja diatas segala raja. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7511368891908841812?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7511368891908841812/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/bukan-sembarang-raja.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7511368891908841812"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7511368891908841812"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/bukan-sembarang-raja.html","title":"Bukan Sembarang Raja"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4096903163188127456"},"published":{"$t":"2008-12-18T09:17:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2008-12-18T09:59:42.415+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Natal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9:5"}],"title":{"type":"text","$t":"Kerajaan Sorga Datang"},"content":{"type":"html","$t":"Di zaman sekarang ini, umumnya raja bukan lagi suatu posisi yang dianggap berkuasa dalam pemerintahan. Di negara-negara kerajaan sekalipun biasanya perdana menteri yang menjadi pemimpin yang berkuasa. Seorang raja hanya menjadi simbol, sekalipun tetap dihormati. Lihatlah di Inggris, Spanyol, ataupun Thailand.\u003cbr /\u003eBerbeda dengan raja zaman dulu yang betul-betul berkuasa penuh dalam pemerintahan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003elambang pemerintahan ada di atas bahunya\u003c/span\u003e, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.\u003cbr /\u003eYesaya 9:5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eKebanyakan orang percaya merayakan Natal hanya melihat Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Maksudnya, hanya melihat Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Padahal kedatangan Tuhan Yesus mempunyai pengertian yang lebih luas dan lebih dalam dibandingkan dengan hanya memberikan anugerah keselamatan. Dia datang untuk menjadi Raja. Bukan sembarang Raja, tapi Raja yang membawa Kerajaan Sorga hadir dalam dunia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003ePemimpin yang Berkorban\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eYesaya mengatakan, \"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003elambang pemerintahan ada di atas bahunya\u003c/span\u003e.\" Yeus Kristus datang untuk memerintah milik kepunyaan-Nya. Ia datang untuk menebus umat-Nya, menyatakan pekerjaan baik yang harus dilakukan umat-Nya dan memimpin umat-Nya dengan kasih dan kehendak-Nya.\u003cbr /\u003eDitengah keterhilangan dan ketidakpastian hidup, kita memiliki pemimpin yang bukan hanya sekedar sok jadi penguasa, tapi betul-betul memimpin, memberikan contoh dalam menghadapi segala kesulitan dan melaksanakan kehendak Bapa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNatal bukan hanya sekedar bersyukur karena Tuhan sudah datang dan memulai rencana penebusan yang membuat kita dibebaskan dari dosa; Natal seharusnya membuat kita bersyukur karena Allah menjadi manusia, berada dekat dengan manusia dan memimpin manusia ke arah dan tujuan yang benar. Natal mengingatkan kita bahwa Allah kita bukan hanya seperti raja2 (atau presiden zaman sekarang ini) yang hanya duduk ditakhtanya dan memerintah seenak perutnya. Natal menunjukkan bahwa Raja di atas segala raja datang dalam segala kemiskinan dan kehinaan, merasakan kesulitan umat-Nya dan bahkan berkorban untuk umat-Nya.\u003cbr /\u003eRaja yang memimpin kita bukan hanya ngomong doang. Ia memimpin kita dengan pengorbanan dimulai dari kelahiran sampai kematiann-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, kalau kita mengatakan merayakan Natal tapi tidak mau dikoreksi, diperintah, mengikuti dan hidup dalam firman-Nya maka sesungguhnya kita tidak pernah menyambut kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Ia datang sebagai Raja, harusnya kita tunduk kepada-Nya dalam segala aspek hidup kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eKerajaan Sorga\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBaik Yohanes Pembaptis maupun Yesus Kristus memulai pelayanan dengan berita yang sama, \"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!\"\u003cbr /\u003eKerajaan Sorga itu betul-betul dinyatakan pada saat kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus. Berbeda dengan keinginan banyak orang bahwa Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem seharusnya merebut kekuasaan dan menjadi Raja secara politik di Yerusalem. Ternyata Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem untuk menjadi Raja dengan cara menderita dianiaya, mati dan bangkit. Kerajaan Sorga hadir dengan cara yang sulit dimengerti manusia, sama seperti kedatangan Sang Raja dengan kelahiran-Nya ditempat yang hina.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKekuasaan dan kebesaran ternyata tidak hanya ditunjukkan dengan segala kemampuan, kekuatan dan kekayaan. Kerajaan Sorga dinyatakan dengan cara yang jauh sekali berbeda dengan pengharapan manusia kepada hal yang fana. Dimulai dari kehinaan,miskin, penderitaan dan penganiayaan dan bahkan kematian. Tapi justru menunjukkan dan berbuah kemuliaan dan keagungan yang tiada taranya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemoga Natal membuat kita semakin kagum kepada Raja diatas segala raja, dan semakin tunduk kepada keputusan2-Nya yang berdasarkan keadilan dan kebenaran. Semoga dalam seluruh aspek hidup ini kita betul-betul bisa melihat Yesus Kristus betul2 menjadi Raja yang diagungkan, disembah, ditinggikan dan dimuliakan...\u003cbr /\u003eKarena Ia bukan hanya sekedar Pemimpin dan Raja, Ia juga Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Pemimpin yang Kekal, Pangeran Damai Sejahtera.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4096903163188127456?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4096903163188127456/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/kerajaan-sorga-datang.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4096903163188127456"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4096903163188127456"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/kerajaan-sorga-datang.html","title":"Kerajaan Sorga Datang"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-9043732219789328707"},"published":{"$t":"2008-12-17T06:55:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-12-18T09:19:18.065+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Natal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 9:5"}],"title":{"type":"text","$t":"Merry Christmas or Clausmas?"},"content":{"type":"html","$t":"Kalau jalan-jalan di pusat2 perbelanjaan, maka kita akan melihat spirit Natal. Sayangnya itu bukan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eChristmas\u003c/span\u003e tapi \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eClausmas\u003c/span\u003e. Karena yang menjadi pusat adalah berbagai hiasan Natal dan tokoh yang paling terkenal pada saat Natal adalah Santa Claus (ko bisa jadi Santa??, harusnya Satan Claus!)!!!?\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eMengapa si Claus jadi lebih terkenal dan lebih diharapkan daripada Yesus Kristus?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e5 Sebab \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eseorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita\u003c/span\u003e; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.\u003cbr /\u003eYesaya 9:5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eSetidaknya ada 7 perbedaan antara \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eChrist\u003c/span\u003e dan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eClaus\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e1. Anak Kecil vs Bapak2\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eYang diberikan sebagai Juruselamat dunia itu anak kecil, seorang anak. Siapa yang mau percaya kepada anak kecil yang lahir di Betlehem? Dunia butuh \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003esuperhero\u003c/span\u003e, tapi bukan anak2. Maunya yang dewasa dan berpengalaman. Padahal anak2 harusnya menerima tokoh sang anak juga dong? Tapi mungkin karena banyak anak2 bapak mereka ga beres, maka mereka butuh figur bapak.\u003cbr /\u003eTepat deh kalo ketemu dengan si Claus yang bapak2 berambut dan jenggot putih, yang sepertinya menawarkan cinta, bijaksana dan pengertian, meskipun bagi banyak orang kelihatan lucu dan goblok.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e2. Lahir Miskin vs Kaya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAnak yang akan menyelamatkan dunia justru lahir dalam kemiskinan, tidak ada rumah untuk kelahirannya, hanya ada kandang binatang. Siapa yang mau mengikuti anak kecil yang miskin??? Kalo kaya, mungkin masih pikir2.\u003cbr /\u003eBeda dengan si Claus yang ga pernah lahir tapi tiba2 muncul dengan segala kekayaannya dari kutub utara, dan bahkan dengan kereta terbangnya yang lebih cepat dari jet pribadi. Wow! Ini yang dibutuhkan dunia dalam krisis global.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e3. Mati (dan Bangkit) vs Ga ada matinya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAnak yang sebelum dilahirkan pun sudah dinubuatkan akan mati (dan bangkit). Kalau nanti akan mati, ogah ah. Dah miskin, menderita, dan cepat mati lagi. Siapa yang mau ikut?\u003cbr /\u003eBeda dengan si Claus yang ga ada matinya. Dari dulu sampai sekarang, tetap ada dan akan abadi, tidak ada perubahan sama sekali dan tidak akan bertambah tua. Ini yang diharapkan oleh manusia, ga ada matinya, hidup terus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e4. Dapat Hadiah vs Memberi Hadiah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSang Anak lahir, orang Majus datang memberikan hadiah. Jadi kalau ikut sang Anak, harus kasih kado dong ke anak itu???\u003cbr /\u003eKalau ikut si Claus beda, bukannya memberi eh malah dapat hadiah. Tinggal minta dan disebutkan, tiap tahun dia akan datang dan beri.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e5. Semua Umur vs Untuk Anak2\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSang Anak ternyata datang untuk semua umur, dari anak-anak (yang harus dibimbing oleh orang tua) sampai orang2 tua.\u003cbr /\u003eBeda dengan si Claus yang datang hanya untuk anak2. Kenapa? Karena yang bisa diboongin anak2 doang. Ko orang tuanya setuju? Habis orangtuanya bodoh sih sama suka boong juga sih!!? Makanya ketipu dan nipu anaknya sendiri..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e6. Memberi yang tidak diinginkan vs Memberi yang diinginkan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSang Anak memberikan apa yang tidak diinginkan manusia, yaitu dibebaskan dari dosa dan hidup kekal, tanpa peduli baik atau jahatnya manusia. Mana ada manusia yang baik??? Tapi mana mau manusia? Maunya terus berdosa mengikuti keinginan hatinya dan hidup di bumi ini, ga ada matinya.\u003cbr /\u003eSi Claus bisa nih kasih apa yang diinginkan manusia. Pokoknya apapun yang diinginkan akan diberikan, asalkan berlaku baik dan permintaannya bisa masuk dalam kaos kaki.. Ho..ho..ho..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003e7. Ditolak vs Diterima\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSang Anak datang kepada milik kepunyaan-Nya, tapi ditolak dan tidak diterima. Mana sanggup manusia menerima yang terlalu luar biasa, kalau tidak ada anugerah yang memampukan?\u003cbr /\u003eSementara si Claus akan terus diterima, karena manusia suka hidup dalam mimpi dan keinginannya yang sepertinya bisa dipuaskan dan diberi oleh si Claus, meskipun ia ga pernah beri apa2, tapi mimpi itu tetap ada dan memuaskan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemoga salam natal dari banyak anak2 tidak berubah menjadi Merry Clausmas, meskipun bagi banyak anak2 sudah seperti itu dalam prakteknya.\u003cbr /\u003eMari kita melihat kepada sang Anak yang diberikan bagi kita, kelihatan miskin, hina, lahir dalam kekurangan, tapi Ia adalah Allah, Tuhan, Juruselamat dan Raja atas umat-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-9043732219789328707?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/9043732219789328707/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/merry-christmas-or-clausmas.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/9043732219789328707"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/9043732219789328707"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/merry-christmas-or-clausmas.html","title":"Merry Christmas or Clausmas?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2333085187454481874"},"published":{"$t":"2008-12-16T15:46:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-12-16T16:52:05.950+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Natal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 1"}],"title":{"type":"text","$t":"Natal Yohanes Pembaptis atau Yesus?"},"content":{"type":"html","$t":"Natal untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus biasanya menjadi suatu perayaan yang penuh kemeriahan. Di seluruh bagian dunia yang merayakan Natal biasanya akan berlangsung meriah. Mungkin krisis global akan mengurangi sedikit kemeriahannya, tapi tetap saja kemeriahan tidak bisa dilepaskan dari Natal. Hari kelahiran soalnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBetulkah kemeriahan Natal saat ini seperti Natal pertama yang di Betlehem? Jangan2 selama ini Natal yang terjadi di pegunungan Yehuda yang diikuti..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. 58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,\u003cbr /\u003eLuk 1:57-59\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003ePersamaan dan Perbedaan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMaksudnya Natal di pegunungan Yehuda adalah kelahiran Yohanes Pembaptis. Ada perbedaan signifikan antara kelahiran Yohanes dengan Yesus, meskipun ada juga beberapa persamaan.\u003cbr /\u003eKelahiran mereka sama-sama dimulai oleh pemberitahuan dari Malaikat Gabriel, dan sama2 terjadi peristiwa yang luar biasa, meskipun yang terjadi pada Maria lebih tidak mungkin dan hanya terjadi sekali.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePerbedaan utamanya adalah yang ikut merayakan kelahiran mereka. Yohanes dikunjungi oleh tetangga2 dan saudara2 dan mereka ikut bersukacita bersama-sama. Tuhan Yesus dirayakan oleh para malaikat di padang dan yang membuat para gembala datang ke Betlehem dan memuji Allah sedangkan orang2 yang diceritakan peristiwa malaikat dan kelahiran Yesus hanya terheran-heran. Apa karena bukan di Nazaret, jadi tidak ada tetangga dan saudara? Ataukah ada alasan lain kenapa kelahiran Yesus tidak semeriah Yohanes Pembaptis?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBegitu juga pada waktu hari kedelapan harus disunat dan diberi nama, Yohanes banyak dikunjungi orang, sedangkan Yesus hanya bertemu Simeon dan Hana yang bernubuat dan memuji Allah. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:italic;color:blue;\"\u003eKemeriahan \u003d Sukacita?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKelahiran Tuhan Yesus seharusnya memberikan sukacita yang besar kepada dunia, tetapi kelahirannya tidak ada yang merayakan dan bersukacita hanya para malaikat. Padahal sukacita itu bagi dunia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJangan-jangan ada yang salah dengan sukacita yang diharapkan, karena banyak orang bersukacita pada saat kelahiran Yohanes Pembaptis karena melihat rahmat-Nya yang besar. Sukacita karena apa? Sesuai dengan nama Yohanes, Tuhan itu baik. Jadi, sukacitanya karena kebaikan Tuhan. Bagaimana kalau Tuhan kelihatan tidak baik???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSedangkan sukacita kelahiran Yesus, dasarnya bukan hanya kebaikan Tuhan. Memang Tuhan baik karena mau datang menyelamatkan umat-Nya, tapi sukacita karena ada pembebasan dari dosa dan Tuhan datang sebagai Raja untuk memerintah umat-Nya yang tanpa gembala dan tidak menentu hidupnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eItu sebabnya Natal sekarang ini bukan dirayakan seperti kemeriahan ulang tahun yang merupakan praktek dari orang yang tidak mengenal Allah; tapi Natal dirayakan dengan sukacita karena penebus yang dijanjikan datang, dan penuh kekaguman atas karya Allah yang luar biasa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDunia selama ini hanya memanfaatkan Natal dengan segala kemeriahannya untuk mendapatkan keuntungan. Gerejapun tidak ketinggalan dengan berbagai perayaannya yang meriah dan menguras pikiran, waktu, tenaga dan uang. Semuanya ingin menawarkan makna Natal yang sejati. Pertanyaannya, betulkah ada makna Natal yang sejati dalam perayaan2 itu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eNatal dan Kesaksian\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eNatal sekarang ini seharusnya bukan diisi seperti kemeriahan didalam Natal (baca kelahiran)Yohanes Pembaptis, tetapi diisi dengan kesaksian tentang Kristus seperti yang dilakukan oleh para malaikat (Luk 2:9-14), gembala2 yang menceritakan tentang Yesus (Luk 2:17-18), begitu juga yang dilakukan oleh Simeon dan Hana yang memuliakan Allah dan menyaksikan Yesus (Luk 2:35-38).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNatal juga bukan hanya menyaksikan kebaikan Tuhan kepada manusia; ini hanya pendahuluan, sama seperti Yohanes Pembaptis yang mendahului Yesus Kristus. Natal yang sesungguhnya menyaksikan Tuhan yang menyelamatkan. Itu sebanya tidak perlu kemeriahan dan perayaan-perayaan palsu (atau KKR?) yang ditawarkan oleh gereja2 dan persekutuan2 demi untuk mendapatkan jemaat yang lebih banyak ataupun persembahan yang lebih banyak meskipun dimulut berbicara agar lebih banyak orang yang mendengarkan Injil!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika betul-betul mau merayakan Natal Yesus Kristus maka setiap hari (bukan hanya pada saat perayaan ataupun KKR) Yesus Kristus disaksikan kepada dunia. Lebih dari 90% yang datang ke perayaan Natal atau KKR adalah orang Kristen, tapi lebih dari 70% orang yang kita temui sehari2 adalah bukan orang yang percaya kepada Kristus (persen2an ini hanya perkiraan). Adakah Ia disaksikan dalam hidup kita sehari2? Adakah Natal Yesus Kristus diingat dan dirayakan? \u003cbr /\u003eJika betul Kristus disaksikan, maka kita akan melihat sukacita Natal yang sejati ketika umat Tuhan kembali kepada-Nya dan tunduk kepada Sang Raja... Semoga kita bisa melihat sukacita sejati yang ada di Betlehem waktu itu...\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2333085187454481874?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2333085187454481874/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/natal-yohanes-pembaptis-atau-yesus.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2333085187454481874"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2333085187454481874"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/natal-yohanes-pembaptis-atau-yesus.html","title":"Natal Yohanes Pembaptis atau Yesus?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6039094588540900459"},"published":{"$t":"2008-12-01T06:18:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-12-01T06:18:01.013+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 17"}],"title":{"type":"text","$t":"Bersyukurlah"},"content":{"type":"html","$t":"Dalam keadaan krisis, biasanya rumah-rumah ibadah akan bertambah dengan orang-orang yang kelihatan lebih bersungguh2 ibadah. Motivasi untuk beribadah sulit untuk ditebak, karena hati manusia siapa yang tahu. Tetapi umumnya orang datang beribadah dan berdoa demi untuk mendapatkan berkat dari Pencipta. Seandainya semua keinginan dan permintaan mereka dikabulkan Tuhan, berapa banyak yang akan kembali dan bersyukur sama seperti waktu berdoa dan meminta?\u003cbr /\u003eSedikit sekali! Kebanyakan akan kembali lagi untuk meminta kebutuhan2 yang lain lagi. Beginikah hidup dari orang beriman?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e...15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: \"Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?\"....\u003cbr /\u003eLuk 17:11-19\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eCerita dari Lukas ini sedikit aneh, karena sekali lagi berhubungan dengan orang Samaria yang disembuhkan dari kustanya, yang justru hanya sendirian kembali untuk mengucap syukur. Yang lebih aneh lagi, justru respon dari Tuhan Yesus, \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e\"Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?\"\u003c/span\u003e \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengapa Tuhan Yesus menuntut 9 orang Yahudi yang disembuhkan dari kustanya untuk bersyukur dan memuliakan Allah? Seberapa pentingkah mengucap syukur dan memuliakan Allah?\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eMengapa Kita tidak Bersyukur?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAlkitab tidak menjelaskan kenapa 9 orang Yahudi yang sudah sembuh tidak kembali kepada Yesus untuk bersyukur. Kita bisa menebak ada banyak kemungkinan. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjawab pertanyaan itu yang diaplikasikan kepada kita. Mengapa kita tidak bersyukur?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eWaktu meminta kepada Tuhan, kita biasanya suka berkali2 dan pikiran kita hanya tertuju kepada apa yang menjadi tujuan dan permintaan kita. Begitu mendapatkannya, kita lupa dengan yang Sang Pemberi, karena tujuan kita memang hanya pada pemberian itu. Banyak orang terlalu sibuk dan bahagia(?) dengan pemberian Tuhan dan melupakan Sang Pemberi. Itulah sebabnya hanya sedikit yang betul2 kembali kepada Tuhan dan bersyukur. Orang yang betul2 bersyukur seharusnya memiliki keinginan dan intensitas yang sama seperti waktu meminta dan akan makin mengenal Sang Pemberi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, kebanyakan orang lupa bersyukur karena memiliki keinginan yang lain lagi. Sesudah mendapatkan yang satu, biasanya dalam keserakahan dan ketidakpuasan, manusia menginginkan yang lain lagi dan yang dianggap lebih baik. Itulah sebabnya, sekalipun kembali kepada Tuhan, ternyata bukan untuk mengucap syukur yang menjadi tujuan, tapi justru permohonan dan permintaan yang baru. Kapan Bersyukur?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eMengapa Bersyukur?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eOrang yang bisa bersyukur biasanya adalah orang yang merasa tidak layak mendapatkan apa yang diberikan kepadanya. Misalnya orang Samaria yang sakit kusta itu. Sekalipun ia ikut berteriak kepada Yesus, seharusnya ia tahu tidak layak mendapatkan kesembuhan itu. Berbeda dengan orang2 Yahudi yang merasa berhak sebagai bangsa pilihan dan keturunan Abraham.\u003cbr /\u003eJika kita mengerti bahwa hidup seluruhnya adalah anugerah dan pemberian dari Allah yang kita tidak layak menerimanya, maka kita pasti akan bersyukur. Kita layaknya hidup dalam penderitaan, penganiayaan dan mati masuk neraka. Semua kesempatan dan berkat yang kita dapatkan adalah anugerah. Kenapa tidak bersyukur dan memuliakan Allah selama masih hidup? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApalagi kalau Tuhan sudah memberikan banyak peristiwa luar biasa terjadi dalam hidup kita. Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur lagi?\u003cbr /\u003eBiasanya dalam kesulitan2 dan krisis yang besar, ada banyak pekerjaan Tuhan yang luar biasa yang ditunjukkan Tuhan. Itu sebabnya dalam keadaan krisis sekalipun, selain bersyukur atas anugerah keselamatan dan pemeliharaan-Nya, kitapun memiliki kemungkinan untuk lebih bersyukur lagi melihat karya2 Tuhan yang luar biasa dalam sejarah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, bersyukur akan membuat kita puas dan memuliakan Allah. Orang yang bersyukur akan melihat Tuhan sebagai Sang Pemberi dan akan belajar mempergunakan semua pemberian untuk menikmati dan memuliakan-Nya. Kepuasannya bukan hanya di dalam pemberian dan berkat2-Nya, tapi justru di dalam pertemuan dan relasi dengan Sang Pemberi. Itu sebabnya orang yang bersyukur akan mempunyai kerinduan yang lebih besar untuk memuliakan Sang Pemberi dan bukan kerinduan untuk memanfaatkan-Nya demi keegoisan dan keuntungan pribadi sebesar-besarnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang kembali kepada Yesus Kristus untuk bersyukur, memuji dan memuliakan Allah. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6039094588540900459?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6039094588540900459/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/bersyukurlah.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6039094588540900459"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6039094588540900459"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/12/bersyukurlah.html","title":"Bersyukurlah"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2356878281322737632"},"published":{"$t":"2008-11-18T16:03:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-11-18T16:04:43.575+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mikha 7"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mikha"}],"title":{"type":"text","$t":"Di Saat Badai Bergelora"},"content":{"type":"html","$t":"Bukan hanya Amerika Serikat, negara2 Uni Eropa, bahkan Jepang yang termasuk kuat ekonominya sudah menyatakan resesi dan masuk dalam krisis global. Jika negara2 maju sudah mengalami resesi, bagaimana dengan negara2 berkembang dan negara 'yang tidak maju2'???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAdakah contoh dalam Alkitab bagaimana harus menghadapi krisis yang pasti terjadi?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.\u003cbr /\u003eMikha 7:7-9\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eMenunggu TUHAN\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDoa-doa syafaat orang Kristen seringkali sama persis seperti orang yang tidak mengenal Allah. Menghadapi krisis dan resesi global, biasanya doa2nya hanyalah bagaimana lepas dari krisis dan resesi yang ada.\u003cbr /\u003eTahun-tahun terakhir dimana Indonesia mengalami berbagai krisis, maka doa2 orang Kristen dan gereja biasanya hanya meminta pemulihan dari segala krisis. Doa2 yang kelihatan peduli dengan keadaan, tapi sebenarnya tidak peduli dan mengerti dengan keadaan yang terjadi; apalagi memikirkan rencana Allah dalam kejadian2 yang terjadi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeharusnya kita menunggu-nunggu TUHAN dan mencoba mengerti mengapa berbagai krisis terus terjadi, bukannya hanya meminta pemulihan dan lepas dari segala krisis yang ada. Menunggu TUHAN akan membuat kita bisa melihat rencana TUHAN waktu IA mengijinkan berbagai krisis terjadi. Mikha mengerti hal ini. Ia menunggu TUHAN dan berharap Allah akan menyelamatkannya, tapi bukan berarti penghukuman terhadap Israel tidak akan jadi dilakukan. Karena krisis dan penghukuman atas Israel pasti terjadi karena keberdosaan Israel.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTUHAN mengijinkan krisis demi krisis terjadi untuk menghukum dan mendidik umat-Nya. Di satu sisi ada keadilan Allah yang ditunjukkan, tapi di sisi yang lain sebenarnya Kasih Allah yang mau mengoreksi dan mendidik umat-Nya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMaka, mari menunggu TUHAN melihat maksud dan karya2-Nya dalam krisis sekalipun; mencoba mengerti keadaan yang terjadi dan bahkan memuliakan-Nya dalam krisis sekalipun.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eBadai Pasti Berlalu\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTidak untuk selama-lamanya krisis itu terjadi. Waktunya tiba krisis itu pasti akan berakhir. Ya, badai pasti berlalu. Permasalahannya, apakah kita belajar pada saat badai atau kita hanya mengharapkan badai itu berlalu tanpa arti?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMikha menyadari bahwa Israel akan bangun dari kejatuhannya. Terima kasih untuk didikan dari TUHAN yang justru membuat bisa bangun. Krisis ternyata tidak selalu berdampak negatif. Badai yang kelihatan merusak, ternyata bisa mengubah cara berpikir dan cara hidup manusia, jikalau manusia mau belajar dari badai yang dihadapinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSatu hal yang membuat kita bisa belajar dalam badai, jikalau kita tahu bahwa TUHAN yang menjadi terang kita. Jika terlalu sibuk dengan segala ketakutan, kekuatiran, kejatuhan dan kegelapan di dalam badai, maka kita tidak akan bisa belajar apa-apa. Tetapi dalam penyertaan dan terang TUHAN, kita bisa bangun dari kejatuhan dan melihat berbagai hal sekalipun dalam kegelapan badai yang menakutkan.\u003cbr /\u003eIman Mikha mengatakan, \"\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:darkred;\"\u003eSekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.\u003c/span\u003e\"\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eAku telah ber-DOSA\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSatu lagi pembelajaran yang perlu bagi kita dalam krisis adalah pengakuan dosa. Biasanya kita terlatih untuk menyalahkan keadaan dan orang lain dalam krisis2 yang terjadi. Kita biasanya tidak terlalu merasa sebagai yang bersalah dalam keadaan yang terjadi, selalu keadaan yang menjadi penyebabnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMikha berbeda. Saya percaya ia seorang nabi yang tidak berdosa dengan keadaan Israel. Ia mengkhotbahkan kebenaran yang jauh sekali berbeda dengan nabi2 palsu yang menubuatkan keamanan dan kemakmuran Israel. Tapi, Mikha mengaku telah berdosa dan bersedia memikul kemarahan TUHAN.\u003cbr /\u003eMikha memposisikan dirinya sebagai Israel yang berdosa, sekalipun bukan ia yang bersalah; dan bahkan siap menanggung murka TUHAN. Berbeda dengan banyak orang yang tidak pernah mengakui kesalahan dan dosa2nya dan bahkan hanya ingin mencari aman dalam segala keadaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApa yang dilakukan oleh Mikha digenapi oleh Yesus Kristus. IA yang tidak berdosa justru disamakan dengan orang2 berdosa dan menanggung murka dan hukuman Allah. Maka jika Yesus Kristus yang sudah menanggung segala murka Allah menyertai kita, ada kekuatan dan anugerah bagi kita untuk menanggung krisis2 yang ada. Kita telah berdosa, kita seharusnya menanggung semua murka itu. Beruntungnya kita, hanya sedikit yang harus kita tanggung dan alami, tidak sedahsyat dan sesulit yang harus ditanggung oleh Kristus. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMarilah mata kita memandang kepada Kristus yang sudah menanggung segala kesulitan kita, dengan iman melihat penyertaan-Nya dan bahkan menyaksikan-Nya di dalam krisis demi krisis yang harus kita hadapi.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2356878281322737632?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2356878281322737632/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/11/di-saat-badai-bergelora.html#comment-form","title":"5 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2356878281322737632"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2356878281322737632"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/11/di-saat-badai-bergelora.html","title":"Di Saat Badai Bergelora"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1380176998854923187"},"published":{"$t":"2008-10-30T11:01:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-11-18T15:13:45.610+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Survey"}],"title":{"type":"text","$t":"Beruntungkah Aku?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003eBulan Oktober tahun yang lalu dapat US$ 300 dari NFC Manager dan espnstar.com karena berhasil jadi Country Manager. Tahun ini di bulan yang sama dapat hadiah lagi, tapi kali ini bukan dari ESPN dan NFC Manager, dan ga ada hubungannya sama sepakbola.\u003cbr /\u003eHadiahnya juga belum ketahuan berapa banyak. Bisa $300, $250, $150, $100, $75, $50, $30, $20, $15, atau $10. Ya, ada 10 kemungkinan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKalau ada yang perhatikan dari bulan yang lalu di bagian bawah blog ini ada survey dari dNeero. Surveynya dibawah ini:\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cembed allowScriptAccess\u003d\"never\" allownetworking\u003d\"internal\" src\u003d\"http://www.dneero.com/flashviewer/dneerosurvey.swf?s\u003d482\u0026u\u003d5941\u0026p\u003d0\u0026c\u003d1\u0026r\u003d56503\u0026hdl\u003d0\u0026baseurl\u003dhttp%3A%2F%2Fwww.dneero.com%2F\" wmode\u003d\"transparent\" quality\u003d\"high\" bgcolor\u003d\"#ffffff\" width\u003d\"425\" height\u003d\"250\" name\u003d\"dneeroflashviewer\" align\u003d\"middle\" type\u003d\"application/x-shockwave-flash\" pluginspage\u003d\"http://www.macromedia.com/go/getflashplayer\"\u003e\u003c/embed\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDari survey ini dilihat siapa yang bisa memberi \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eimpressions\u003c/span\u003e yang paling banyak. Sepuluh yang terbanyak akan dapat hadiah $300, $250, $150, $100, $75, $50, $30, $20, $15, dan $10.\u003cbr /\u003eHasilnya, saya masuk dalam 10 besar itu. Belum tahu peringkat berapa, tapi sudah dapat email konfirmasi. Ini emailnya:\u003cbr /\u003e\u003cdiv style\u003d\"width: 450px; height: 200px; background-color: ffffff; color: 0000ff; font-family: arial; font-size: 12px; text-align: left; border: 1px solid 0040ff; overflow: auto; padding: 4px;\"\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eDear  Ronald Oroh, my Visual Talking Friend,\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCongratulations.  I am extremely pleased to share with you that you are one of the top finishers in the “Run for the Impressions” with the Visual Talking and dNeero survey.   Again, congratulations.  I am so happy for you. You are mastering the art of Visual Talking.  I share your enthusiasm for Visual Talking. You have the vision to blog with Visual Talking using images and that is great!  Your monetary award will be paid through the Dneero payment system.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eI would like to email a list of the ten top finishers to the users of Visual Talking, so I would like to include your blog site and name in the list---what blog site and name would you like to appear?  Please respond via this email to me.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIn the future, I would like to include you in an elite user group for Visual Talking. This group will have special opportunities and privileges to see the future of Visual Talking take shape right before your eyes.  Would you like to be considered for this group?    If so, more information will follow.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKeep blogging with Visual Talking.  What would you like to see Visual Talking do next?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBe understood—say it with pictures,\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMark\u003cbr /\u003eCreator of Visual Talking\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/div\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSulit dipercaya, tapi begitulah. Masih menunggu email selanjutnya tentang posisi sebenarnya dan berapa banyak uang yang akan didapat. Beruntungkah aku?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIni sih bukan soal beruntung, tapi masalah anugerah. Karena hanya isi survey, masukkin di blog sama friendster, orang2 datang lihat, dapat uang. Yang atur orang2 untuk datang ke blog ini sama blog lain itu siapa?\u003cbr /\u003eKarena anugerah, dapat $10 juga sudah OK. Semakin besar anugerah, semakin besar tanggung jawabnya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e***UPDATE***\u003cbr /\u003eTernyata no. 4, jadi hadiahnya $100.\u003cbr /\u003e\u003ca\u003e\u003cimg style\u003d\"display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;\" src\u003d\"http://2.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SRSJ857gETI/AAAAAAAAArc/7iVXrTM8lL8/s400/vtjuara.jpg\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5265985543738495282\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003eTernyata\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1380176998854923187?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1380176998854923187/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/10/beruntungkah-aku.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1380176998854923187"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1380176998854923187"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/10/beruntungkah-aku.html","title":"Beruntungkah Aku?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://2.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SRSJ857gETI/AAAAAAAAArc/7iVXrTM8lL8/s72-c/vtjuara.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6362229524800703235"},"published":{"$t":"2008-10-14T08:08:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-10-14T08:56:38.748+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 11"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wawasan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"}],"title":{"type":"text","$t":"Resesi? Berbeban Berat?"},"content":{"type":"html","$t":"Satu minggu terakhir ini televisi, koran dan tulisan-tulisan di Internet penuh dengan perbincangan dan analisis tentang resesi global. Sekalipun pemerintah Indonesia, khususnya Presiden berkali-kali mengajak bangsa Indonesia untuk tenang dan memberikan jaminan, tapi justru banyak orang makin tidak tenang. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTentu saja! Kalau memang tidak berbahaya keadaannya, mana mungkin berkali-kali muncul di televisi untuk mengajak tenang dan rasional. Ini bukan cuma masalah Indonesia, tapi masalah seluruh dunia. Mungkinkah bisa tetap tenang dalam keadaan seperti ini?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.\"\u003cbr /\u003eMatius 11:28-30\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eIni Solusinya!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMengapa banyak orang tiba-tiba menjadi ketakutan, letih lesu dan berbeban berat dalam keadaan seperti ini? Dan anehnya yang paling takut adalah orang-orang yang memiliki banyak kekayaan. Karena ancamannya justru mereka akan kehilangan sebagian kekayaannya dengan cepat. Hanya sebagian kekayaannya yang bisa dijamin pemerintah, apalagi kalau disimpannya di Bank-bankan yang banyak promosi dan janji2 dengan segala hadiahnya, padahal sudah keropos. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebenarnya yang membuat orang ketakutan, jadi begitu lemah, tidak berdaya dan berbeban berat adalah \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eDOSA!\u003c/span\u003e Ya, dosa mengubah arah hati seseorang menjadi percaya dan bergantung kepada keadaan, kesempatan, uang dan ketenangan palsu yang ditawarkan dunia. Itu sebabnya banyak orang tidak bisa melihat dengan jelas, tertipu dengan keadaan, tidak mengerti bahwa keadaan pasti akan berubah dan lupa bahwa yang mereka pikir milik mereka hanyalah titipan sementara dari Tuhan, yang setiap saat bisa diambil tanpa perlu persetujuan kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, apa solusinya? Serahkan beban beratmu kepada Yesus Kristus. Hanya Dia yang bisa menanggungnya dan Ia sudah mati dan bangkit untuk menanggung dosa-dosa orang pilihan-Nya. Dan seharusnya itu bukan beban kita, kalau kita sudah ditebus oleh Kristus karena kita tidak bisa menanggungnya. \u003cbr /\u003eKeadaan yang terus berubah dan segala bebannya seharusnya tidak menipu dan membuat kita menjadi lemah. Ada Tuhan yang menyertai yang bukan hanya menanggung dosa-dosa kita, tapi terus menyertai dan tidak akan meninggalkan kita. Ia yang menanggung apa yang tidak bisa kita tanggung!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePikul Beban dengan Tenang\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eApakah kalau Tuhan menanggung beban kita maka kita tanpa beban? Kalau tanpa beban, maka kita sudah mati! Tuhan menanggung beban yang tidak bisa kita tanggung, dan ia menggantikan dengan beban yang seharusnya kita tanggung.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTuhan Yesus mengatakannya dalam ayat 29. Biasanya orang-orang hanya membaca ayat 28 dan puas, merasa tidak ada beban lagi. Padahal di ayat 29 justru mengatakan ada kuk yang harus dipikul. Ada beban, ada salib kita sendiri yang harus dipikul. Ayat ini tidak berbicara tentang akibat dari dosa2 yang harus kita tanggung. Saya percaya, ayat 29 berbicara tentang sesuatu yang positif. Membandingkan dengan Efesus 2:10, maka saya percaya kuk yang harus kita pikul adalah pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKetika beban yang negatif (dosa dan segala ketakutan dan kekuatirannya) diserahkan kepada Yesus Kristus, maka Ia menggantikannya dengan pekerjaan baik di dalam Kerajaan Allah dan kebenarannya. Hal ini yang seharusnya yang dipikirkan, diminta, dicari dan didapatkan (baca penjelasannya di \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://roielministry.org/2008/07/ask-search-and-find.html\"\u003eAsk, Search, and Find?!\u003c/a\u003e). Seharusnya akan membuat kita tidak kuatir dengan keadaan sekarang ini, tapi lebih memikirkan bagaimana bisa bersaksi dalam keadaan sekarang ini dan memikul beban kita dengan tenang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKenapa bisa tenang? Tuhan menyertai kita dan sanggup melakukan segala sesuatu (\u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://roielministry.org/2008/05/allah-kami-sanggup.html\"\u003eAllah kami sanggup\u003c/a\u003e). Semua sudah dijamin! Bisa baca posting \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://roielministry.org/2008/06/kepastian-ditengah-ketidakpastian-hidup.html\"\u003eKepastian ditengah Ketidakpastian Hidup\u003c/a\u003e untuk penjelasannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, Tuhan Yesus mengatakan bahwa beban-Nya enak dan ringan. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eReally\u003c/span\u003e??? Mana ada beban yang enak? Ringan lagi!\u003cbr /\u003eEnak, karena mengerjakan pekerjaan baik dan menggenapi rencana Allah itu sungguh-sungguh membahagiakan dan akan membuat kita bersukacita dan menikmatinya.\u003cbr /\u003eRingan, karena sesungguhnya dalam penyertaan Tuhan kita hanya menanggung sedikit dari beban yang sesungguhnya. Tuhan Yesus yang menyertai yang sesungguhnya menanggung beban itu. Kita hanya ikutan!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, tunggu apalagi???\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.\"\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.roielministry.org/\"\u003e\u003cimg style\u003d\"cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s400/ROsignature.png\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5234001539414173986\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6362229524800703235?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6362229524800703235/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/10/resesi-berbeban-berat.html#comment-form","title":"5 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6362229524800703235"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6362229524800703235"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/10/resesi-berbeban-berat.html","title":"Resesi? Berbeban Berat?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s72-c/ROsignature.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"5"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8987851223544814364"},"published":{"$t":"2008-09-08T17:28:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T18:56:58.909+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 6"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puasa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kehidupan Kristen"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"}],"title":{"type":"text","$t":"Puasa dan Puas ah!"},"content":{"type":"html","$t":"Di dalam kekristenan, puasa seringkali dijadikan alat untuk membuat seseorang terlihat lebih rohani. Seseorang yang ingin melakukan sesuatu yang menurutnya berharga, ataupun seringkali ingin mendapatkan sesuatu yang digumulkan, seringkali menambahkan elemen puasa untuk mencapai tujuannya. \u003cbr /\u003eBahkan seseorang yang puasa, kadang2 mencoba menunjukkan bahwa dirinya sedang puasa dan bergumul. Betulkah puasa sudah mencapai tujuan yang sebenarnya? Bagaimana pandangan Tuhan Yesus tentang puasa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e16 \"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\"\u003cbr /\u003eMat 6:16-18\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eDalam Matius 6:1, Tuhan Yesus berkata, \"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.\" Kemungkinan besar karena banyak orang yang mengaku beragama sengaja menunjukkan dan memperlihatkan kewajiban agama biar dikagumi banyak orang. Menurut Tuhan Yesus, itu adalah orang munafik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eOrang Munafik\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eOrang munafik sengaja  melakukan kewajiban agamanya demi untuk kemuliaan dan kebanggaan dirinya. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka orang yang beragama, jadi mereka puasa. Biasanya itu kelihatan dari fisik dan tingkah laku mereka yang menjadi berbeda, lebih lemah dan minta dikasihani.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePuasa bagi orang munafik demi untuk mendapatkan upah bagi dirinya. Menurut Tuhan Yesus, mereka sudah mendapatkannya. Mereka sudah mendapatkan keinginan mereka untuk dilihat banyak orang bahwa mereka berpuasa dan melakukan kewajiban agamanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBagi orang-orang tertentu, puasa mereka tidak boleh diganggu oleh siapapun dan apapun. Tidak boleh ada yang makan di depan mereka, tidak boleh ada yang membuat mereka menjadi nafsu, dll. Kalau begitu, buat apa mereka berpuasa kalau semuanya memang sudah dihilangkan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePuasa Seharusnya\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePuasa seharusnya tetap menghadapi kenyataan dan problem yang sama dengan hidup sehari-hari. Bukan keadaan luar yang dibuat lebih mudah demi untuk puasa. Tapi keadaan di dalam hati yang seharusnya berubah, yang selama ini terlalu bergantung kepada yang diluar.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBegitu juga dengan penampilan fisik dan aktivitas. Puasa seharusnya tidak membuat fisik menjadi terlihat lemah dan patut dikasihani, karena terlalu lemah. Sebaliknya Tuhan Yesus mengajarkan seseorang untuk mencuci muka dan meminyaki kepala, yang menunjukkan keadaan yang tetap baik dan bersukacita. \u003cbr /\u003ePuasa juga seharusnya tidak menghalangi dan mengurangi seseorang untuk melakukan segala aktivitasnya. Karena puasa menunjukkan kebergantungan kepada Tuhan. Jika benar2 bergantung kepada Tuhan, bukankah ada kekuatan yang lebih besar dari Tuhan untuk menopang umat-Nya? Apalagi kalau puasanya cuma tidak makan siang saja, seharusnya tidak terlalu lemah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePuasa bukan untuk menunggu makanan yang akan dimakan pada saat buka puasa, tapi puasa seharusnya untuk kemuliaan Tuhan. Kalau puasa hanya berfokus pada makanan untuk berbuka, maka puasa itu tidak ada gunanya. Seharusnya puasa bisa membawa orang yang melakukannya melihat kemuliaan Tuhan dan bisa puas meskipun tidak makan. Bagaimana caranya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePuas ah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eOrang yang berpuasa seharusnya menunjukkan kepuasan di dalam memuliakan Allah yang menuntun dan memelihara hidupnya, meskipun tidak makan dan minum. Itu sebabnya disuruh minyaki kepala dan cuci muka.\u003cbr /\u003eKepuasan ini karena bergantung dan menikmati Allah. Selama ini kepuasannya hanya kepada makanan yang merupakan berkat2 Tuhan. Puasa melangkah lebih jauh dengan menikmati sumber berkat-Nya, yaitu Tuhan sendiri, dan kalau Ia masih memberikan makanan selanjutnya (buka puasa), seharusnya dipakai untuk memuliakan dan menikmati-Nya. Itu sebabnya, puasa seharusnya memuaskan dan bukan hanya pada saat buka puasa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePuasa juga akan memberikan kepuasan karena upah yang sudah disediakan Tuhan. Tentu saja puasa tidak dilakukan demi untuk upah itu. Puasa seharusnya dilakukan karena sudah puas dengan semua pemberian yang Allah berikan, dan bukan untuk tuntutan agar bisa mendapatkan yang lebih banyak lagi. Puasa mendapatkan kepuasan, karena dalam puasa bisa melihat rencana Allah ketika hidup ini makin bergantung kepada-Nya. Bukankah bisa melihat rencana Allah dan bisa melakukannya mendatangkan kepuasan?!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah mereka yang puasa bukan untuk menunjukkan kewajiban agama seperti orang munafik, tapi yang bisa puas dalam segala keadaan, termasuk pada saat tidak bergantung kepada makanan, minuman dan segala berkat Tuhan, tapi bergantung kepada sumber berkat, yaitu Tuhan itu sendiri. Maka dalam puasa pun bisa merasakan puas ah!\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8987851223544814364?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8987851223544814364/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/09/puasa-dan-puas-ah.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8987851223544814364"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8987851223544814364"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/09/puasa-dan-puas-ah.html","title":"Puasa dan Puas ah!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3338765350419808012"},"published":{"$t":"2008-08-25T15:19:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-25T16:04:51.638+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"domain baru"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"custom domain blogspot"}],"title":{"type":"text","$t":"Custom Domain untuk Blogspot"},"content":{"type":"html","$t":"Akhirnya sudah waktunya untuk roielministry.blogspot.com mendapatkan domain baru. Tadinya sudah beli di salah satu penjual domain di Indonesia, roielministry.com. Tapi, dari penjualnya ga di \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ecustom domain\u003c/span\u003e, cuma dibuatin script untuk roielministry.com bisa di point ke domain blogspotnya. Begitu doang. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKurang puas dan memang pengen dapat domain dengan .org, jadi cari di internet bagaiman caranya bisa \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ecustom domain\u003c/span\u003e di blogspot dengan cepat dan gampang. Tentu saja juga salah satu syaratnya adalah bisa menerima pembayaran dengan PayPal atau Moneybookers. Soalnya, ada duitnya di dua account itu. Akhirnya dapat juga, ditambah dengan petunjuk lengkapnya dan harga yang transparan dari awal untuk semua jenis domain dan harga di tahun2 berikutnya.  Namanya adalah \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://www.dynadot.com/?s6D648yY7G8Eo6A\"\u003eDynadot\u003c/a\u003e. Berapa harganya untuk domain satu tahun? $8.99 USD untuk .com tapi karena saya beli yang .org cuma \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e$6.99\u003c/span\u003e. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk custom domain? Kira-kira 10 menit termasuk dengan pembayaran lewat PayPal.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eCara untuk menambahkan Google CNAME di Dynadot\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eLangkah-langkah menambahkan Google CNAME ke domain yang sudah dibeli:\u003cbr /\u003e1. Log in ke Dynadot.\u003cbr /\u003e2. Klik \"Domains\" tab di bagian atas.\u003cbr /\u003e3. Cek kotak di samping nama domain dan klik kotak berwarna abu2 \"Set Name Servers\".\u003cbr /\u003e4. Turun ke bagian bawah dan lihat kotak \"Advanced Dynadot DNS\".\u003cbr /\u003e5. Untuk data domain yang pertama, pilih \"CNAME\" pada \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003etype\u003c/span\u003e dan masukkan \"ghs.google.com\" sebagai \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eTarget Host\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e6. Untuk data subdomain, masukkan \"www\" sebagai subdomain, pilih \"CNAME\" sebagai data type dan masukkan \"ghs.google.com\" sebagai Target Host.\u003cbr /\u003e7. Terakhir klik \"Use Dynadot DNS\".\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eCara untuk Custom Domain di Blogspot\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKemudian masuk ke Blogger Dashboard:\u003cbr /\u003e1. Pergi ke Setting\u003cbr /\u003e2. Klik Publishing kemudian klik \"Custom Domain\"\u003cbr /\u003e3. Dibawah \"Buy a domain for your blog\", klik \"Switch to advanced settings\"\u003cbr /\u003e4. Ketik nama domain, contoh domain saya: roielministry.org (tanpa www). Kemudian save settings.\u003cbr /\u003e5. Klik \"redirect www.DomainAnda.com to Domain.com\"\u003cbr /\u003e6. Jangan lupa, Save Settings.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBeberapa menit kemudian, Anda sudah memiliki domain baru, dan semua link akan berubah secara otomatis. Hosting dan postingnya nya tetap di blogpsot, tapi sekarang dengan domain baru. Orang2 yang klik domain blogspot Anda secara otomatis akan diarahkan oleh blogger ke domain yang baru. Tentu saja akan kehilangan Google PageRank dan Alexa Rank. Tapi, kayanya akan kembali lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDynadot adalah ICANN accredited registrar, jadi bukan reseller seperti beberapa penjual domain dan hosting di Indonesia. Jadi, kalau mau pakai domain baru dan tidak mau mempergunakan yang disediakan oleh blogspot yang lebih mahal, maka Dynadot bisa menjadi salah satu alternatif. Untuk mempelajari Dynadot lebih lanjut, silahkan ke \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://www.dynadot.com/?s6D648yY7G8Eo6A\"\u003ewww.Dynadot.com\u003c/a\u003e. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.roielministry.org/\"\u003e\u003cimg style\u003d\"cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s400/ROsignature.png\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5234001539414173986\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3338765350419808012?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3338765350419808012/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/custom-domain-untuk-blogspot.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3338765350419808012"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3338765350419808012"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/custom-domain-untuk-blogspot.html","title":"Custom Domain untuk Blogspot"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s72-c/ROsignature.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2332501621565939398"},"published":{"$t":"2008-08-17T13:01:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-18T14:30:35.085+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Dosa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Galatia 5"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Galatia"}],"title":{"type":"text","$t":"Merdeka! So What?"},"content":{"type":"html","$t":"Indonesia adalah salah satu negara dari beberapa negara Asia yang merayakan kemerdekaan di bulan Agustus ini. Biasanya perayaan kemerdekaan di Indonesia disambut dengan meriah dengan berbagai pertandingan, yang paling favorit tentunya panjat pinang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDitengah berbagai perayaan, biasanya ada berbagai pernyataan yang mengatakan bahwa negara ini sebenarnya belum merdeka. Karena kenyataannya dalam berbagai aspek masih terjajah dan belum merdeka. Terlalu banyak pandangan seperti ini yang bisa kita baca dan dengar. \u003cbr /\u003eKita perlu bertanya kembali apa itu kemerdekaan sejati dan untuk apa kita merdeka. Rasul Paulus memberikan pandangannya tentang kemerdekaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eSaudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.\u003cbr /\u003eGalatia 5:13\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMerdeka dari apa?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBiasanya kemerdekaan dimengerti sebagai kebebasan dari penjajahan suatu bangsa kepada bangsa yang lain. Di masa modern ini dikaitkan dengan berbagai aspek. Dalam perdagangan bebas, agak sulit untuk melihat kebebasan ini. Bahkan masih banyak yang terjajah melalui Microsoft, Mac, Intel, Google, Yahoo dan terjajah dengan internet itu sendiri. Seharusnya kemerdekaan itu merdeka dari apa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNegara-negara Barat yang terlihat sukses dengan kemerdekaan dan bahkan menjajah dengan segala kemapanan dan kemajuannya, ternyata menunjukkan keterikatan dan tidak bisa bebas, meskipun mereka begitu mengagungkan kebebasan dan kemerdekaan itu sendiri. Terlalu banyak aturan-aturan yang mengikat yang harus dibuat untuk menikmati kebebasan. Akhirnya tanpa sadar sedang dijajah dengan cara yang baru. Betulkah mereka lebih bebas dan merdeka? Dalam hal-hal tertentu ya, tapi dalam hal yang lain lebih terikat dan terjajah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebaliknya Indonesia dan beberapa negara Asia memberikan kebebasan dan kemerdekaan yang tidak bisa didapatkan di beberapa negara Barat, seperti bebas buang sampah, bebas melanggar aturan lalu lintas (asal ga ketahuan dan kalo ketahuan bisa nyogok!) dan berbagai macam kebebasan yang lain. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, kemerdekaan dari apa yang diinginkan manusia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eKemerdekaan Sejati\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePaulus mengatakan orang percaya dipanggil untuk merdeka. Pasti bukan masalah kemerdekaan suatu bangsa yang dimaksudkan, tetapi kemerdekaan dari dosa dan kemerdekaan untuk memuliakan Tuhan. Selama manusia hidup dalam berbagai macam kebebasan, tapi belum dimerdekakan dari dosa, maka sesungguhnya ia sedang hidup dalam penjajahan. Hidup dalam dunia dan negara yang penuh kebebasan, kedamaian dan keamanan, tidak menjamin kemerdekaan dan kebebasan yang sejati.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebaliknya, hidup dalam negara yang terjajah dan dalam berbagai aspek yang masih terjajah, hanyalah menjadi sedikit penghalang yang tidak bisa menghambat orang percaya untuk menikmati kemerdekaan sejati yang merupakan anugerah Tuhan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanpa kemerdekaan dari dosa, maka semua kebebasan dan kemerdekaan hanyalah kesia-siaan yang akan membawa kita ke dalam berbagai ikatan dan keterjajahan model baru, tapi anehnya seringkali tidak merasa sedang dijajah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTantangan yang lebih besar adalah bagaimana mempergunakan kemerdekaan itu!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMerdeka untuk apa?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKarena sudah dimerdekakan dari dosa, maka seharusnya kemerdekaan tidak diisi dengan berbuat dosa lagi. Jika kita sadar bahwa kemerdekaan adalah anugerah Tuhan, maka seharusnya kita memberikan seluruh hidup yang sudah dibebaskan ini untuk menjadi hamba-Nya. Tapi, banyak orang yang tidak tahu terima kasih. Sudah dapat anugerah kemerdekaan, tapi tidak mempergunakan seluruh kesempatan dalam kebebasan untuk menyatakan kemuliaan sang pemberi, yaitu TUHAN.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTuhan sebenarnya tidak membutuhkan kita untuk menjadi hamba-Nya. Dia sudah berlimpah dalam segala sesuatu. Tapi Dia ingin memakai kita untuk melayani sesama, orang-orang yang masih terjajah dengan dirinya dan segala keadaannya yang berdosa. Itu sebabnya Paulus mengatakan, layanilah seorang dengan yang lain oleh kasih.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKemerdekaan seharusnya diisi dengan kebebasan dari diri sendiri dan melayani orang lain dengan kasih. Orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, keluarga dan mimpi-mimpinya sesungguhnya adalah orang-orang yang hidup dalam penjajahan. Orang merdeka adalah orang yang sudah bebas dari dirinya dan mau memuliakan Tuhan dengan melayani sesama.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSudahkah Anda merdeka? So what?\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2332501621565939398?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2332501621565939398/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/merdeka-so-what.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2332501621565939398"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2332501621565939398"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/merdeka-so-what.html","title":"Merdeka! So What?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3246577484645901090"},"published":{"$t":"2008-08-08T22:03:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-08T22:04:45.092+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Petrus 3"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Eskatologi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Petrus"}],"title":{"type":"text","$t":"Segeralah Datang!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003eDunia sudah dipenuhi dengan begitu banyak hiburan. Tahun demi tahun ada lebih banyak lagi hiburan yang bertambah. Sekalipun manusia tidak pernah puas, justru ketidakpuasan ini yang membuat orang berusaha membuat dan mencari hiburan baru. Setiap orang pasti mempunyai kesukaan dan kenikmatan tersendiri. Semuanya itu sudah tersedia, tinggal mendapatkan dan menikmatinya. \u003cbr /\u003eYang menyukai olahraga, Olimpiade sudah dimulai. Sesudah itu akan diikuti dengan berbagai macam liga sepakbola yang segera dimulai. Yang suka nonton film, setiap hari dihasilkan berbagai macam film di seluruh dunia. Apalagi yang menyukai musik, semuanya begitu gampang didapatkan di interner, bahkan lagu2 dari artis2 yang baru memulai kariernya. \u003cbr /\u003eSambil menulis artikel ini saya sedang menonton \"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eAre U Smarter than a 5th Grader?\u003c/span\u003e\" di \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eStar World\u003c/span\u003e. Salah satu quiz pengetahuan yang paling saya suka..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDaftar ini bisa lebih panjang lagi kalau diteruskan. Pertanyaan bagi orang Kristen yang menikmati segala kenikmatan yang ada di dunia ini, masihkah kita memikirkan kedatangan Tuhan Yesus? Adakah kita menginginkan-Nya cepat datang kembali, bukan hanya karena dunia ini penuh dengan dosa dan kejahatan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: \"Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.\"\u003cbr /\u003e2 Petrus 3:3-4\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePengejek-pengejek\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePara pengejek adalah orang-orang yang mentertawakan iman dari jemaat mula-mula yang menginkan Kristus cepat datang kembali. Mereka kemungkinan besar berada di dalam segala kesenangan dan kenikmatan, berbeda dengan orang-orang Kristen yang dianiaya. Bagi mereka, dunia ini sudah sempurna dan tempat yang sudah cukup baik untuk ditinggali. Tidak ada tanda-tanda sama sekali dunia ini akan kiamat. Semuanya hanya biasa-biasa saja. Yang menderitakan orang lain, bukan kami. Mungkin itu yang ada dalam pikiran mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMereka hidup dalam hawa nafsu dan menuruti hawa nafsu mereka. bagi mereka tidak ada yang lebih enak dan nikmat dibandingkan memuaskan segala keingina dan hawa nafsu. Itu sebabnya bagi mereka tindakan bodoh untuk memikirkan tentang kiamat.\u003cbr /\u003eBagi mereka, lebih baik memikirkan hidup ini saja. Yang sekarang ini saja masih terlalu banyak yang harus dilakukan dan dipikirkan. Buat apa memikirkan kiamat. Nikmati hidup ini selama masih bisa dinikmati, kalau mau kiamat ya sudah. Buat apa memikirkan yang tidak pasti? Bukankah dari dulu dunia ini biasa-biasa saja dan tidak ada tanda-tanda dunia akan kiamat!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eKurang Belajar\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBetulkah dunia ini tidak pernah kiamat dan tidak ada tanda-tanda kiamat? Alkitab memberikan jawaban yang berbeda untuk menjawab ejekan dari para pengejek. Dan ternyata, sejarah dan ilmu pengetahuan mendukungnya. Bahkan pengalaman hidup sehari-hari dalam hidup mereka saat itu menunjukkan tanda-tandanya, apalagi dalam kehidupan kita sekarang ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDunia pernah 'kiamat' sekali pada zaman Nuh. Karena bumi yang sebelumnya ditutupi air, kembali tertutup air secara keseluruhan, persis sama seperti ketika di dalam penciptaan. Hampir tidak ada lagi kehidupan di bumi, kecuali satu keluarga pilihan dengan binatang2 pilihan. Tapi, pengejek-pengejek itu masih kurang belajar dan tidak mengerti. Mereka hanya mengetahui sebatas bapa-bapa leluhur mereka yang kelihatannya sampai zaman mereka tidak terjadi apa-apa. Betulkah tidak terjadi apa-apa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesungguhnya sepanjang zaman terjadi berbagai macam doa, peperangan, bencana alam, musibah, nabi-nabi palsu, messias palsu dan berbagai tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dunia akan segera kiamat dan Tuhan Yesus akan datang kembali.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi zaman sekarang ini, isu pemanasan global membuat para ahli ilmu pengetahuan mulai memikirkan kemungkinan kehancuran dunia ini dengan meledaknya matahari. Mengagetkan! Tapi ahli-ahli yang tidak percaya Tuhan justru menunjukkan kemungkinan kiamat karena pemanasan global yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Bahkan mereka sudah membuat film singkat tentang hal itu. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eSegeralah Datang!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBukan kesulitan dan tanda-tanda itu yang seharusnya membuat kita percaya Tuhan akan datang kembali. Begitu juga segala kenikmatan yang ada tidak bisa membuat kita lupa dan tidak memikirkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kesibukan kita akan seluruh hal-hal yang juga merupakan pemberian Tuhan juga seharusnya tidak bisa membuat kita melupakan kedatangan Tuhan yang kedua kali.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena kerinduan yang terlalu dalam dari gereja sebagai pengantin wanita yang merindukan mempelai pria yang menjadi alasan mengapa kita seharusnya mengharapkan Tuhan Yesus cepat datang. Punyakah kita kerinduan itu? Kerinduan yang seharusnya lebih besar dibandingkan dengan pernikahan yang sementara. Karena pernikahan ini adalah pernikahan yang tidak akan terpisahkan sampai selama-lamanya.\u003cbr /\u003eTuhan Yesus, segeralah datang!\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3246577484645901090?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3246577484645901090/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/segeralah-datang.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3246577484645901090"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3246577484645901090"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/segeralah-datang.html","title":"Segeralah Datang!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-95225968999881074"},"published":{"$t":"2008-08-02T10:45:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-04T17:11:34.009+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Koleksi Foto"}],"title":{"type":"text","$t":"Foto-foto sendiri"},"content":{"type":"html","$t":"Lagi iseng, terus liat-liat foto. Sebagian foto-foto yang diambil jaman dulu dengan kamera yang entah ada di mana... Sebagian lagi difoto dengan handphone SE K610, kayanya 2 MP, jadi kalau fotonya kurang bagus, ya wajarlah.. Tukang fotonya amatiran, kameranya juga (nyalahin kameran nih)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003eDi Sukabumi lagi retreat. Bangun pagi2, olahraga sambil foto2 pemandangan. Kecuali foto yang terakhir, diambil dari asrama di Sunter, pagi sebelum saat teduh\u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299255\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299255.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299256\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299256.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299257\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299257.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299258\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299258.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299259\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299259.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299261\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299261.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLagi jalan-jalan sendiri di pinggir Yarra River, Melbourne. Pake SE K610 foto2 deh.\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299592\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299592.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299593\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299593.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299594\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299594.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApril kemaren ke Brisbane diajak lihat Dam sama sungai yang lagi sedikit kering, yang supply air bersih utk Brisbane.. Biasa aja, tapi begitu sampai di kotanya, air bisa diminum.. Kapan Indonesia bisa gitu?\u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299596\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299596.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10300058\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010300058.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCoba lihat ini, diambil waktu nginap di Melbourne. Beda 1 menit hasil fotonya jadi beda.. Perhatikan matanya! (SE K610)\u003cbr /\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299597\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299597.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10299598\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010299598.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi Brisbane 3 tahun lalu\u003cbr /\u003e\u003cp\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10300065\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010300065.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10300070\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010300070.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10300076\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010300076.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003c/p\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-95225968999881074?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/95225968999881074/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/foto-foto-sendiri.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/95225968999881074"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/95225968999881074"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/08/foto-foto-sendiri.html","title":"Foto-foto sendiri"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-678641799505684303"},"published":{"$t":"2008-07-31T15:05:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2008-07-31T16:09:01.512+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 1"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Manusia dan Dosa"}],"title":{"type":"text","$t":"Tolong! Saya sudah duduk!"},"content":{"type":"html","$t":"Di televisi2 Indonesia beberapa minggu terakhir ini sibuk memberitakan tentang pembunuhan berantai. Kelihatannya porsinya lebih banyak dibandingkan berita penangkapan pejabat-pejabat yang korupsi dan anggota DPR oleh KPK. Semua berita-berita buruk ini sebenarnya tidak menarik untuk ditonton. Tapi, ada yang menarik dari wawancara terhadap keluarga dan tetangga dari sang pembunuh berantai di Jombang. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMereka mengatakan bahwa dulunya si pembunuh itu baik dan bahkan mengajarkan agama, tapi kemudian sesudah bergaul dengan beberapa orang dan pergi ke kota, ia menjadi berubah. Banyak yang kaget kalau ia adalah pembunuh berantai dan sadis.\u003cbr /\u003eAlasan yang sama juga akan diberikan oleh saudara dan orang-orang dekat dari para koruptor dan orang-orang yang berdosa. Alasannya, pergaulan dan lingkungan yang buruk yang mempengaruhi semuanya. Benarkah lingkungan penyebab utamanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.\u003cbr /\u003eMazmur 1:1-2\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePerlahan tapi menghanyutkan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSedikit orang yang menyadari seperti pemazmur, bagaimana dosa itu bekerja perlahan-lahan. Ada dosa-dosa yang berlangsung cepat, tapi umumnya dosa-dosa kita dibentuk dari awal dan terus bertumpuk tanpa disadari menjadi budaya dan kebiasaan. Sadarnya, ketika sudah terjebak dan terhanyut. Saat itu, baru merasakan tidak sanggup keluar dari arus yang terlalu kuat yang sudah menghanyutkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePemazmur menggambarkan seperti orang yang pertama-tama orang itu baru berjalan menurut nasehat orang berdosa. Ini namanya proses mencoba dan ingin tahu. Enak ga sih? Sambil ada perasaan bersalah dan pertanyaan berdosa ga ya? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSetelah itu mulai berdiri di jalan orang berdosa. Kali ini mulai menunggu untuk mencoba lagi dan melakukannya. Ternyata enak. Sekali-kali kan tidak apa-apa. Semua orang juga melakukannya. Namanya juga manusia berdosa, masa harus menolak yang enak?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesudah itu, masuk dalam jebakan dan sudah duduk di dalm kumpulan orang berdosa. Sekarang menjadi aktif dan terikat, sama seperti orang-orang berdosa lainnya. Dosa sudah menjadi budaya, gaya hidup dan tidak ada pilihan lainnya. Tanpa berdosa, hidup serasa hampa!?\u003cbr /\u003eMungkin deskripsinya seharusnya tidak sesadis ini. Tapi, ini yang terjadi pada orang yang sudah masuk dalam kumpulan orang berdosa, tidak ada jalan keluar dan tidak ada jalan untuk berbalik, hanya tinggal berdosa terus sampai mati!? Hanya beginikah hidup?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eApa kesukaanmu?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eProblem awal dari dosa sebenarnya adalah masalah kesukaan, atau kenikmatan. Apa yang saudara sukai dan nikmati? Hawa suka buah pengetahuan yang baik dan jahat itu! Dia masih mengingat firman Tuhan, tapi sepertinya bisa menikmati buah itu dan menjadi seperti Allah lebih nikmat dibandingkan firman Tuhan dan segala berkat2-Nya yang sudah disediakan melimpah. Apa kesukaanmu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePemazmur mengatakan orang yang diberkati bukan mengikuti pola hidup dan kesukaan orang berdosa. Kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam. Jika pemazmur hidup di zaman ini yang penuh dengan hiburan palsu, apakah kesukaannya akan tetap lebih menyenangkankah dibandingkan segala komik, novel, buku2 bacaan yang lain, dugem, nonton di bioskop, nonton DVD, browsing, chatting, nonton bola dan berbagai macam olahraga lainnya, dan segala \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ehobby\u003c/span\u003e dan kesukaan manusia..??? Tentu saja maksudnya bukan melakukan yang satu dan meniadakan yang lain. Tapi, bagaimana melihat bahwa kesukaan akan firman Tuhan menjadi dasar dari segala kesukaan/\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ehobby\u003c/span\u003e. Bagaimana caranya agar bisa melihat kesukaan akan firman menjadi dasar dari semuanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMeditasi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePemazmur mengatakan bahwa caranya adalah dengan merenungkannya (meditasi) siang dan malam. Ga ada kerjaan banget?! Tentu saja bukan itu maksudnya. Tapi, maksudnya firman Tuhan yang menjadi dasar di dalam melakukan segala aktivitasnya. Firman itu bukan hanya dibaca, didengar dan dilupakan ketika melakukan segala aktivitas. Karena terlalu banyak orang memulai hidupnya dengan membaca firman, tapi ketika melakukan segala aktivitasnya, persis sama dengan orang-orang berdosa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeharusnya prinsip-prinsip dari firman Tuhan yang menjadi dasar dalam segala aktivitasnya. Firman itu bukan hanya diingat, tapi dipikirkan prinsip-prinsipnya dan diperjuangkan dalam segala aspek untuk diterapkan dan dilakukan dalam hidup sehari demi sehari.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasalahnya, ditengah segala kesibukan dan begitu banyak hiburan, masih bisakah kita menikmati, bersuka di dalam firman-Nya dan merenungkannya. Membuat hidup ini bukan hanya berjuang untuk diri biar bisa tetap hidup dengan terjebak di dalam segala keberdosaan, tapi hidup untuk melakukan kebenaran-kebenaran firman.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika saudara sudah duduk dalam keberdosaan dan merasa tidak ada jalan keluar lagi, maka saudaralah yang harus berteriak kepada Tuhan, \"Tolong! Saya sudah duduk!\" Maka IA-lah yang akan membuat saudara berdiri dan berjalan di dalam terang firman-Nya serta merenungkannya siang dan malam.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eYour word is a lamp to my feet and a light to my path.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e(Psalm 119:105, ESV)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-678641799505684303?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/678641799505684303/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/tolong-saya-sudah-duduk.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/678641799505684303"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/678641799505684303"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/tolong-saya-sudah-duduk.html","title":"Tolong! Saya sudah duduk!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2722612580748976852"},"published":{"$t":"2008-07-28T10:24:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T18:57:35.392+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 7"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Doa"}],"title":{"type":"text","$t":"Ask, Search and Find?!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e7 \"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.\"\u003cbr /\u003eMat 7:7-11\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eApa saja yang harus diminta?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBiasanya ayat ini suka ditafsirkan semaunya di luar konteks. Apa saja yang dipikirkan, semuanya akan diminta, terutama uang dan materi serta kesuksesan. Padahal dalam Mat 6:24, tidak boleh diperbudak oleh Mammon. Tapi, justru uang yang menjadi prioritas utama dan yang mungkin paling banyak diminta di dalam doa-doa orang percaya?!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMelihat konteks dekat di dalam perikopnya, memakai contoh soal meminta makanan. Maka makanan yang seharusnya diminta. Berdasarkan konteks dari Doa Bapa Kami, salah satu permintaan yang penting adalah makanan. Tapi berdasarkan Mat 6:25-34, kekuatiran akan makanan dan menjadi prioritas pencarian adalah salah satu ciri dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Tentu saja boleh diminta, tapi bukan dengan penuh kekuatiran.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerdasarkan konteks Mat 7:7-11, khususnya ayat 11 menyatakan bahwa Bapa di Sorga akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Maka seharusnya yang ditanyakan adalah apa saja yang baik yang harus diminta, dicari dan yang akan didapatkan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMeminta, Mencari dan Mendapatkan yang baik\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eUntuk mengerti apa saja yang baik, maka kita harus melihat konteks dari kotbah di bukit. Yang harus diperhatikan pertama adlah tiga permintaan pertama di dalam Doa Bapa Kami, kekudusan nama Allah, Kerajaan Allah dan Kehendak Allah terjadi (Mat 6:9-10). Baru sesudah itu melihat tiga permintaan selanjutnya yang berhubungan dengan tiga permintaan pertama, makanan dan seluruh kebutuhan hidup, pengampunan dosa, serta   pemeliharaan Allah (Mat 6:11-13).\u003cbr /\u003eSelanjutnya juga harus melihat Mat 6: 33, yaitu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dengan janji semua kebutuhan akan ditambahkan (didapatkan).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, makanan dan seluruh kebutuhan hidup bukan yang menjadi pusat dari permintaan, pencarian dan yang harus didapatkan. Seharusnyapun semuanya itu diminta, dicari dan didapatkan untuk menggenapkan kehadiran Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya yang menjadi pusat dan fokus semua permintaan, pencarian dan apa yang didapatkan.\u003cbr /\u003eJika semua kebutuhan itu diminta, dicari dan didapatkan bukan untuk Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka menjadi sama persis dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYang baik itu di dalam sudut pandang Bapa yang tahu apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Kita tidak pernah bisa melihat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebig picture\u003c/span\u003e, tapi Bapa bisa melihatnya. Sehingga yang baik itu harus selalu dari sudut kehendak-Nya dan bukan kehendak kita. Kita lebih menyukai batu dibandingkan roti. Dan bahkan meminta ular dibandingkan dengan ikan. Tapi dari sudut pandang kita, mungkin kelihatannya baik. Itu sebabnya kehendak Allah yang harus menjadi lebih utama dan bukan keinginan kita yang seolah-olah ingin menyesuaikan dengan kehendak Allah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMeminta, mencari dan mendapatkan yang baikpun perlu pembelajaran. Pembelajaran ini bukan hanya untuk sehari, tapi pembelajaran seumur hidup dan setiap saat. Karena setiap hari kita sedang ditipu oleh Iblis dengan berbagai macam permintaan dan ketidakpuasan. Dan anehnya, kita lebih percaya kepadanya daripada perkataan2 dalam firman-Nya. Sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dan tidak memiliki Firman, banyak orang percaya ditipu untuk meminta, mencari dan mendapatkan semua keinginannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePernahkah Anda meminta, mencari dan mendapatkan yang baik untuk Kerajaan Allah dan kebenaran-NYa? Mintalah dari sekarang! Carilah, maka pasti akan mendapatkannya!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.\u003cbr /\u003eYoh 15:7\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2722612580748976852?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2722612580748976852/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/ask-search-and-find.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2722612580748976852"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2722612580748976852"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/ask-search-and-find.html","title":"Ask, Search and Find?!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4944681334129698215"},"published":{"$t":"2008-07-19T20:56:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-18T15:16:49.816+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 42"}],"title":{"type":"text","$t":"I Miss YOU: Mana Tahan!?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003eKerinduan bisa membuat seseorang membunuh orang lain dan juga membuat seseorang bunuh diri. Kerinduan bisa menggerogoti jiwa. Tapi kerinduan juga bisa menjadi motivasi yang besar untuk bertahan di dalam hidup demi untuk bisa bertemu dengan orang yang dirindukannya. \u003cbr /\u003eJika kerinduan kepada manusia bisa mengakibatkan pengaruh yang sangat besar dalam hidup manusia, bagaimanakah dengan kerinduan kepada Allah?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 3 Jiwaku haus kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?\u003cbr /\u003eMazmur 42:2-3\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eTidak bisa Tidak, Mana Tahan!?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePemazmur menggambarkan kerinduannya kepada Allah seperti Rusa yang membutuhkan air minum. Tidak bisa tidak, kerinduan ini sudah menjadi kebutuhan yang utama. Kebutuhan yang bisa mematikan jika tidak bisa dipenuhi. Karena tanpa air, rusa akan mati. Mana tahan!?\u003cbr /\u003eSeperti rusa merindukan sungai yang berair, maka seharusnya dan sewajarnya juga manusia merindukan Penciptanya. Kerinduan ini harus terpuaskan dan bukan hanya sekedar bertemu. Sama seperti rusa yang bukan hanya bertemu dengan air dan puas melihat aliran sungai itu. Manusiapun merindukan Tuhan bukan hanya untuk bertemu dan selesai. Tapi, ada suatu kerinduan untuk memuliakan-Nya dan bahkan menikmati-Nya; yang membuat manusia bisa terpuaskan dahaganya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSayangnya kerinduan utama yang seharusnya ditujukan kepada Pencipta, sekarang digantikan oleh kerinduan kepada manusia dan benda-benda mati. Seolah-olah ketika tidak bisa bertemu dengan mereka, hidup ini terasa ada yang kurang dan keterpisahan tidak boleh pernah terjadi, karena akan mengakibatkan kerinduan yang sangat dalam.\u003cbr /\u003eBukannya tidak boleh merindukan manusia dan benda, tapi seharusnya kerinduan itu tidak lebih besar dibandingkan dengan kerinduan kepada sumber dari manusia dan benda itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTahukah kita bahwa kerinduan yang utama seharusnya kepada Allah yang merupakan sumber segala sesuatu, bahkan sumber dari orang2 dan benda2 yang kita kasihi? Punyakah kita kerinduan yang lebih besar lagi kepada-Nya? Hauskah kita untuk memuliakan dan menikmati-Nya? Bukankah hal itu adalah kebutuhan utama kita sebagai manusia? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eI Miss YOU\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAda tiga hal untuk memuaskan kerinduan itu. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003ePertama\u003c/span\u003e, menunggu Allah datang. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKedua\u003c/span\u003e, pergi melihat Allah. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKetiga\u003c/span\u003e, sambil menunggu dan ingin pergi melihat, tetap hidup bagi-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMenunggu Tuhan Yesus datang kembali sudah dilakukan sejak gereja mula-mula. Keinginan untuk segera bertemu dengan sang Pencipta, Penebus, Pemelihara dan Penyempurna, membuat mereka terus menunggu. Tapi, sampai saat ini Tuhan Yesus belum datang kembali. Sebagai umat-Nya kita hanya bisa terus menunggu dan terus bersiap, karena kerinduan ini sudah terlalu besar untuk bertemu muka dengan muka. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika Tuhan belum datang kembali, maka kita yang akan terlebih dahulu pergi melihat-Nya. Ini bukan acara besuk, atau sekedar liburan dan jalan-jalan seperti cerita dari beberapa orang yang ingin populer karena mengatakan sudah pergi bertemu Tuhan. Tapi, ini menyangkut kerinduan untuk segera meninggalkan dunia ini, bukan karena kesulitan dan penderitaan yang ada. Kerinduan ini karena ingin bertemu dengan Allah kita dan ingin diam bersama-sama dengan-Nya. Jika kita betul-betul merindukan-Nya mungkinkah kita tidak ingin meninggalkan segala sesuatu di dunia ini dan bertemu dengan-Nya???\u003cbr /\u003e(\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eAda banyak orang mengatakan mencintai Tuhan, tapi tidak mau segera bertemu dengan-Nya (mati). Betulkah orang-orang itu mencintai Tuhan, tapi tidak merindukan-Nya? Jangan2 hanya berkat2-Nya didunia yang dirindukan mereka?\u003c/span\u003e)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika Tuhan belum datang kembali dan kitapun belum bisa kembali kepada-Nya, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Apakah cukup kita hanya terus merindukan-Nya tanpa melakukan apa2?\u003cbr /\u003eTentu saja tidak. Jika kita betul-betul mencintai dan merindukan-Nya, maka hiduplah bagi Dia. Tuhan Yesus yang menjadi pusat, motivasi dan kerinduan yang besar untuk melakukan segala sesuatu. Apapun yang kita lakukan sekarang, lihatlah sebagai persiapan untuk bertemu dengan-Nya. Karena gereja sebagai pengantin wanita yang harus kudus dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan sang mempelai pria, demikianlah kita mempersiapkan diri kita untuk bertemu dengan-Nya.\u003cbr /\u003eJadi, kerinduan itu seharusnya menghasilkan banyak hal yang baik dan positif selama kita masih hidup di dunia untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4944681334129698215?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4944681334129698215/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/i-miss-you-mana-tahan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4944681334129698215"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4944681334129698215"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/i-miss-you-mana-tahan.html","title":"I Miss YOU: Mana Tahan!?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2848997797192308183"},"published":{"$t":"2008-07-09T11:55:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2008-07-09T12:05:01.877+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Gereja"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus 4"}],"title":{"type":"text","$t":"Terperangkap dalam Merangkap"},"content":{"type":"html","$t":"Di Indonesia sekarang ini banyak pejabat yang sekarang ini disorot karena merangkap jabatan. Karena ternyata ketidakefektifan dalam pekerjaan dan pelayanan salah satunya disebabkan oleh hal ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasalah ini ternyata bukan hanya terjadi di dalam pemerintahan negara ini, tetapi juga dalam gereja. Meskipun alasan terjadinya itu berbeda, tetapi akibatnya sedikit mirip, tidak bisa mengerjakan keseluruhan tugas dengan baik dan efektif.\u003cbr /\u003eMengapa sampai terperangkap dalam merangkap jabatan? Bagaimana seharusnya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e11 Dan Ialah yang meberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, \u003cbr /\u003eEfesus 4:11\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePelajaran dari Perjanjian Lama\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSebenarnya sejak manusia diciptakan, Adam harus merangkap tiga jabatan: Nabi , Imam dan Raja. Tapi, Adam gagal dan tidak bisa melakukannya. Begitu juga dengan keturunan Adam. Sehingga akhirnya ditentukan Nabi untuk memimpin Israel, diikuti dengan Imam, dan yang terakhir adalah Raja.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMusa ketika harus memimpin Israel harus merangkap sebagi Nabi dan fungsi Raja/Hakim (meskipun Raja sesungguhnya adalah Tuhan). Dan Musa tidak sanggup melakukannya. Maka Tuhan memakai mertuanya, Yitro, untuk menasehati Musa, sehingga diangkatlah pemimpin-pemimpin yang bisa mengerjakan tugasnya. MUsa tetap merangkap fungsi Raja, tetapi harus tahu diri dengan tugas-tugas lain yang tidak bisa dikerjakannya.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi zaman Samuel, Raja pertama kali diurapi dan Samuel mengurapi dua Raja yang pertama. Samuel merasa Israel menolak dirinya sehingga meminta Raja, tetapi mereka sebenarnya menolak Tuhan sebagai Raja. Tetapi, 1 Samuel 8 menjelaskan, karena ketidakpuasan terhadap Samuel dan anak2nya dalam melaksanakan fungsi Raja/Hakim. Dan sejak ada Raja, tidak ada lagi yang merangkap jabatan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePelajaran dari Kisah Para Rasul\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePada masa gereja mula-mula, para Rasul harus merangkap ketiga fungsi. Mereka harus menjadi pemberita Inji, gembala maupun pengajar. Awalnya mereka bisa melakukan dengan baik. Tetapi, tidak lama kemudian timbullah  sungut-sungut karena janda-janda diabaikan. Sehingga mereka memilih 7 orang lain yang bisa melayani dan bahkan bisa memberitakan firman dan muijizat, seperti Stefanus. Sementara rasul-rasul memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman. Hasilnya dikatakan dalam Kis 6:7, Firman Allah makin tersebar, jumlah murid makin bertambah banyak dan sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Para rasul tidak terperangkap dalam merangkap jabatan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue\"\u003eTiga Jabatan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKetika jumlah orang percaya makin bertambah banyak, maka ditetapkanlah tiga jabatan berikutnya dalam gereja. Pemberita Injil, Gembala dan Pengajar. Jikalau ada tiga jabatan yang berbeda, haruskah seseorang merangkap ketiga jabatan ini? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi dalam permulaan pelayanan atau ketika tidak ada orang lain, maka seharusnya seorang pelayan bisa merangkap ketiga jabatan ini, sekaligus melihat dimana panggilan pelayanannya yang utama dan yang menjadi fokus. Tetapi, hampir tidak ada yang bisa fokus kepada ketiga jabatan ini dan mengerjakan semuanya dengan sangat baik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeorang pemberita Injil ketika memberitakan Injil di tempat yang tidak ada gereja, maka ia harus bertanggung jawab dalam menggembalakan dan mengajar orang-orang yang diinjilinya. Tetapi fokus utamanya adalah pemberitaan Injil dan bisa memotivasi dan mengajarkan jemaatnya untuk memberitakan Injil dengan baik. Ketika sudah ada orang lain yang bisa menggembalakan dan mengajar, maka ia seharusnya menyerahkan jabatan dan tugas itu kepada orang lain, sekalipun ia tetap bisa membantu dalam penggembalaan dan mengajar. Kebanyakan pelayan yang tetap merasa mengerjakan ketiganya dan merasa bisa fokus pada ketiganya karena merasa sudah biasa dan terperangkap dalam merangkap ketiga jabatan itu. Tetapi, jemaat dan orang-orang lain pasti bisa melihat pelayanan yang kurang efektif.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeorang yang dipanggil menjadi gembala, seharusnya juga melakukan pemberitaan Injil dan bisa juga mengajarkan firman kepada jemaatnya. \u003cbr /\u003eDan seorang pengajar seharusnya menjadi pengkhotbah Injil dan mengajar di gereja dan sekolah Teologi serta menggembalakan murid-muridnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengapa gereja sering kekurangan orang-orang untuk melaksanakan ketiga jabatan ini? Umumnya karena kesalahan dari gembala jemaat yang mendominasi ketiga jabatan ini dan menunjukkan seolah-olah dia berhasil melakukan ketiganya. Akhirnya ia sulit memberikan kesempatan kepada orang lain dan juga mendidik pelayan lain mengerjakan panggilannya. Dan membuat jemaat merasa semuanya sudah bisa dilakukan sendiri. \u003cbr /\u003eSelain itu, ada orang-orang yang tidak seharusnya menjadi gembala, tapi bertahan untuk mengerjakan tugas itu. Akibatnya, orang-orang yang dipanggil menjadi tidak tertarik untuk mengerjakan panggilan itu karena melihat sang gembala jemaat. Kesalahan yang lain, seorang pemberita Injil biasanya hanya berfokus untuk menjadikan pemberita-pemberita Injil dan menganggap itu adalah tugas yang paling mulia dibandingkan dengan dua jabatan yang lain. Akibatnya, terjadi kekurangan di dalam dua jabatan yang lain; atau orang-orang hanya melihat tugas pemberita Injil sangat sulit, lebih enak menjadi gembala dan pengajar dengan segala fasilitasnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang yang mengerti dan hidup dalam panggilannya. Karena orang itu bisa mengerjakan tugasnya dengan baik dan memuliakan Tuhan. Dan berbahagialah jika ia tidak hanya meninggikan panggilannya dan merendahkan yang lain, tetapi mengajak orang-orang melihat panggilannya, menghargai panggilan Tuhan dan memuliakan-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2848997797192308183?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2848997797192308183/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/terperangkap-dalam-merangkap.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2848997797192308183"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2848997797192308183"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/07/terperangkap-dalam-merangkap.html","title":"Terperangkap dalam Merangkap"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7253624583194431281"},"published":{"$t":"2008-06-30T11:46:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-06-30T12:37:21.450+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 28"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Penginjilan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pemuridan"}],"title":{"type":"text","$t":"Pergi!"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.\"\u003cbr /\u003eMatius 28:19-20\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eTahun lalu pernah tulis tentang \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2007/03/mana-yang-lebih-penting-penginjilan.html\"\u003eMana yang lebih Penting: Penginjilan atau Pemuridan?\u003c/a\u003e dengan sedikit mengutip empat kata kerja dalam Matius 28:19-20:\u003cbr /\u003e1. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eporeuthentes\u003c/span\u003e. Diterjemahkan dengan Pergilah (Go). \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eParticiple\u003c/span\u003e ini justru memakai bentuk \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eaorist passive deponent\u003c/span\u003e. Nuansanya adalah perintah tetapi memakai bentuk pasif.\u003cbr /\u003e2. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003ematheteusate\u003c/span\u003e. Diterjemahkan dengan jadikanlah murid (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eMake disciple\u003c/span\u003e). Bentuk dari kata kerja ini adalah \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eimperative aorist active\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e3. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003ebaptizontes\u003c/span\u003e. Diterjemahkan baptislah (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebaptizing\u003c/span\u003e). Bentuk \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eparticiple \u003c/span\u003eini adalah \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epresent active\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e4. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003edidaskontes\u003c/span\u003e. Diterjemahkan ajarlah (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eteaching\u003c/span\u003e). Ini juga adalah \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eparticiple present active\u003c/span\u003e. \u003cbr /\u003eJadi, saya tidak akan membahas empat hal diatas lagi, tapi melihat beberapa pertanyaan aplikatifnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePergi dari mana?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKebanyakan kita hanya bertanya pergi ke mana. Mungkin itu juga yang dipertanyakan para murid, mereka harus ke mana? Selain itu harus ada pertanyaan lain yang harus dipertanyakan, yaitu pergi dari mana? Murid-murid sesudah bersaksi di Yerusalem, mereka diperintahkan pergi dari Yerusalem, termasuk dengan mengijinkan penganiayaan supaya mereka tersebar ke seluruh dunia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBagaimana dengan kita? Perginya dari mana? Saya bukan melihat hanya kepada masalah tempat, tapi yang lebih mendasar, yaitu \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003emasalah hati\u003c/span\u003e. Kita harus pergi dari \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKEEGOISAN\u003c/span\u003e kita. Kecintaan kita pada diri kita dan segala keinginan yang hanya membuat kita jauh dari kehendak Allah dan bahkan melawan-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKemarin nonton \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eKick Andy\u003c/span\u003e di MetroTV. Andy Noya menunjukkan beberapa orang (termasuk yang cacat) yang tidak lagi hanya memikirkan keadaan dirinya dan minta dikasihani, tapi dengan cinta kasih yang dianugerahkan Tuhan malahan memikirkan bagaimana membantu orang lain.\u003cbr /\u003eJadi, jangan hanya tanya pergi ke mana tapi tidak pernah pergi dari keegoisan kita..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePergi kepada siapa?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKetika pergi hanya memikirkan tempat, maka kita hanya akan berkonsentrasi dengan benda-benda mati dan kehidupan kita. Memang tempat dan lingkungan kita diutus juga penting untuk dipikirkan. Tapi, ada yang lebih penting dari tempat itu yaitu pergi kepada siapa. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYang menjadi pusat adalah bangsa-bangsa, manusia! Kita dipanggil pergi dari keegoisan kita yang bukan lagi pergi ke mana-mana untuk diri kita, tempat kita tinggal dan mencari keamanan dan kedamaian bagi diri kita sendiri. Tapi, kita diminta untuk pergi melayani manusia demi untuk kemuliaan Tuhan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePusat kita juga bukan materi, bahan, metode atau program yang harus dilayani. Yang harus jadi pusat adalah Tuhan yang menginginkan kita melayani manusia yang unik, yang tidak bisa selalu dilayani dengan metode yang seragam. Setiap manusia memiliki keunikan dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Bangsa, budaya, keberdosaan, karakter, filsafat, keluarga, pendidikan, status dan berbagai macam hal yang membuat setiap manusia mempunyai permasalahan sendiri yang kompleks. Semua metode hanyalah pendekatan untuk mencoba memahami dan mengerti, tapi itu bukan mutlak. Yang mutlak adalah Tuhan sendiri yang bekerja dengan Injil sejati yang harus kita beritakan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePergi untuk Apa?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJelas untuk menjadikan murid, baptis dan mengajar. Ini melibatkan kesaksian, penginjilan dan pemuridan. Banyak yang tidak pernah menyadari bahwa hidup di dunia ini seharusnya bersaksi, melipat gandakan gambar Allah (dengan menikah, punya anak dan mendidik anak atau dengan pemberitaan Injil), sesudah itu mendidik gambar Allah itu sampai menjadi Gambar Allah yang sempurna.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSetiap orang Kristen seharusnya melakukan hal ini di dalam hidupnya, melalui pekerjaan dan panggilannya masing-masing. Memang soal baptis lebih baik dilakukan oleh orang-orang yang sudah ditunjuk untuk melakukannya (maksudnya Pendeta). Tapi, soal menceritakan Injil dan mengajarkan kebenaran Injil yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan dan pekerjaan kita, seharusnya bisa dilakukan oleh semua orang percaya yang sudah menjadi murid.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePasti kita akan berpikir bahwa melakukan semuanya sangat sulit. Itu sebabnya Tuhan Yesus yang memiliki kuasa berjanji menyertai kita sampai kepada akhir zaman.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, Pergilah!\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7253624583194431281?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7253624583194431281/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/pergi.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7253624583194431281"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7253624583194431281"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/pergi.html","title":"Pergi!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8798324007020595206"},"published":{"$t":"2008-06-18T08:23:00.006+07:00"},"updated":{"$t":"2008-06-18T09:41:12.399+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 90"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Birthday"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengapa Merayakan?"},"content":{"type":"html","$t":"Mengapa kita suka merayakan hari-hari yang menurut kita penting dalam hidup ini? Dan semua hari penting itu hanyalah hari-hari yang berpusat pada kita sendiri? Seperti ulang tahun, wisuda, pernikahan, dan berbagai macam hari lainnya... Apa yang sedang kita rayakan? Ucapan syukur dan kebahagiaan seperti apa yang kita rasakan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAgak berbeda dengan zaman dulu yang mungkin tidak pernah merayakan ulang tahun pribadi. Kecuali ulang tahun perayaan-perayaan yang sudah ditetapkan, itulah yang harus diingat dan dirayakan. Itu sebabnya ada aliran2 kepercayaan yang tidak pernah merayakan ulang tahun.\u003cbr /\u003eMengapa ulang tahun pribadi sekarang dirayakan? Untuk apa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. 11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? 12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.\u003cbr /\u003eMazmur 90:10-12\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eKesukaran dan Penderitaan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eUlang tahun pertama kali dirayakan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Motivasinya tidak jelas, tapi kemungkinan besar berhubungan dengan kebanggaan diri dan kepuasan hidup dan juga untuk merayakan ilah mereka yang akan memberikan banyak hal yang mereka inginkan dalam hidup ini. \u003cbr /\u003eDiadopsi oleh kekristenan di zaman Romawi untuk mengingat kedatangan Yesus Kristus sebagai manusia untuk membuktikan bahwa Ia juga manusia sejati. Dan kemudian dipakai juga untuk mengingat dan mengucap syukur untuk tahun-tahun yang sudah Tuhan berikan. Dan kemudian dikomersialisasi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasalahnya, hari-hari kita adalah hari-hari yang penuh kesukaran dan penderitaan. Apa yang harus kita rayakan? Bersyukur karena Tuhan yang memberikannya? Bukankah semua penderitaan itu terjadi biasanya karena keberdosaan dan kebodohan kita? Haruskah kita merayakannya? Bukankah kita harus menyesalinya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAtau karena kita ditipu dengan pengharapan palsu bahwa hari, apalagi tahun yang baru pastilah akan menjadi lebih baik dan bahagia. Happy Birthday! Apanya yang membuat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ehappy\u003c/span\u003e? Padahal keadaan hidup di dunia tidak lebih baik, dan jangan-jangan kita makin berdosa dengan pertambahan umur. Itukah yang akan kita rayakan dan membuat bahagia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMenghitung Tahun\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eApa yang harus dihitung dari hari-hari dan tahun-tahun hidup kita? Pertambahannya yang terjadi tanpa henti? Tentu saja akan membuat kita sedikit bijaksana, karena kita akan sadar bahwa hari dan tahun ini tidak akan kembali. Membuat orang bijaksana akan memakai waktunya dengna bijaksana.\u003cbr /\u003eTapi, kenapa ada orang2 yang sudah tahu waktunya akan berlalu tetap saja tidak bijaksana? Mungkin salah hitung! Kita terbiasa berasumsi bahwa umur kita akan panjang, dan itu yang jadi harapan bagi orang-orang yang berulang tahun. Selamat Panjang Umur. Apa maksudnya panjang umur dan apa gunanya? Bukankah panjang umur itu relatif? Ada yang merasa satu tahun itu panjang sekali dan bisa berbuat banyak hal, ada yang tidak berbuat apa-apa selama puluhan tahun, kecuali berdosa dan hidup bagi diri sendiri. Jadi, apa gunanya panjang umur? Apakah menjamin hidup akan lebih berdampak? Jangan2 lebih berdosa! Apa yang harus dirayakan dengan perhitungan seperti itu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCara menghitung yang lain adalah menghitung pekerjaan Tuhan dalam hidup ini di masa yang lalu dan berharap bisa lebih memuliakan Tuhan di masa yang akan datang. Perhitungan ini melihat keberdosaan diri yg tidak bisa dirayakan, tetapi merayakan kehadiran dan pekerjaan Tuhan yang terlalu baik dalam hidup ini.\u003cbr /\u003eAdakah kita merayakan Dia dalam hidup kita?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMerayakan Kehadiran Tuhan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJika ingin merayakan dan menghitung tahun-tahun hidup kita, maka rayakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita yang seharusnya tidak bahagia, bodoh, hanya membawa kesulitan, tapi semuanya diubahkan oleh Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Bukan hanya merayakan berkat-berkat-Nya yang terus melimpah di dalam hidup ini. Tetapi kita merayakan pengenalan akan Tuhan, penyertaan-Nya dan pengharapan dibalik tahun-tahun yang akan diberikan kepada kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRayakanlah akan kesempatan yang masih diberikan hari ini untuk memuliakan-Nya dan masih bisa mendapatkan anugerah untuk mengambil bagian di dalam pekerjaan dan rencana-Nya yang agung dan mulia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemoga semakin banyak kesempatan dan waktu yang masih diberikan akan membuat kita makin bijaksana melihat jalan-jalan-Nya dan masih diberi anugerah untuk ikut berbagian dalam rencana-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8798324007020595206?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8798324007020595206/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/mengapa-merayakan.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8798324007020595206"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8798324007020595206"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/mengapa-merayakan.html","title":"Mengapa Merayakan?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6701078926675263215"},"published":{"$t":"2008-06-09T10:34:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T18:55:01.217+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 6"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"}],"title":{"type":"text","$t":"Kepastian ditengah Ketidakpastian Hidup"},"content":{"type":"html","$t":"Minggu lalu diminta untuk mengkhotbahkan tema kepastian ditengah ketidakpastian hidup. Ada yang aneh dengan tema ini. Karena pemikiran awalnya adalah ketidakpastian hidup. Kenapa merasa hidup semakin tidak pasti, karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok, tapi penghasilan belum naik-naik juga. Kalau yang merasa tidak pasti adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah sih wajar, tapi kalau ini dipikirkan oleh orang-orang yang mengaku mengenal Allah, maka pasti ada yang salah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e25 \"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?...\u003cbr /\u003e32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu....\u003cbr /\u003eMat 6:25-34\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue\"\u003eBerhenti Kuatir! Mana Mungkin?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMana mungkin berhenti kuatir, lagipula menguatirkan untuk berhenti kuatir sudah menambah kekuatiran. Seluruh dunia sedang resesi, bahkan negara-negara kaya dan majupun mulai kuatir, masakan kita tidak perlu kuatir?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMungkin pikiran yang sama ada didalam murid-murid Tuhan Yesus yang hidup di negara yang waktu itu sedang dijajah oleh Romawi dengan penghasilan yang selalu harus dipotong oleh pemungut cukai yang tidak sedikit, ditambah dengan perpuluhan dan persembahan yang tidak habis2nya yang harus dibawa ke Bait Allah. Kalau situasi politik waktu itu tenang, mungkin masih OK. Tapi, saat itu sering terjadi pemberontakan, dan perampokan di tengah jalanpun itu sudah biasa. Lebih parah lagi, bangsa itu terus dijadikan perebutan oleh Syria, Mesir dan terakhir Romawi. Mereka sedang menunggu Messias untuk membebaskan mereka, tapi menurut mereka belum datang-datang juga. Bisakah untuk tidak kuatir??\u003cbr /\u003eSang Messias sendiri yang mengatakan untuk berhenti kuatir! Hmmm..Pasti ada alasannya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue\"\u003eTidak Mengenal Allah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eApa yang membuat manusia kuatir dalam hidup ini? Tidak bisa hidup? Karena tidak ada makanan dan pakaian maka tidak bisa hidup? Itu kekuatiran dari beberapa persen penduduk dunia ini yang sedang hidup dalam kelaparan. Tapi, apa yang menjadi kekuatiran dari orang-orang yang tidak kelaparan? Tidak ada jaminan masa depan? Tidak ada jaminan untuk tetap mempertahankan segala kesenangan dan kenikmatan? Lho, bukankah memang semuanya itu tidak bisa dipertahankan dan suatu saat pasti hilang?! Hanya tinggal menunggu waktu untuk menghadapi semuanya, karena semuanya sementara dan terakhir kita harus mati dan meninggalkan semuanya..\u003cbr /\u003eKalau memang sudah pasti untuk kehilangan semuanya, mengapa harus kuatir dan merasa tidak pasti? Mengapa bukan mempersiapkan diri untuk kehilangan segala sesuatu dan menghadapi saat seperti itu? Bukankah itu lebih realistis?!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOrang-orang tidak mengenal Allah memperjuangkan hidup mereka sendiri karena mereka tidak mempunyai dan mengenal Allah yang menjamin hidup mereka. Itu sebabnya, bagi mereka hidup hanyalah masalah, makan, minum, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003efashion\u003c/span\u003e, segala kebutuhan dan kenikmatan untuk hidup. Dan semuanya memerlukan uang. Jadi mereka perlu jaminan politik yang baik, hukum yang baik, ekonomi yang baik dan segala ketenangan dan kenyamanan supaya bisa tetap mempertahankan dan bahkan meningkatkan segala keinginan untuk memuaskan diri. Ups.., tapi dunia ini tidak seindah yang mereka bayangkan. Segala sesuatu kelihatannya berubah ke arah yang negatif, tidak ada kepastian sama sekali, tidak ada pegangan...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBagaimana dengan orang-orang yang mengenal Allah? Samakah? Atau ada perbedaan signifikan?!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue\"\u003eBapa di Sorga yang Jamin\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eHidup di tengah keadaan dunia yang sama, harusnya tidak ada perbedaan antara orang yang mengenal Allah dan tidak mengenal Allah. Sama-sama menghadapi kesulitan dan resesi dunia. Apakah yang mebedakan orang percaya mendapatkan berkat-berkat dan jaminan sosial yang lebih banyak dari orang yang tidak mengenal Allah?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJaminan kepastian hidup ini bukan di berkat-berkat pemberian Allah, tapi di dalm Allah sendiri. Bapa di Sorga yang mencipta, memelihara dan menyempurnakan adalah jaminanan yang pasti dalam hidup ini. Ia bukan hanya tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, Ia memelihara hidup kita dan bahkan akan menyempurnakan segala sesuatu. Tidak ada jaminan lain dalam hidup ini. \u003cbr /\u003eKalau seseorang melihat jaminan kepada benda2 mati (seluruh harta kita yang akan hilang), maka orang yang hidup itu bodoh sekali karena percya kepada benda mati. Kalau melihat jaminan kepada pemerintah yang tidak mengenal Allah untuk menjamin kestabilan segala sesuatu, maka sama bodohnya. Karena mereka juga sedang bingung dan tidak bisa memberi kepastian. Dan kalau bergantung kepada kita yang bisa berjuang untuk menghadapi hidup ini, kita terlalu kecil untuk menghadapi dunia ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHanya Bapa di Sorga yang bisa jamin semuanya. Ia mengerti bagaimana memulai, memelihara dan mengakhiri semuanya. Maka, kenapa kita menuyusahkan diri dan mengkuatirkan akan segala sesuatu yang sudah disiapkan oleh Allah. Mengapa kita tidak percaya saja kepada-Nya yang lebih tau akan segala sesuatu? Mengapa kita mengkuatirkan dan bersusah payah untuk mencari sesuatu demi untuk mempertahankan hidup ini?\u003cbr /\u003eBukankah yang seharusnya kita pikirkan adalah buat apa hidup ini? Mengapa ditengah kesulitan hidup ini kita masih hidup? Untuk apa hidup ini?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika Bapa sudah menjamin seluruh kebutuhan hidup kita, bukan hanya untuk masa depan yang sementara, tapi juga untuk hidup yang kekal, maka kita harus berhenti kuatir. Yang perlu, hanya percaya Bapa sudah menyediakan semuanya. Tinggal menunggu waktunya tiba. Yang lebih penting, bagaimana kita mempergunakan hidup ini. Tetap bekerja, bahkan bekerha lebih keras, bukan untuk mendapatkan tambahan dan jaminan hidup di dunia ini, tapi sebagai ucapan syukur karena penyertaan, pemeliharaan dan demi untuk memuliakan Dia, menyaksikan Allah yang kita kenal.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang kepastian hidupnya bukan di dalam kesementaraan yang akan hilang dan keadaan yang terus berubah, tapi kepastiannya ada didalam Allah sendiri yang menjamin segala sesuatunya ada di dalam kontrol-Nya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria.\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6701078926675263215?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6701078926675263215/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/kepastian-ditengah-ketidakpastian-hidup.html#comment-form","title":"3 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6701078926675263215"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6701078926675263215"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/06/kepastian-ditengah-ketidakpastian-hidup.html","title":"Kepastian ditengah Ketidakpastian Hidup"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"3"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6855006004343374292"},"published":{"$t":"2008-05-27T13:26:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-27T14:43:14.657+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Daniel 1-7"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Daniel"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kedaulatan Allah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Daniel 3"}],"title":{"type":"text","$t":"Allah kami Sanggup"},"content":{"type":"html","$t":"Kitab Daniel dimulai dengan pendahuluan di dalam pasal 1 yang ditulis dalam bahasa Ibrani, sesudah itu pasal 2-7 ditulis dalam bahasa Aramaic, dan memiliki kiasmus yang menarik.\u003cbr /\u003eSecara garis besar, Daniel pasal 1-7 bisa dibagi seperti dibawah ini:\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePendahuluan (Pasal 1)\u003cbr /\u003ea  Visi 4 Kerajaan (Pasal 2)\u003cbr /\u003e...b  Cerita Martir dari 3 teman Daniel (Pasal 3)\u003cbr /\u003e......c  Kesombongan Nebukadnezar(Pasal 4)\u003cbr /\u003e......c' Kesombongan anak Nebukadnezar(Pasal 5)\u003cbr /\u003e...b' Cerita Martir dari Daniel(Pasal 6)\u003cbr /\u003ea' Visi 4 Kerajaan (pasal 7)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDari semua cerita itu, salah satu kesaksian yang paling menarik adalah kesaksian dari 3 teman Daniel yang diperhadapkan untuk menyembah patung emas atau dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: \"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 (Jika) Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, (maka) Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.\"\u003cbr /\u003eDaniel 3:16-18\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eDi zaman sekarang ini di Indonesia, kalau diperhadapkan dengan menyembah patung emas, sekalipun tidak ada ancaman dilempar ke perapian yang menyala-nyala, maka dengan rela hati dan bahkan sebagian dengan segenap hati mau menyembah patung emas. Kenapa bisa? Karena dengan menyembah patung emas diharapkan bisa memberika segala keuntungan, kebaikan dan kenyamanan di dalam hidupnya. Bisa saja tetap menyembah Allah. Dan bahkan berdoa kepada Allah untuk memberi kekuatan dan keuntungan ketika menyembah patung emas!!!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka memiliki posisi dalam pemerintahan Nebukadnezar, dan tentu saja mereka seharusnya memiliki kekayaan. Sebagai orang-orang muda yang terbaik, meskipun hanyalah orang buangan di Babel, mereka sudah mendapatkan banyak keuntungan. Jarang-jarang orang buangan bisa mendapatkan posisi dalam pemerintahan di Babel. Maka, kalau mereka tidak mau menyembah patung emas sama saja dengan membuang segala keuntungan dan kenikmatan yang sudah mereka dapatkan dan akan dapatkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eIkut Arus\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSemua orang ikut menyembah patung emas. Kenapa tidak ikut arus saja? Bukankah itu sudah dianggap biasa. Selama hati kita menganggap itu bukan dewa, kenapa tidak ikut menunduk dan menyembah? Yang penting Allah tahu hati kami yang hanya ingin mengasihi dan menyembah-Nya!\u003cbr /\u003eBetulkah kalimat2 diatas menunjukkan hati yang mengasihi dan hanya ingin menyembah-Nya? Jawabannya TIDAK! Karena tidak ada buktinya. Yang ditunjukkan justru adalah keinginan dan cinta diri yang begitu besar. Keinginan untuk mempertahankan apa yang dianggap miliknya (padahal pemberian Allah). Dan hanya memikirkan berkat-berkat Allah saja demi keuntungan pribadi.\u003cbr /\u003eOrang-orang seperti ini tidak pernah memikirkan kemuliaan Allah. Yang dipikirkan hanyalah kemuliaan diri sendiri dan kebaikan2 bagi dirinya sendiri.\u003cbr /\u003eIni yang sedang terjadi dengan bangsa Indonesia sekarang ini. Secara luar beribadah kepada Allah. Tapi kenyataannya sedang menyembah patung emas. Uang menjadi lebih penting dari segala sesuatu. Dan demi uang dan segala kenikmatan yang bisa dibeli, apapun bisa dikorbankan. Allah hanya menjadi tempat untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginan, Selain itu hanya menjadi tempat berdoa ketika mengalami kesulitan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSadrakh, Mesakh dan Abednego sangat berbeda. Mereka percaya kepada Allah dan lebih menghargai Allah dibandingkan segala berkat-berkat-Nya. Malahan mereka dengan sangat rela kehilangan semuanya, termasuk nyawa mereka demi memuliakan Allah. Mengapa mereka melakukan itu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eAllah Sanggup\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSadrakh, Mesakh dan Abednego mengerti siapa Allah mereka. Mereka mengerti bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat dan mereka mengenal-Nya. Bukan Nebukadnezar yang berdaulat, ia hanya diijinkan Allah berkuasa untuk sementara.\u003cbr /\u003eMereka juga tahu bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Dalam ayat 17 ada terjemahan yang kurang tepat. Seharusnya diterjemahkan:\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJika itu terjadi, Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami dan Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eMereka percaya Allah sanggup melepaskan mereka dari perapian yang menyala-nyala. Iman akan kebangkitan dari kematian?\u003cbr /\u003eBagi mereka, hanya Allah yang memimpin hidup mereka, sumber segala sesuatu. Bukan Nebukadnezar dan patung emas, serta kekuasaannya yang bisa menjamin hidup mereka.\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eSeandainya TIDAK\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBagaimana jika Allah tidak menginginkan mereka lepas dari penderitaan dan kematian? Apakah mereka bisa tetap percaya? YA! Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap memilih lebih baik mati daripada menyembah dewa Nebukadnezar. Mereka tetap memilih hanya menyembah Allah dibandingkan dengan jaminan hidup sementara yang palsu.\u003cbr /\u003eJaminan dari Allah kepada umat-Nya bukan hanya penyertaan-Nya di dalam hidup sementara. Jaminan-Nya termasuk hidup yang kekal. Maka, penderitaan dan kematian tidak akan pernah menghilangkan penyertaan Allah yang adalah sumber segala berkat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAdakah hal-hal lain dalam hidup ini yang lebih bisa menjamin hidup kita? Betulkah bisa menjamin seluruh hidup ini bahkan sampai hidup yang kekal?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang hidup bagi Allah dan menyembah-Nya selalu. Karena Dia tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya, sekalipun harus mengalami kesulitan dan penderitaan untuk memuliakan-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6855006004343374292?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6855006004343374292/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/allah-kami-sanggup.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6855006004343374292"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6855006004343374292"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/allah-kami-sanggup.html","title":"Allah kami Sanggup"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6217799070834621799"},"published":{"$t":"2008-05-14T19:05:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-14T19:05:00.273+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Soteriologi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Petrus 1"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Petrus"}],"title":{"type":"text","$t":"Apakah Aku Umat Pilihan Allah?"},"content":{"type":"html","$t":"Ada orang-orang Kristen yang sudah merasa dirinya adalah bagian umat pilihan Allah tanpa mempertanyakannya, karena merasa dirinya sudah cukup baik dan tidak jahat. Artinya ia mendasarkan diri berdasarkan perbuatannya. Cukupkah perbuatannya untuk menjadikannya umat pilihan??\u003cbr /\u003eAda lagi sebagian orang Kristen yang terus mempertanyakan apakah ia adalah umat pilihan Allah. \u003cbr /\u003eBagaimana bisa tahu kalau kita adalah umat pilihan? Dari mana kepastian itu? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eyaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.\u003cbr /\u003e1 Petrus 1:2\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eDipilih Bapa\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePemilihan oleh Allah Bapa dilakukan sebelum dunia dijadikan (bnd. Ef 1:4,5). Bapa sudah memilih umat-Nya di dalam Tuhan Yesus untuk menjadi kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Bapa juga sudah memilih sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya orang-orang ini untuk menjadi anak-anak-Nya. Pilihan Bapa bukan berdasarkan perbuatan manusia, karena semua manusia bercacat, berdosa dan tidak ada yang layak dipilih. Justru dipilih supaya kudus dan tidak bercacat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKarena pemilihan ini dilakukan sebelum dunia dijadikan, maka tidak ada yang bisa tahu tentang pemilihan ini. Tetapi Tuhan Yesus tentu saja mengetahuinya, karena semuanya dipilih dalam Yesus Kristus. Maka penegasan siapakah orang-orang pilihan ini terlihat selanjutnya pada penebusan Yesus Kristus. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eDitebus oleh Yesus Kristus\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eOrang-orang yang dipilih oleh Bapa didalam Tuhan Yesus juga adalah orang-orang yang ditebus dosa-dosanya oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Tuhan Yesus mati dan bangkit untuk umat pilihan. Ia datang bagi umat-Nya (bnd. Mat 1:21). \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePertanyaannya, bagaimana bisa tahu orang-orang yang ditebus oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib? Bukankah Tuhan Yesus tidak membuat daftar dan memberitahukan kepada murid-murid-Nya siapa saja orang-orang pilihan yang ditebus-Nya?! Apalagi kejadian ini terjadi hampir 2000 tahun yang lalu.\u003cbr /\u003eMaka untuk membuat lebih jelas siapakah orang-orang pilihan yang sudah ditebus dosa-dosanya oleh Tuhan Yesus, kita butuh melihat pekerjaan dari oknum ketiga Allah Tritunggal, yaitu Roh Kudus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eDikuduskan oleh Roh Kudus\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eRoh Kudus menguduskan dan melahirkan kembali umat pilihan yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus melalui pemberitaan firman. Akibatnya orang-orang pilihan ini diselamatkan, percaya dan taat kepada Tuhan Yesus; bahkan dimeteraikan dengan Roh Kudus (bnd. Ef 1:13).\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003eSampai di sini, kita bisa melihat dengan lebih jelas. Karena orang-orang yang dipilih dan ditebus, sekarang sudah dilahirkan kembali dan percaya kepada Yesus Kristus. Artinya, kita bisa lebih mengerti dengan mengevaluasi diri. Apakah kita sudah dilahirkan kembali? Apakah Roh Kudus sudah memeteraikan kita?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda yang ingin menunjukkan bahwa sudah dimeteraikan Roh Kudus ditunjukkan dengan karunia2 Roh Kudus. Tapi masalahnya karunia bisa ditipu. Hal itu dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam Mat 7:21-23; orang-orang yang berseru dan pakai nama Tuhan Yesus untuk bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan Yesus; ternyata tidak dikenal dan dianggap pembuat kejahatan oleh Tuhan Yesus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanda sejati dari orang yang sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus adalah \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eBuah Roh\u003c/span\u003e. Memang secara permukaan bisa disamarkan oleh orang-orang tidak percaya. Tapi Buah Roh yang sejati hanya dimiliki oleh orang-orang percaya. Orang percaya memiliki semua segi dari buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5:22-23).\u003cbr /\u003eTapi bukan berarti dengan melihat seseorang sudah mempunyai kasih, sukcita, dll, maka disimpulkan sebagai orang pilihan. Karena jangan-jangan itu buah tipuan. Jadi bagaimana mendapatkan kepastian itu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eKepastian\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMengapa tidak bisa mengandalkan perbuatan kita untuk kepastiaannya? Karena pilihan dan keselamatan bukan berdasarkan perbuatan, tapi berdasarkan anugerah. Selain itu kalau berdasarkan perbuatan, maka tidak akan pernah ada yang dipilih.  Semuanya berdosa dan berbuat jahat di mata Allah. Tidak ada yang baik. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRasul Petrus menegaskan di dalam 1 Pet 1:2, bahwa orang yang dipilih dan sudah dikuduskan akan percaya dan taat kepada Yesus Kristus. Percaya dan taat akan ditunjukkan seumur hidup kita, karena Roh Kudus yang akan menjaga dan memelihara keselamatan itu. \u003cbr /\u003eOrang-orang pilihan akan menyadari pilihan, penebusan, pengudusan, pemeliharaan dan panggilan di dalam hidupnya. Hidup yang bukan lagi mengikuti kehendak dirinya sendiri, ataupun ditipu oleh dunia. Tapi hidup dengan iman dan ketaatan kepada Tuhan Yesus. Hidup yang ingin menggenapi rencana-rencana-Nya bagi kemuliaan-Nya.\u003cbr /\u003eApakah Anda orang seperti itu? \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eYakinkah Anda bahwa sudah dipilih oleh Bapa dalam Yesus Kristus, sudah ditebus semua dosanya oleh Yesus Kristus, dan sudah dilahirkan kembali dan dikuduskan oleh Roh Kudus yang memeterai dan menjadi jaminan bagi keselamatan; yang membuat Anda percaya dan taat kepada Yesus Kristus dalam segala keadaan dan ingin hidup bagi-Nya dan memuliakan-Nya? Andalah umat pilihan Allah\u003c/span\u003e..\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6217799070834621799?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6217799070834621799/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/apakah-aku-umat-pilihan-allah.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6217799070834621799"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6217799070834621799"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/apakah-aku-umat-pilihan-allah.html","title":"Apakah Aku Umat Pilihan Allah?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3218144536432612998"},"published":{"$t":"2008-05-11T05:50:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-11T05:50:00.528+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mother's Day"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Amsal 31"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Amsal"}],"title":{"type":"text","$t":"Ibu oh.. Ibu.."},"content":{"type":"html","$t":"Ibu..oh..Ibu... Coba perhatikan ibu-ibu di kota-kota besar zaman sekarang ini. Apa yang mereka kerjakan? Apa yang mereka bicarakan? Apa yang menjadi prioritas mereka? Lihatlah klinik-klinik kecantikan dan salon-salon yang bertebaran di mana-mana, untuk siapakah semuanya ini ada? Tidak mungkin ada banyak tempat sebanyak itu, kalau tidak ada permintaan yang sebanyak itu. \u003cbr /\u003eDimana anak-anak mereka sejak bayi? Lebih banyak waktu dengan para pengasuhnya dan semakin cepat mungkin sudah berada di playground. Sama seperti klinik kecantikan, playground juga menjamur dimana-mana. Siapa yang mendidik anak2 mereka? \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eInikah tipe ibu-ibu Kristen yang dikatakan oleh Alkitab?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: 29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. 30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.\u003cbr /\u003eAmsal 31:28-30\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eDi mata anak2 dan suami\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eIbu yang tidak memperhatikan anak-anaknya tidak layak menjadi seorang ibu. Biasanya karena keegoisan diri yang hanya ingin menyenangkan dirinya sendiri. Anak seringkali dianggap sebagai gangguan untuk segala kesenangannya. Kesenangan di masa lajang yang bisa melakukan apa saja termasuk kerja. Anak hadir hanyalah sebagai penghalang segala kenikmatan masa lalu!??\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePadahal anak seharusnya diterima sebagai anugerah, dikasihi dan dididik dalam kebenaran. Anak-anak yang kurang mendapatkan cinta kasihi dan tidak dididik dalam kebenaran biasanya menjadi anak-anak yang bermasalah dan menambah kesulitan bagi sang ibu di masa yang akan datang. Dan biasanya sang ibu akan menyalahkan guru di sekolah atau di sekolah minggu yang tidak bisa mendidik anaknya..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeandainya anak-anak itu diterima sebagai anugerah dan bukan beban, dikasihi dan dididik dalam kebenaran firman, maka anak-anak akan menyebut ibunya sebagai yang diberkati. Di mata anak-anak biasanya ibu adalah figur yang paling mengasihi dan dikagumi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi mata suamipun seorang isteri harusnya menjadi penolong yang sepadan, bukannya pengrongrong yang menjengkelkan. Wanita di dalam Amsal 31 menggambarkan seperti apa wanita yang menjadi penolong sepadan. Wanita yang mendukung dan menghormati suaminya dalam segala aspek. Membuat sang suamipun bangga dan menyebutnya diberkati.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eDi antara para wanita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eWanita suka sekali melihat sesama wanita dan mencoba mengagumi ataupun iri. Biasanya yang dilihat adalah kecantikan dan segala sesuatu yang dimiliki oleh wanita lain. Itu sebabnya banyak muncul kontes kecantikan. Kapan ada kontes kebaikan???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIbu Lemuel dalam Amsal 31 justru membandingkan dengan wanita-wanita yang berbuat baik.   Wanita yang diberkati adalah yang lebih baik diantara para wanita yang berbuat baik. Tidak perlu ada kontes untuk pembuktian. Karena pembuktiannya didapat melalui pujian anak-anak dan suaminya. Seharusnyapun ada penghargaan dari para ibu yang lain yang melihat pergumulan dan kebaikan dari ibu yang diberkati.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eDihadapan Tuhan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMengapa seorang wanita bisa menjadi ibu yang diberkati? Tidak ada rahasianya. Karena semuanya jelas dikatakan di dalam Alkitab. Di ayat 30 dijelaskan semuanya. Jikalau pusatnya hanyalah kepada kecantikan dan kemolekan, maka ia akan hidup dalam kebohongan dan kesia-siaan. Semakin berpusat kepada bagian luar yang akan terus berubah dan pasti akan makin jelek, semakin sedikit memikirkan keindahan di dalam batin yang justru seharusnya berubah makin baik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJustru karena Takut akan Tuhan dan hidup di hadapan Tuhan-lah yang membuat seorang wanita menjadi lebih baik diantara para wanita, dan dipuji oleh anak-anak dan suaminya sebagai yang diberkati. \u003cbr /\u003eDi hari ibu, marilah kita berdoa agar Tuhan membangkitkan lebih banyak lagi wanita-wanita yang Takut akan Tuhan yang akan menjadi ibu-ibu yang takut akan Tuhan yang menghormati dan mengasihi suaminya serta mengasihi dan mendidik anak-anaknya untuk kemuliaan Tuhan. Bukan demi untuk mendapatkan pujian dari anak-anak, suami ataupun sesama ibu, tapi demi memuliakan Tuhan yang sudah memberikan anugerah yang berlimpah melalui anak-anak dan suami. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eHappy Mother's Day\u003c/span\u003e.. Ibu..oh..Ibu...\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3218144536432612998?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3218144536432612998/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/ibu-oh-ibu.html#comment-form","title":"4 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3218144536432612998"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3218144536432612998"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/ibu-oh-ibu.html","title":"Ibu oh.. Ibu.."}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"4"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3310421754825371744"},"published":{"$t":"2008-05-10T23:56:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-10T23:56:00.349+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Roh Kudus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes 14"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pentakosta"}],"title":{"type":"text","$t":"Parakleitos dan Pengajar"},"content":{"type":"html","$t":"Yang biasanya diperhatikan dalam turunnya Roh Kudus adalah peristiwa ajaib ketika para Rasul bisa berbicara di dalam bahasa-bahasa lain yang sebelumnya mereka belum pernah pelajari. Mengapa karunia itu yang diperhatikan? Karena manusia selalu menyukai melihat dan mengharapkan sesuatu yang instan dan luar biasa. Lebih tertarik kepada fenomenanya daripada esensinya.\u003cbr /\u003eSeharusnya yang diperhatikan adalah Roh Kudus. Mempertanyakan siapakah Roh Kudus yang memberikan karunia yang luar biasa itu? Untuk mengenal siapakah Roh Kudus, maka kita harus mendengarkan perkataan dari Tuhan Yesus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003etetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.\u003cbr /\u003eYoh 14:26\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eParakleitos\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTuhan Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Parakleitos. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Parakleitos, hanya Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda. Sama-sama Parakleitos, tetapi pribadi yang berbeda. Sama-sama Allah yang berkuasa, tapi pribadi yang berbeda. Artinya, orang percaya memiliki dua pribadi parakleitos.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eParakleitos mempunyai beberapa arti: penghibur, penolong, penasehat, perantara, dan pembela. Itu sebabnya dalam beberapa terjemahan Alkitab ada terjemahan yang berbeda. Seharusnya satu kata ini mengandung semua pengertian yang ada. Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Allah yang menghibur, menolong, memberikan nasehat, perantara, dan membela kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003ePengajar\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSelain sebagai Parakleitos, Roh Kudus juga dikatakan oleh Tuhan Yesus akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Sama seperti pengajaran Tuhan Yesus berasal dari Allah Bapa, maka pengajaran dari Roh Kudus tidak berbeda dengan Tuhan Yesus. Agak aneh, kalau di zaman sekarang ini banyak yang mengatakan mendapatkan wahyu baru dari Roh Kudus (dan berbeda dengan yang ada di Alkitab). Mungkinkah pewahyuan dari Allah Roh Kudus berbeda (dan bertentangan) dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMurid-murid Tuhan Yesus di dalam tiga tahun setengah mengikuti-Nya tidak bisa mengerti semua yang diajarkan oleh-Nya. Sesudah Roh Kudus turun, mereka dipenuhi Roh Kudus (dipenuhi Firman). Karena semua pengajaran dari Tuhan Yesus sekarang menjadi jelas bagi mereka. Apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus tentang maksud kedatangan-Nya ke dunia yang harus menderita, mati di salib, bangkit pada hari ketiga dan sesudah itu naik ke surga, sekarang menjadi jelas bagi mereka karena pekerjaan Roh Kudus yang mengajar dan memenuhi mereka dengan firman.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKita bisa melihatnya di dalam kotbah-kotbah Petrus di dalam Kisah Para Rasul. Petrus tidak bicara tentang betapa hebat kuasa diri mereka ataupun membicarakan tentang wahyu-wahyu baru yang mereka dapat. Tapi Petrus berbicara tentang Yesus Kristus yang datang ke dunia meggenapi nubuat nabi2 di Perjanjian Lama, ditolak, menderita, dibunuh  dengan disalibkan, bangkit pada hari ketiga, naik ke surga dan akan datang kembali. Kotbah yang dipenuhi oleh Roh Kudus, justru berbicara tentang pusat dari firman, yaitu firman yang menjadi daging.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRoh Kudus tidak mengajarkan pengajaran baru yang aneh-aneh. Justru kalau kita membaca Kisah Para Rasul, maka semua yang diajarkan kepada para Rasul adalah untuk menggenapi Perjanjian Lama dan berpusat pada Yesus Kristus yang mati dan bangkit. Justru yang mengajarkan pengajaran yang aneh-aneh adalah para pengajar sesat. Karena para pengajar sesat hanya ikut-ikutan dan hanya menginginkan karunia dan mujizat dengan memakai nama Tuhan Yesus. Itu sebabnya ajaran mereka tetap sama, hanya menambahkan Tuhan Yesus di dalamnya dan mengharapkan orang terpesona dengan segala karunia dan mujizat. Berbeda dengan para Rasul yang mengadakan mujizat sebagai awal untuk mengajarkan segala kebenaran yang berpusat pada Kristus. Orang-orang bukan hanya terkagum-kagum melihat segala mujizat dengan kepala kosong, tapi orang-orang itu diminta bertobat dan diajarkan kebenaran yang mengubah seluruh aspek hidup mereka.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAllah Roh Kudus adalah pengajar yang terbaik. Karena Ia menolong, menghibur, menasehati, membela dan memperlengkapi kita dengan firman Tuhan. Semua kebenaran firman Allah dalam Alkitab yang sering kali terlihat sulit, justru bisa dimengerti oleh pertolongan dan penyingkapan dari Allah Roh Kudus. Ia membawa kita kepada seluruh kebenaran. Mendorong dan menguatkan ketika kita lemah. Menghibur dengan firman ketika kita bersedih. Membela ketika Iblis menuduh kita. Dan terus-menerus memperlengkapi dengan segala kebenaran firman. Semakin kita membaca firman, Roh Kudus semakin memenuhi kita.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMaukah Saudara dipenuhi Roh Kudus? Bacalah firman Tuhan dan minta Allah Roh Kudus memenuhi dengan kelimpahan firman-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3310421754825371744?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3310421754825371744/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/parakleitos-dan-pengajar.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3310421754825371744"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3310421754825371744"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/parakleitos-dan-pengajar.html","title":"Parakleitos dan Pengajar"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3412762310946931908"},"published":{"$t":"2008-05-10T07:13:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-18T15:15:26.759+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kisah Para Rasul 3"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lagu"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kisah Para Rasul"}],"title":{"type":"text","$t":"I'd Rather Have JESUS"},"content":{"type":"html","$t":"Apa sebenarnya yang paling dibutuhkan oleh dunia yang berdosa ini? Kepuasan, kenikmatan, suami, isteri, anak, orangtua, keluarga, sahabat, uang, rumah, mobil,... dan begitu banyak daftar lain dalam pikiran manusia???\u003cbr /\u003eDalam 'kebutaan dan kelumpuhan' di dalam hidup yang berdosa ini, tentu saja semua manusia menginginkan setiap hal yang menurutnya sendiri bisa memuaskan hidupnya. Tapi, betulkah semuanya itu kebutuhannya yang terutama???\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 6 Tetapi Petrus berkata: \"Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!\"\u003cbr /\u003eKisah Para Rasul 3:5-6\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eOrang yang lumpuh sejak lahir ketika bertemu dengan Petrus dan Yohanes di gerbang Bait Allah hanya berharap kepada belas kasihan dari dua rasul ini. Ia mungkin tidak mengharapkan emas dan perak, hanya mengharapkan sekedar sedekah dari mata uang yang paling kecil. Bagi orang lumpuh ini, uang yang bisa membuatnya membeli makanan dan bertahan hidup sudah cukup. Tapi, betulkah itu kebutuhan utamanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eLihatlah!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePetrus menyuruh orang lumpuh itu menatapnya. Tentu saja Petrus juga menatap orang lumpuh itu. Petrus melihat kebutuhan utama dari orang lumpuh itu. Ia membutuhkan kesembuhan baik fisik maupun kesembuhan rohani.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi tengah dunia yang penuh dengan kesulitan, masalah dan dosa, masih adakah orang-orang yang punya waktu untuk melihat. Ya, melihat dan menatap orang lain. Melihat apa yang menjadi kebutuhan yang terpenting dari orang lain. Tentu saja kebutuhan paling mendasar dari orang-orang berdosa adalah kesembuhan rohani. Adakah orang-orang yang bisa melihat hal ini? Di tengah tertawa yang menyembunyikan kegetiran, ditengah pesta untuk pelarian dari masalah dan ditengah pemuasan kenikmatan untuk mengisi kekosongan, bisakah kita melihat kebutuhan sesungguhnya dari orang-orang berdosa? Ataukah kita hanya tertipu dengan orang yang terlihat tertawa, berpesta dan kelihatan menikmati segala kenikmatan dunia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKita butuh anugerah dan iman untuk melihat dengan mata hati kita. Kita terbiasa hanya ingin melihat apa yang ingin kita lihat dan terlalu percaya dengan fenomena. Dunia sedang menipu dengan fenomena kebahagiaan yang palsu dan banyak orang yang percaya bahwa itulah fakta yang harus menjadi tujuan hidup ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePetrus bisa melihat fakta, sehingga ia tidak memberikan emas dan perak (yang ia tidak punya) kepada orang lumpuh itu. Yang diberikannya adalah Yesus Kristus dengan kuasa-Nya. Dan itu cukup bagi orang lumpuh itu. Apa gunanya emas dan perak bagi orang lumpuh itu, jikalau ia tetap lumpuh? Apa gunanya bisa berjalan jikalau ia masih dalam dosa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eI'd rather have JESUS\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSebelum kita melihat kebutuhan utama dari dunia yang berdosa ini, adakah kita juga betul-betul sudah memiliki apa yang menjadi kebutuhan utama itu dan kita puas memuliakan dan menikmati-Nya?\u003cbr /\u003eSalah satu puisi yang saya sukai, ditulis oleh seorang wanita bernama Rhea F. Miller di tahun 1922. Judulnya, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eI'd Rather have Jesus\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eI’d rather have Jesus than silver or gold;\u003cbr /\u003eI’d rather be His than have riches untold;\u003cbr /\u003eI’d rather have Jesus than houses or lands,\u003cbr /\u003eI’d rather be led by His nail pierced hand.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eThan to be a king of a vast domain\u003cbr /\u003eOr be held in sin’s dread sway,\u003cbr /\u003eI’d rather have Jesus than anything\u003cbr /\u003eThis world affords today.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eI’d rather have Jesus than men’s applause;\u003cbr /\u003eI’d rather be faithful to His dear cause;\u003cbr /\u003eI’d rather have Jesus than world-wide fame,\u003cbr /\u003eI’d rather be true to His holy name.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHe’s fairer than lilies of rarest bloom;\u003cbr /\u003eHe’s sweeter than honey from out of the comb;\u003cbr /\u003eHe’s all that my hungering spirit needs,\u003cbr /\u003eI’d rather have Jesus and let Him lead.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3412762310946931908?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3412762310946931908/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/id-rather-have-jesus.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3412762310946931908"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3412762310946931908"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/id-rather-have-jesus.html","title":"I'd Rather Have JESUS"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2637459539332496862"},"published":{"$t":"2008-05-08T10:03:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-08T10:50:48.794+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wawasan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 22"}],"title":{"type":"text","$t":"BBM Naik (Lagi)"},"content":{"type":"html","$t":"Agak bingung juga dengan pemerintah Indonesia. Senang sekali membuat masalah sendiri. Sudah tahu kalau setiap issue kenaikan BBM pasti akan didahului dengan kenaikan berbagai macam hal, tapi tetap saja dibuat issue dulu. Sudah diberitahu kepada publik bahwa kenaikan tidak akan lebih dari 30% (Bagaimana kalau harga minyak dunia, bukan hanya melampaui US$ 120/barrel, tapi sampai US$ 150?, bahkan ada yang sempat memprediksi akan menjadi US$ 200 pada akhir tahun ini). Dan ternyata mengulangi sejarah sebelum2nya, akibat dari issue itu kenaikan harga beberapa barang langsung terjadi dan tentu saja meresahkan masyarakat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang mulai memberi tanggapan dan bertanya. Kenapa pemerintah jadi diperintah sama minyak? Tidak bisakah manusia mencari jalan keluar lain selain bergantung kepada tukang-tukang minyak? Bukankah Indonesia juga anggota OPEC (meskipun sdh bukan pengekspor lagi), tidak bisakah mengontrol para tukang minyak? Lebih banyak lagi pertanyaan dari orang2 yang tidak terlalu mengerti politik dan ekonomi..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJanganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong.\u003cbr /\u003eMazmur 22:12\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eBerharap kepada pemerintah, pasti tidak ada gunanya. Berharap kepada dunia ini akan berubah menjadi lebih baik lagi, lebih tidak berguna lagi. Karena krisis sedang melanda seluruh dunia. Sebenarnya kalau krisis ini terjadi di negara-negara yang tidak mempunyai sumber daya alam yang cukup, maka itu wajar-wajar saja. Tapi, kalau krisis itu terjadi di negara seperti Indonesia yang sangat subur, berlimpah dengan kekayaan alamnya, serta salah satu negara penghasil minyak, maka pasti ada yang salah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eUntuk menguraikan kesalahan satu persatu sama seperti mencoba memperbaiki benang kusut. Semua elemen masyarakat sudah ikut berbagian dalam kehancuran dan krisis bangsa ini. Ketika kepentingan pribadi, suku, golongan, partai, dan agama yang didahulukan maka kita hanya bisa menanggung akibatnya. Tidak ada yang bisa menolong bangsa ini lagi. Kesusahan demi kesusahan harus ditanggung bangsa ini ditengah kelimpahan dan begitu banyaknya berkat Allah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYang bisa menolong adalah Allah sendiri. Teriakan pemazmur, \"Janganlah jauh dari padaku\" adalah teriakan yang bisa menjadi doa kita. Bukan meminta semua kesulitan menjauh dari bangsa ini, tetapi meminta sang Pencipta menyertai bangsa ini menghadapi semua kesulitan yang harus dihadapi. Karena kesulitan-kesulitan yang terjadi akibat kesalahan kita sendiri harus kita hadapi. Kita tidak bisa hanya menginginkan segala yang baik dan enak terjadi dalam kehidupan ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTidak ada yang tidak bersalah di dalam bangsa Indonesia. Semua sedang ikut bersama-sama menjerumuskan bangsa ini. Entah itu secara aktif maupun secara pasif. Entah itu dengan banyak bicara dan tanpa perbuatan ataupun dengan tidak bicara karena tidak peduli. Terlalu banyak orang yang hanya mementingkan kepentingan ekonomi pribadi dan keluarganya. Ketika mengalami saat2 yang baik, tidak memikirkan kepentingan bangsa, bahkan hanya terus memikirkan keinginan2 dan kebutuhannya sendiri yang belum terpenuhi. Dan ketika kekurangan, baru mulai berteriak dan protes.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebenarnya agak aneh kalau kenaikan BBM diprotes. Mengapa? Karena itu bukan kenaikan, tapi pengurangan subsidi. Anugerah yang sudah terlalu banyak, ketika dikurangi harusnya tidak membuat marah. Tapi terlalu banyak yang tidak mengerti dan merasa bahwa mereka sudah selayaknya mendapatkan semua anugerah yang bernama subsidi itu. Sebenarnya penyebab dari pengurangan subsidi adalah pemakaian BBM yang berlebihan pada masa-masa subsidi berkelimpahan. Banyak yang dulu sudah menikmati BBM dengan harga murah tidak merasa berdosa malahan marah dengan mahalnya harga BBM yang akan datang. Upss...... Yang salah siapa? Salah kita sendiri yang dari dulu memakai BBM dengan tidak bijaksana. Kita hanya menuai kesalahan kita sendiri. Seharusnya keadaan sekarang ini membuat kita sadar dan menyesali kesalahan2 masa lalu sambil mencari jalan keluar dan alternatif buat masa yang akan datang. Bukannya protes dan marah!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemakin bingung lagi melihat banyak orang yang bukannya bekerja lebih keras lagi karena kesulitan yang dialami dan mencoba mencari usaha sampingan, malahan demonstrasi menolak kenaikan BBM, menuntut upah lebih tinggi lagi, tapi tidak memberikan sumbangsih apapun bagi bangsa ini. Boro-boro memberikan jalan keluar, yang dipikirkan hanya kebutuhan dan kepentingan diri sendiri.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAlternatif penghematan sudah didengungkan sejak dulu. Tapi apa daya. Hidup dalam negara yang bekelimpahan sumber daya alam dan subsidi berlebihan membuat kita selalu merasa sebagai orang kaya yang bisa menghamburkan semuanya. Akibatnya, di saat harus mengencangkan ikat pinggang dan berhemat, kita tidak terbiasa melakukannya. Bukankah sebagian besar penduduk bangsa Indonesia sudah terbiasa puasa selama satu bulan? Apa susahnya kalau harus mengencangkan ikat pinggang? Bukankah sudah terlatih?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKita perlu meminta kepada Tuhan untuk menyertai kita. Bukan hanya demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita, tetapi agar bisa hidup dengan anugerah dan kekuatan dari-Nya untuk berjuang menghadapi kesulitan hidup ini dengan kerja keras. Di tengah negara Indonesia yang subur ini, masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Tapi butuh kerja keras. Hanya orang-orang yang mau bekerja keras dan tidak hanya mencari jalan yang gampang yang bisa melewati kesusahan demi kesusahan. Bahkan bisa membantu yang lain, memberikan jalan keluar bagi orang-orang disekitarnya. Seharusnya, saat ini Indonesia ikut membantu Myanmar yang sedang mengalami kesulitan luar biasa saat ini. Kesulitan di Indonesia tidak sebanding dengan apa yang dihadapi oleh sesama negara Asean ini. Ketika Gempa dan Tsunami di Aceh, banyak negara yang membantu Indonesia. Ketika negara tetangga kita mengalami kesulitan, adakah kita mengingat dan membantu mereka!? Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau membantu bangsa lain yang lebih menderita, meskipun ditengah kekurangan.\u003cbr /\u003eOrang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan hanya ingin mendapatkan kebutuhan hidupnya dengan sangat gampang adalah orang-orang yang akan membawa kesulitan lebih besar lagi dalam hidupnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMari kita meminta Tuhan untuk tidak segera melepaskan bangsa ini dari kesusahan demi kesusahan. Melainkan meminta Tuhan menyertai bangsa ini dalam menanggung kesusahan yang harus dihadapi yang bisa membuat bangsa ini belajar banyak hal dan bahkan bisa bangkit dari kesulitan2 yang ada dan membantu bangsa-bangsa lain di dunia ini.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2637459539332496862?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2637459539332496862/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/bbm-naik-lagi.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2637459539332496862"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2637459539332496862"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/bbm-naik-lagi.html","title":"BBM Naik (Lagi)"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7573247869217127372"},"published":{"$t":"2008-05-07T11:57:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-07T12:37:00.179+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kenaikan Kristus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes 14"}],"title":{"type":"text","$t":"Persiapan Pindah Rumah"},"content":{"type":"html","$t":"Pindah ke rumah yang baru seringkali menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang mengalami stress. Karena tempat yang baru menuntut beberapa penyesuaian. Biasanya perlu beberapa persiapan sehingga siap untuk pindah ke rumah yang baru. \u003cbr /\u003eUntuk rumah tempat tinggal yang sementara saja perlu persiapan, bagaimana dengan pindah ke rumah yang kekal?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e1 \"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.\u003cbr /\u003eYohanes 14:1-3\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue\"\u003eSudah Tersedia\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan rumah di dunia ini yang perlu dibeli, dicari dan bahkan dibangun sendiri, maka rumah di dalam kekekalan sudah tersedia. Uniknya, rumah itu disediakan gratis oleh Sang Pencipta. Bukan bergantung pilihan dan keinginan kita, tetapi berdasarkan kerelaan kehendak Sang Pencipta yang memberikan anugerah. Yang pasti, seperti pada waktu Ia menciptakan dunia ini dan memberikan yang terbaik bagi manusia, maka ciptaan baru-Nya adalah tempat yang lebih indah, mulia dan sempurna.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJaminan ketersediaan tempat tinggal ini dipertegas dengan kenaikan Tuhan Yesus. Tempat tinggal di rumah Bapa dijamin oleh Tuhan Yesus bagi umat-Nya. Hanya bagi umat-Nya tempat sudah disediakan. Sementara yang tidak percaya kepada Yesus Kristus harus menyediakan tempat bagi dirinya sendiri!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eManusia tidak perlu membantu Tuhan untuk mempersiapkan rumah baginya dalam kekekalan. Karena ketika kita ingin membantu dan mengaturnya, maka kita sedang menunjukkan bahwa kita kurang percaya bahwa sang Pencipta mampu menyediakan segala sesuatunya. Lagipula kita belum pernah pergi ke dalam kekekalan. Bagaimana mungkin kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya? Bagaimana caranya kita 'membangun dan menyediakan' tempat bagi diri kita dalam kekekalan? Mungkinkah!?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue\"\u003ePengembang dan Penjemput\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTuhan Yesus yang menyediakan tempat bagi umat-Nya. Artinya, Ia-lah yang menjadi Pengembang. Ia yang mencipta dan mempersiapkan semuanya. Lebih menarik lagi, Ia juga yang menjemput umat-Nya untuk tinggal di tempat itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYesus Kristus ternyata bukan hanya menyediakan tempat tinggal, sesudah itu menawarkan kepada manusia siapa yag mau tinggal silahkan datang dan tinggal bersama-Nya. Melainkan Ia tahu bahwa tidak ada yang sanggup untuk menyediakan tempat tinggalnya, dan bahkan tidak akan sanggup untuk datang ke tempat kediaman-Nya yang kudus dan sempurna. Maka, Ia sendiri yang harus menyediakan, menguduskan dan menjemput umat-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYesus Kristus adalah Pengembang yang bertanggung jawab, sekaligus Penjemput. Bahkan kalau melihat di ayat 4 dan 6, Yesus Kristus juga adalah satu-satunya Jalan ke tempat itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue\"\u003ePerlu Persiapan?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau kita tahu tempat tinggal di dalam kekekalan sudah tersedia, maka kita harus berhenti gelisah. Tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi tentang kehidupan yang kekal. Bahkan kita bisa melihat bahwa kematian akan menjadi gerbang kepada keuntungan untuk berdiam bersama Kristus sampai selama-lamanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, kata Tuhan Yesus kita hanya perlu percaya saja. Percaya bahwa Allah sudah menyiapkan yang terbaik dan tanpa perlu usaha dan bantuan kita. Kita tidak perlu membayar \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003edown payment\u003c/span\u003e dan mempersiapkan cicilan, karena semua kekayaan di dunia ini tidak sanggup membelinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYang bisa kita lakukan hanyalah bersiap untuk pindah rumah. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan sebagai persiapan:\u003cbr /\u003e1. Merindukan tempat tinggal baru yang sempurna\u003cbr /\u003e2. Bersiap untuk kehilangan semua hal yang sementara\u003cbr /\u003e3. Hidup selalu bersyukur karena sudah dapat hidup yang kekal\u003cbr /\u003e4. Menyelesaikan tugas kita di dunia sebaik mungkin bagi kemuliaan Allah yang sudha memberikan anugerah-Nya bagi kita\u003cbr /\u003e5. Menikmati dan memanfaatkan yang sementara sebagai persiapan menikmati hidup yang kekal\u003cbr /\u003e6. Hidup kudus sesuai panggilan\u003cbr /\u003e7. ..... (Isi sendiri)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang sudah disediakan tempat tinggal di dalam kekekalan, karena tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi ketika menghadapi kematian dan masuk dalam hidup yang kekal.\u003cbr /\u003eSudahkah Anda bersiap untuk pindah rumah?\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7573247869217127372?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7573247869217127372/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/persiapan-pindah-rumah.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7573247869217127372"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7573247869217127372"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/persiapan-pindah-rumah.html","title":"Persiapan Pindah Rumah"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1949900808407757952"},"published":{"$t":"2008-05-06T15:54:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-06T16:54:56.148+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Gereja"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Petrus 5"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Petrus"}],"title":{"type":"text","$t":"Belajar Menggembala"},"content":{"type":"html","$t":"Sudah 14 tahun dapat kesempatan untuk berkhotbah dan pernah menjadi gembala di salah satu gereja, tapi soal menggembalakan, masih perlu banyak belajar.\u003cbr /\u003eDari tanggal 31 April sampai 4 Mei, dapat kesempatan melayani di salah satu gereja Medan. Tahun ini, yang kedua kali ke gereja di Medan. Ada yang tidak saya sukai kalau ke gereja itu, gembala sidangnya suka mengajak kunjungan ke beberapa jemaat yang bermasalah atau sakit berat. Kenapa saya tidak menyukai? Ada dua alasan. Yang pertama, saya tidak terlalu suka dengan berbagai kunjungan yang tidak biasa dilakukan dan seringkali menyita waktu untuk persiapan kotbah. Yang kedua, kalau di Medan semuanya bicara bahasa Hokkian, dan sering tidak diterjemahkan, membuat saya cuma bisa menebak-nebak apa sebenarnya yang terjadi. \u003cbr /\u003eSelain kotbah beberapa kali, kali ini harus ikut menghadapi konseling suami-isteri yang mau cerai, mengunjungi orang yg lumpuh dan tidak bisa bicara lagi, dan mengunjungi seorang ibu yang sakit kanker. Jadi dapat kesempatan untuk belajar menggembalakan dan memikirkan kembali tentang penggembalaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eGembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.\u003cbr /\u003e1 Pet 5:2\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eGembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePemimpin-pemimpin gereja harus memikirkan kembali kalimat dari Rasul Petrus untuk menggembalakan kawanan domba Allah. Karena kebanyakan hanya berfokus untuk mendapatkan orang baru sehingga jumlah jemaat bertambah banyak. Bahkan ibadah dibuat sedemikian rupa demi untuk orang-orang baru merasa nyaman. Ketika penekanan kepada orang-orang baru, biasanya penggembalaan orang-orang lama yang lain diabaikan. Padahal penggembalaan adalah proses seumur hidup. Bahkan para gembalapun masih perlu digembalakan!\u003cbr /\u003eMenggembalakan bisa berarti memberi makan, membuat bertumbuh, melindungi dari musuh dan bahkan berkorban demi kawanan domba. Memberi makan adalah dengan memberikan firman. Banyak yang menafsirkannya hanya dengan berkotbah dan pemahaman Alkitab maka sudah melaksanakan tugas dari seorang gembala. Padahal memberikan firman juga melibatkan pengawasan, dorongan dan contoh bagaimana bergumul dengan firman dan menghidupi firman itu. Tidak segampang dan sesederhana hanya dengan berkotbah dan memimpin Pemahaman Alkitab. Karena domba biasanya sangat bodoh dan gampang tersesat. Perlu bimbingan dan teladan untuk menikmati padang rumput yang hijau dan air yang tenang. Begitu pula di dalam kesulitan, perlu gembala untuk menghiburnya. Apalagi ketika berhadapan dengan musuh. Kehadiran sang gembala akan memberi kekuatan dan penghiburan.\u003cbr /\u003eMemang kita sudah memiliki sang Gembala Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang akan terus menyertai dan tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Tapi, juga sang Gembala Agung menunjuk gembala2 di dunia untuk memimpin kawanan domba-Nya.\u003cbr /\u003ePara gembala harus memandang kepada sang Gembala Agung dan mendapatkan anugerah-Nya untuk melaksanakan tugas yang sangat berat sebagai gembala.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eKerelaan vs Keharusan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTuhan Yesus bertanya kepada Petrus, \"Apakah engkau mengasihi-Ku?\" sebelum meminta Petrus menggembalakan umat-Nya. Tanpa kasih kepada Kristus, tidak akan ada kerelaan. Menjadi gembala yang baik sangat berat dan sulit. Kalau hanya melihatnya sebagai keharusan, maka suatu saat pasti hanya akan menjadi beban yang berat. \u003cbr /\u003ePengalaman sebagai gembala karena keharusan betul-betul tidak pernah akan saya lupakan. Padahal menjadi gembala adalah anugerah Allah yang seharusnya sangat disyukuri dan bisa melihat Kristus sebagai Gembala Agung membimbing umat-Nya melalui diri saya.\u003cbr /\u003eTapi bukan berarti setiap orang yang mau dan rela bisa mengerjakannya. Karena kerelaan ini adalah kerelaan yang sesuai dengan kehendak Allah. Jadi, bergantung kepada kehendak Allah. Jikalau kita mengasihi Allah, maka kita dengan rela ingin menggenapi kehendak-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:blue;\"\u003eMelayani vs Mencari Keuntungan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eZaman sekarang ini tidak ada yang mau rugi. Bahkan yang mau terlibat dalam pelayananpun banyak yang mencari keuntungan. Hal ini bisa terlihat pada apa yang dilakukan oleh seorang gembala. Apakah ia ingin terus memberikan firman, perhatian dan dirinya kepada jemaat dengan sukacita tanpa mengharapkan sesuatu, ataukah ia terlihat hanya bergembira ketika mendapatkan sesuatu dari jemaatnya.\u003cbr /\u003eAda gembala-gembala yang ketika melakukan pelayanannya terlihat seperti orang-orang yang sudah melakukan pekerjaan yang terlalu besar, terlalu berat dan menderita, bahkan sampai tidak ada sukacita sama sekali. Tapi hidupnya terlihat berbeda ketika mendapatkan sesuatu yang menurutnya adalah balasan yang setimpal.  Bukankah bisa melayani itu sudah menjadi anugerah yang luar biasa dari Tuhan??? Bisa terus memberi tiada habis-habisnya menunjukkan hidup kita adalah hidup yang berlimpah. Sebaliknya, keinginan untuk terus mendapatkan dan diberi, menunjukkan hidup yang tidak berisi dan selalu kekurangan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi zaman sekarang ini, masih adakah gembala-gembala yang betu-betul memberi makan, memperhatikan pertumbuhan, menjaga dan mau berkorban bagi umat gembalaannya? Masih adakah gembala-gembala yang bukan melihat tugasnya sebagai keharusan, tapi sebagai kerelaan untuk menggenapi kehendak Allah karena kasih kepada Kristus? Kalau masih ada, tentunya bisa melayanipun sudah dianggap sebagai anugerah dan bahkan kesempatan yang begitu berharga dari sang Gembala Agung, yang sesungguhnya sedang menggembalakan umat-Nya.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1949900808407757952?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1949900808407757952/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/belajar-menggembala.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1949900808407757952"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1949900808407757952"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/05/belajar-menggembala.html","title":"Belajar Menggembala"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1395899078733116965"},"published":{"$t":"2008-04-29T22:48:00.012+07:00"},"updated":{"$t":"2008-08-03T21:53:28.798+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Joglosemar Solo"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 55"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bis Joglosemar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Joglosemar Yogya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Joglosemar"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Backpacker"}],"title":{"type":"text","$t":"Solo-Yogya"},"content":{"type":"html","$t":"Hari Sabtu, 26 April 2008 dan Minggu, 27 April, dapat kesempatan ke Solo. Berangkat Sabtu sore, sampai di Solo langsung kotbah di Pemuda malamnya. Hari minggunya kotbah di empat kebaktian jam 6,8,10 dan terakhir jam 17.00.\u003cbr /\u003eKarena pertama kali ke Solo, maka sebelum berangkat sudah persiapan peta. Rencananya mau jalan-jalan keliling Solo sendirian, sesudah itu hari senin mau ke Yogya. Jalan-jalan keliling Yogya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDapat tiket pesawat Lion Air berangkat dari Jakarta ke Solo, pulang hari senin sore dari Yogya. Berangkat cuma bawa \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebackpack\u003c/span\u003e. Ternyata, ada yang ketinggalan. Peta Solo dan Yogya yg sudah didownload, lupa di transfer ke PDA. Upss... Kacau deh rencananya.\u003cbr /\u003eRasanya makin ga enak karena Lion Air seperti biasanya delay, hampir satu jam. Padahal waktu utk kotbah di Solo sudah mepet banget. Bingung, kenapa Lion selalu delay??? Kapan on time Lion??? Mungkin singanya sudah punya banyak anak, jadi masih harus ngurus anak-anaknya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSampe Solo pas banget, langsung ke gereja dan kotbah. Tanggapan pemuda di sana selesai kotbah, \"Baru kali ini kotbah menarik dan ga bikin ngantuk!\" Ga sadar kalau ngomongnya didepan pembinanya. Sesudah itu yang ngomong sadar kalau salah ngomong:) \u003cbr /\u003eHabis makan malam diantar ke Hotel, yg deket banget sama gerejanya. \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://hsk-solo.com/\"\u003eHotel Sahid Kusuma\u003c/a\u003e, bintang 4. Lumayan banget.. Di websitenya, Executive Suite yang saya pake per malammya $125, tapi 2 malam nginap di situ sepertinya ga segitu bayarnya, didiskon habis.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHari minggu selesai kebaktian 3, diajak makan siang ke Bale Padi. Sesudah itu mereka dengan baiknya ngajak keliling Solo begitu tahu kalau saya tidak biasa tidur siang. Tur keliling Solo gratis ada tour guidenya lagi.. Thanks..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSenin pagi rencanya mau ke Yogya pagi2 banget, pengen coba naik kereta Pramex. Minggu malamnya iseng2 telpon teman di Yogya. Katanya, mendingan naik Joglosemar. Soalnya Pramex penuh banget dan sampe Yogyanya kepagian. Di hotel ada rental internet, jadi bisa cek langsung di internet info tentang Joglosemar. Susah banget dapat infonya. \u003cbr /\u003eBegitu di telpon, cuman masuk mailbox Telkom Flexi. Lha iyalah, minggu malam kan libur..!\u003cbr /\u003eAhirnya putusin naik Joglosemar, karena ternyata bisa naik dari depan hotel Sahid Kusuma, di Liberty Cell. Artinya dari jam 7 pagi sampe jam 09.30, masih ada waktu jalan-jalan. Sewa becak keliling Solo deh. Ke Pasar Klewer, Kraton, terus nyari Roti Mandarin. Setiap ke tempat2 yang menarik, bisa turun dan ditungguin sama tukang becaknya. Ongkosnya berapa? 20 ribu! Sudah termasuk biaya tunggu, plus biaya ngebut karena terakhir waktunya sudah mepet harus kembali ke hotel. Waktu dikasih 50 ribu dan ga usah kembali, tukang becaknya seperti mau pingsan, karena banyak banget! Saya jadi kaget, kenapa dia kaget? Memang sih dia sudah cerita sebelumnya kalau bisa dapat 50 ribu sehari itu kalau lagi rame banget. Hari ini, masih pagi sudah dapat 50 ribu.. Dia  sangat-sangat bersyukur.. Saya jadi bersyukur, karena melihat dia bersyukur..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTernyata, naik Joglosemar dari Solo ke Yogya, hanya sendirian. Tapi tetap jalan meskipun penumpang cuma satu. Mirip naik taksi aja, tapi ini murah banget, 25 ribu. Itupun sudah dapat snack dan aqua. Apa ga rugi Joglosemar kalau penumpangnya cuma satu???\u003cbr /\u003eIni info Joglosemar yang saya dapat dari snack boxnya, agak berbeda sedikit dengan yang ada di tiket. \u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cp\u003e\u003ca href\u003d\"http://www.shareapic.net/content.php?id\u003d10336617\u0026owner\u003dartron\" target\u003d\"new\"\u003e\u003cimg src\u003d\"http://www.shareapic.net/preview3/010336617.jpg\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e \u003c/p\u003eKlik untuk memperbesar\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eJogja Town Office\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJln Magelang Km.6,3 Yogyakarta\u003cbr /\u003ePhone 0274- 7480462, 7475602\u003cbr /\u003ePopeyes Chicken Kedaung, Jln. Mangkubumi, Timur Stasiun Tugu 0274-7475601\u003cbr /\u003eMc. Donald's Jln. Jend. Sudirman 0274-7170884\u003cbr /\u003eGudeg Bu Citro Jln. Adisucipto Km.9 0274-489330\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eSolo Town Office -RM SARI\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJln Slamet Riyadi No. 366 Solo\u003cbr /\u003ePhone 0271-7050441, 716862\u003cbr /\u003eLiberty Cell 0271-637198\u003cbr /\u003eBaron Indah Hotel 0271-729071\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eSemarang Town Office-Miranda Resto\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJln. Setiabudi (Taman Tabanas), Srondol Semarang\u003cbr /\u003ePhone 024-70105010\u003cbr /\u003eTIC Pemuda 024-70167756\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSampe di Yogya, ga jadi jalan-jalan. Cuma ke AmPlaz, beli kaos titipan anak2 di Starbucks. Lalu makan siang dan ngobrol2 dengan dua orang teman lama. Sesudah itu naik taksi ke airport. Deket banget. Lion Air delay lagi dengan berbagai alasan... Padahal harus buru2 pulang untuk persiapan kotbah lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesudah dievaluasi, rencana yang sudah disiapkan sebelumnya untuk backpacker di Solo dan Yogya ternyata berantakan, tapi jalan2 yang Tuhan berikan ternyata jauh lebih baik. Terima Kasih Tuhan. Jadi inget satu ayat Alkitab:\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eSebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.\u003cbr /\u003eYes 55:8\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1395899078733116965?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1395899078733116965/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/solo-yogya.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1395899078733116965"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1395899078733116965"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/solo-yogya.html","title":"Solo-Yogya"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8176677176785668972"},"published":{"$t":"2008-04-28T21:53:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-29T21:57:38.016+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Perumpamaan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 22"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"}],"title":{"type":"text","$t":"Baju Pesta"},"content":{"type":"html","$t":"Kebanyakan orang sangat menginginkan melihat jumlah orang yang sangat banyak hadir dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Semakin banyak orang yang datang, maka semakin sukses acara itu. Demi untuk kesuksesan acara itu, maksudnya demi untuk banyak orang yang datang, maka kualitas dan pemilihan tidak dihiraukan. Yang penting banyak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBagaimana dengan Tuhan? Apakah Ia juga tertarik dengan jumlah yang banyak untuk masuk Kerajaan Sorga? Adakah Ia tidak memilih orang-orang yang Ia inginkan untuk masuk?\u003cbr /\u003eKalau Ia memilih, apa dasar pemilihan-Nya? Kebaikan seseorang?\u003cbr /\u003e \u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 2 \"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. 3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang....\u003cbr /\u003e9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. 11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. 12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.\u003cbr /\u003e14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.\"\u003cbr /\u003eMat 22:1-14\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003ePerumpamaan tentang Perjamuan Kawin ini adalah sambungan dari dua perumpamaan sebelumnya di dalam Matius 21, perumpamaan tentang dua orang anak dan perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebuan anggur. Ketiga perumpamaan ini diajarkan di Bait Allah di Yerusalem, sesudah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi mempertanyakan dari mana kuasa Yesus. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eUndangan Allah untuk bersukacita (2)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eUndangan Allah bagi manusia adalah undangan untuk bersukacita bersama-sama dengan-Nya. Dari sejak Allah mencipta manusia, Ia memberikan bukan hanya kebutuhan tapi juga kenikmatan yang bisa membuat manusia bersukacita. Bahkan untuk sampai selama-lamanya, Ia mau supaya umat-Nya bisa bersukacita. Sayang sekali, manusia dari awal sudah menolak sukacita yang sejati karena ditipu oleh Iblis. Bahkan sepanjang zaman, manusia menolak undangan yang Allah terus berikan kepada manusia.\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang yang mendapatkan anugerah untuk diundang. Dan lebih berbahagia lagi orang-orang yang mendapatkan anugerah untuk menerima undangan itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue\"\u003eAkibat undangan ditolak (3-7)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBahkan bangsa pilihan Allah sendiri terus-menerus nabi-nabi yang diutus oleh Allah. \u003cbr /\u003eMengapa mereka menolak? Karena mereka lebih memperhatikan kebutuhan hidup mereka. Mereka tidak mau memberi perhatian kepada undangan Allah. Mereka merasa sudah cukup baik dengan perbuatan mereka untuk masuk dalam kerajaan Sorga. Selama hidup mereka enak dan cukup, mereka tidak butuh Allah. Selama sejarah Israel menunjukkan bahwa mereka hanya datang kepada Allah dalam kesulitan mereka. Mereka hanya mengharapkan sukacita yang sementara dan tidak mau menerima sukacita sejati!\u003cbr /\u003eLebih parah lagi, mereka dengan aktif melawan para utusan Allah, mempermalukan, memukul dan bahkan ada yang dibunuh.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAkibatnya, Allah membinasakan mereka dan membakar kota mereka. Tuhan Yesus membicarakan tentang kehancuran Yerusalem yang terjadi pada tahun 70 M. Meskipun penghukuman ini juga berlaku bagi orang-orang yang menolak undangan itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBelajar dari bangsa pilihan Allah, adakah kita juga hanya memanfaatkan Allah demi untuk kebutuhan sehari-hari tapi menolak sukacita kekal yang ditawarkan di dalam Dia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eUndangan lain bagi yang tidak layak (8-10)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKetika bangsa pilihan-Nya menolak, maka panggilan terbuka bagi bangsa-bangsa lain yang lebih tidak layak lagi. Bangsa pilihan-Nya sendiri tidak layak, apalagi bangsa-bangsa lainnya.\u003cbr /\u003eKita harus memikirkan bahwa kita tidak pernah layak. Yang layak bagi kita adalah hidup menderita, dimurkai Allah dan masuk neraka sampai selama-lamanya. Kalau masih dapat hidup seperti sekarang ini, apalagi diundang untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, maka anugerah Allah terlalu besar bagi kita yang tidak layak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eBanyak yang dipanggil tapi sedikit yang dipilih (11-14)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePanggilan umum berlaku bagi setiap bangsa, tapi bukan berarti semua orang pasti dipilih. Karena hanya orang pilihanlah yang mendapatkan anugerah itu. \u003cbr /\u003eKelihatannya aneh, kalau sang Raja menuntut setiap orang memakai pakaian pesta. Bukankah semua orang tidak mempersiapkan diri untuk ke perjamuan kawin? Pasti semuanya tidak bersiap dengan pakaian pesta! Tapi, kenapa ada yang berpakaian pesta dan ada yang tidak? Seperti adat dari beberapa daerah Timur, kemungkinan besar setiap orang yang datang diberikan baju pesta dan diminta untuk mengganti bajunya yang tidak layak. Tapi, ada orang yang merasa bajunya sudah cukup baik dan cukup layak, sehingga tidak perlu diganti.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda anugerah yang ditawarkan untuk masuk dalam pesta dengan memakai pakaian yang layak, tapi ada yang menolak karena merasa sudah cukup layak. Hanya orang pilihanlah yang dikenakan baju pesta dan siap untuk perjamuan kawin itu. Orang-orang yang merasa sudah cukup baik dan tidak mau mengganti pakaiannya, adalah orang-orang yang akan mendapatkan penghukuman karena menolak anugerah itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTidak ada yang layak untuk dipanggil dan dipilih. Semua manusia tidak layak dihadapan Allah, tidak ada yang cukup baik untuk bisa dipilih. Kalaupun ada yang dipanggil dan dipilih, dasarnya adalah kemurahan dan belas kasihan Allah. Panggilan bisa diberikan kepada setiap orang, tapi anugerah keselamatan hanya bagi orang yang sudah dipilih Bapa sebelum dunia dijadikan, ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Semuanya adalah anugerah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApakah Anda yang diundang Allah untuk bersukacita bersama-Nya? Apakah Anda sudah mengenakan baju pesta yang adalah anugerah-Nya? Siapkah Anda menikmati segala kepenuhan sukacita di dalam Yesus Kristus?\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8176677176785668972?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8176677176785668972/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/baju-pesta.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8176677176785668972"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8176677176785668972"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/baju-pesta.html","title":"Baju Pesta"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5392965537212583902"},"published":{"$t":"2008-04-23T11:20:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-23T12:35:58.475+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Timotius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Timotius 2"}],"title":{"type":"text","$t":"Mulia tapi Kotor"},"content":{"type":"html","$t":"Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang indah. Tapi, keindahan itu seringkali tertutup dengan berbagai macam sampah dan ketidakbersihan. Memang ada beberapa tempat yang masih bisa dijaga kebersihannya, hotel-hotel berbintang empat dan lima umumnya masih menjaga kebersihannya. Berbeda dengan kota-kota, jalanan, tempat wisata, apalagi fasilitas umum. Yang indah dan baik terlihat kotor dan seringkali menjadi tidak menarik. Seandainya yang baik dan indah itu bersih dan diatur dengan rapi, apa yang akan terjadi?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eharusnya tidak mulia\u003c/span\u003e) 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePerbaikan Terjemahan dan Alur\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAyat 21, mempergunakan empat kata kerja.  Kata kerja pertama dan kedua dalam kalimat \"Jika seorang \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003emenyucikan\u003c/span\u003e dirinya dari hal-hal yang jahat, ia \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eakan menjadi\u003c/span\u003e perabot rumah untuk maksud yang mulia\"; adalah kata kerja aktif dan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003emiddle\u003c/span\u003e yang bernuansa masa depan (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003efuture\u003c/span\u003e). Sedangkan kedua kata kerja lainnya dalam kalimat \"ia \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003edikuduskan\u003c/span\u003e, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003edisediakan\u003c/span\u003e untuk setiap pekerjaan yang mulia.\"; adalah kata kerja \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eparticiple\u003c/span\u003e pasif dalam bentuk lampau (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eperfect: sudah selesai tapi dampaknya terus sampai sekarang\u003c/span\u003e).\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSehingga, terjemahan yang lebih tepat,\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:normal;color:darkred;\"\u003e21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003esudah\u003c/span\u003e dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003esudah\u003c/span\u003e disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eArtinya, pengudusan, dipandang layak untuk dipakai dan disediakan pekerjaan mulia sudah selesai. Yang belum terjadi adalah seseorang menyucikan dirinya. Itu sebabnya, kalimat seseorang menyucikan diri ditulis pertama, karena merupakan penekanan dari keseluruhan ayat 21.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePerabot Mulia: \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ealready but not yet\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDalam ayat 20, Paulus mengatakan ada dua macam perabot. Perabot yang mulia dan perabot yang tidak mulia. Perabot mulia adalah perabot yang sudah dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai dan sudah disediakan pekerjaan yang mulia oleh Tuhan, seperti yang disebutkan dalam ayat 21. Kedaulatan Allah yang menentukan siapa perabot-Nya yang mulia, yang ditebus, dikuduskan dan dipakai. \u003cbr /\u003ePengudusan, dipandang layak untuk dipakai dan disediakan pekerjaan mulia sudah terjadi di waktu lampau. Semuanya sudah selesai dan beres. Perabot mulia tidak bisa berubah menjadi perabot tidak mulia. Begitu juga sebaliknya. Masalahnya, apakah perabot mulia itu mengerjakan pekerjaan mulia?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSaya percaya yang dimaksud dengan perabot mulia adalah semua orang pilihan. Tapi, mengapa orang pilihan yang sudah ditebus tidak menunjukkan dirinya sebagai perabot yang mulia dan tidak mengerjakan pekerjaan yang mulia? Karena ada yang \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003enot yet\u003c/span\u003e, belum selesai.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eSucikan Diri\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSekalipun perabot mulia itu sudha dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai dan sudah disediakan pekerjaan mulia, tapi kalau kotor dan tidak bersih, maka tidak bisa dipakai dan menunjukkan keindahan. Contohnya: seperti gelas yang berasal dari perak terbaik dan termahal, tapi gelas itu dipenuhi dengan kotoran binatang, maka gelas itu tidak akan dipakai. Kalau ingin memakai gelas itu, maka gelas itu harus dibersihkan. Keindahan dan kemuliaannya hanya terlihat sesudah dibersihkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOrang percaya dasarnya dari orang berdosa yang kotor, tapi sesungguhnya kita adalah gambar Allah yang mulia, perabot yang mulia. Kita sudah dipilih untuk diselamatkan. Sudah disediakan pekerjaan baik (Efesus 2:10). Kematian Yesus Kristus sudah menguduskan kita. Tapi, adakah kita juga mengerjakan tanggung-jawab kita, menyucikan diri dan meninggalkan ketidakbenaran? Bukan untuk dibenarkan dan diselamatkan. Tapi justru karena sudah dibenarkan dan diselamatkan, maka kita harus hidup sesuai dan panggilan itu dan hidup dalam pekerjaan baik yang sudah disediakan Allah sebelumnya. Ia mau kita hidup didalam pekerjaan yang mulia itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang kudus yang menyucikan dirinya, karena kemuliaannya justru akan menyatakan kemuliaan Allah dan membuat orang-orang akan memuliakan Bapa di Surga.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5392965537212583902?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/5392965537212583902/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mulia-tapi-kotor.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5392965537212583902"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5392965537212583902"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mulia-tapi-kotor.html","title":"Mulia tapi Kotor"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8617748091107768716"},"published":{"$t":"2008-04-21T11:05:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-21T12:21:48.089+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Timotius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Timotius 2"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kedaulatan Allah"}],"title":{"type":"text","$t":"Tuhan mengenalmu?!"},"content":{"type":"html","$t":"Sepanjang zaman selalu muncul ajaran-ajaran sesat. Baik yang dari awal sudah sesat, maupun menjadi sesat sesudah beberapa generasi selanjutnya. Salah satu ciri dari ajaran sesat, selalu merasa dirinya yang paling benar dan yang lainnya salah!\u003cbr /\u003eKalau selalu klaimnya adalah yang paling benar. Apalagi mereka juga dengan beraninya memakai nama Tuhan dan merasa berasal dari pemberian Tuhan. Bagaimana kita bisa melihat bahwa mereka tidak benar? Bagaimana kita tahu bahwa kita dalam kebenaran?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eTetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: \"Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya\" dan \"Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.\"\u003cbr /\u003e2 Timotius 2:19\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eMeterai\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePermasalahan ajaran sesat juga terjadi di tempat Timotius melayani. Dan kemungkinan terjadi berbagai macam pertanyaan dari jemaat yang bingung. Mana yang benar? Apakah mereka salah? Bagaimana bisa membedakan yang benar dan tidak benar?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePaulus memberikan jawaban kepada Timotius, ada dua tanda untuk menunjukkan berasal dari kebenaran atau tidak. Tanda itu begitu kuat dan teguh, bahkan dikatakan seperti dimeterai. Tanda yang sah dan kuat. Kedua tanda itu adalah: Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya dan setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.\u003cbr /\u003eTanda yang pertama adalah kedaulatan Allah, sedangkan yang tanda yang kedua adalah tanggung jawab manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eTuhan Mengenal\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKetika seseorang mengaku membawa ajaran 'kebenaran' yang berasal dari Allah, maka yang pertama-tama bisa membuktikan adalah Allah sendiri. Karena hanya Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tahu kalau Tuhan mengenalnya?\u003cbr /\u003eSetiap orang percaya dimeterai oleh Roh Kudus. Maka Roh Kudus melalui firman-Nya akan menunjukkan apakah Ia mengenal orang yang menyatakan memiliki kebenaran itu. Caranya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCaranya dengan menguji setiap ajaran yang disebut kebenaran itu dengan seluruh kebenaran yang ada di dalam Alkitab. Ada beberapa kemungkinan yang akan didapatkan. Yang pertama bertentangan, yang kedua kelihatan mirip (ini yang paling berbahaya), dan yang ketiga sama dengan prinsip2 dalam Alkitab. Dari pengujian lewat firman, Allah Roh Kudus akan menunjukkan bahwa orang itu adalah kepunyaan-Nya.\u003cbr /\u003eKalau kita terbiasa melakukan pengujian ini, sebenarnya akan lebih gampang untuk melihat apakah betul ajaran itu berasal dari Tuhan atau tidak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKadang-kadang kelemahan kita di dalam menguji melalui firman Tuhan akan membuat ajaran itu terlihat sangat mirip dengan kebenaran dan mampu 'menipu' banyak orang, tapi Tuhan sendiri tidak bisa ditipu. Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya. Waktunya tiba, semuanya akan tersingkap dan Tuhan akan menunjukkan dengan cara-Nya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eTinggalkan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTanda kedua adalah meninggalkan ketidakbenaran. Seseorang yang mengajarkan kebenaran dan percaya kepada kebenaran itu, akan menghidupi kebenaran itu. Maka, kalau seseorang mengaku mengajarkan kebenaran tetapi hidupnya terus-menerus dalam ketidakbenaran, betulkah ia sendiri percaya kepada kebenaran? Kalau ia tidak percaya kepada kebenaran yang harus dihidupi, betulkah ia sungguh2 menyebut nama Tuhan? Betulkah bahwa ia adalah kepunyaan-Nya? Jangan-jangan cuma \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ege-er doang\u003c/span\u003e..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePengujian apakah seseorang itu hidup dalam kebenaran, kadang-kadang Tuhan mengijinkan masyarakat dan norma2nya, meskipun Alkitab yang selalu menjadi dasar utama. Pengujian ini bukan bertujuan mencari-cari kesalahan. Karena pasti semua orang masih berdosa, dan masih ada aspek2 dalam hidupnya yang masih harus dibereskan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eOrang percaya bisa melihat dengan jelas tanda dari orang-orang yang hidup dalam kebenaran, menyebut nama Tuhan dan meninggalkan ketidakbenaran. Orang yang berani menyebut nama Tuhan, mau dikoreksi oleh kebenaran-kebenaran firman Tuhan dan mau meninggalkan setiap ketidakbenaran yang bertentangan dengan firman Tuhan.\u003cbr /\u003eBerbeda sekali dengan para pengikut dan pengajar ajaran sesat yang sudah merasa tidak perlu lagi diuji dan dikoreksi, malahan ingin mengoreksi semuanya harus sesuai dengan ajarannya. Begitu juga dengan kehidupan mereka, yang tidak mau dikoreksi dan diuji lagi, bahkan merasa seharusnya seluruh dunia harus hidup seperti mereka.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eApakah Tuhan mengenalmu?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003ePertanyaannya bagi kita, benarkah kita? Apakah Tuhan mengenal kita? Apakah kita kepunyaan Tuhan? Apakah Tuhan memimpin hidup kita dalam kebenaran? Apakah kita selalu bersedia dikoreksi dengan kebenaran-kebenaran dari firman Tuhan? Adakah kita sudah meninggalkan setiap ketidakbenaran yang kita tahu?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eBapa, ampuni kami, milik kepunyaan-Mu, yang sering merasa sudah terlalu benar. Padahal kenyataannya dalam kehidupan ini kami berhadapan dengan lebih banyak ketidakbenaran yang masih kami lakukan. Ampuni kami ya Bapa. Biarlah kebenaran-kebenaran firman-Mu terus mengoreksi kami, dan membuat kami bukan hanya tahu dan setuju akan kebenaran, tapi kami menghidupi kebenaran-kebenaran firman-Mu dengan pimpinan Roh Kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8617748091107768716?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8617748091107768716/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/tuhan-mengenalmu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8617748091107768716"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8617748091107768716"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/tuhan-mengenalmu.html","title":"Tuhan mengenalmu?!"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-490126242006925079"},"published":{"$t":"2008-04-19T10:50:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-19T11:03:41.535+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya 49"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Penginjilan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Internet"}],"title":{"type":"text","$t":"Internet Evangelism Day (27 April)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eA resource for churches, Bible Colleges, groups and individuals because …\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e... over 1 billion people use the Web\u003cbr /\u003e... the Internet is changing the world\u003cbr /\u003e... God is using the Web to transform lives\u003cbr /\u003e... “We’d love to use the Web for outreach, but we don’t know how”\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkblue;\"\u003eInternet Evangelism Day\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e is here to tell you about …\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e    * what God is doing on the Web\u003cbr /\u003e    * outreach strategies that work online\u003cbr /\u003e    * how you, your church or Christian group can use the Web for outreach – and how to make effective church websites reach into the community\u003cbr /\u003e    * planning an Internet Evangelism focus day for your church, Bible college or Christian group \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eA focus day for your church\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIn other words, this site works at two levels. It demonstrates that the coming years are the ‘day’ of digital outreach. And it provides free downloads to enable you to create your own web evangelism awareness day for your church or Christian group, on (or near) 27 April.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eHow we can help you: learn more \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://ied.gospelcom.net/helpingyou.php\"\u003ehere\u003c/a\u003e, or watch the video clip below.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e“… in the day of salvation I will help you; I will keep you and will make you to be a covenant for the people …” \u003cbr /\u003eIsaiah 49:8\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003cobject width\u003d\"425\" height\u003d\"355\"\u003e\u003cparam name\u003d\"movie\" value\u003d\"http://www.youtube.com/v/Fl-hHKANP4Q\"\u003e\u003c/param\u003e\u003cparam name\u003d\"wmode\" value\u003d\"transparent\"\u003e\u003c/param\u003e\u003cembed src\u003d\"http://www.youtube.com/v/Fl-hHKANP4Q\" type\u003d\"application/x-shockwave-flash\" wmode\u003d\"transparent\" width\u003d\"425\" height\u003d\"355\"\u003e\u003c/embed\u003e\u003c/object\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-490126242006925079?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/490126242006925079/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/internet-evangelism-day-27-april.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/490126242006925079"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/490126242006925079"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/internet-evangelism-day-27-april.html","title":"Internet Evangelism Day (27 April)"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3572685847642632630"},"published":{"$t":"2008-04-17T17:46:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-17T20:35:03.176+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengkhotbah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengkhotbah 12"}],"title":{"type":"text","$t":"Kapan Sekolah lagi?"},"content":{"type":"html","$t":"Kemarin habis ditelpon seorang pendeta, selain berbicara tentang pelayanan, akhirnya sedikit berbicara tentang rencananya untuk studi ke Australia. Mendengar ceritanya, jadi teringat dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh orang-orang pada saat pelayanan, \"Kapan sekolah lagi?\"\u003cbr /\u003eAda dua hal yang terpikirkan waktu mendengar pertanyaan ini. Pertama, kotbah saya mungkin sudah tidak berisi lagi, jadi harus sekolah lagi. Kedua, mungkin mereka melihat kapasitas saya yang harus dikembangkan. \u003cbr /\u003eJadi bergumul dan bertanya, haruskah sekolah lagi? Apa motivasi dan tujuannya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e12 Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. 13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.\u003cbr /\u003ePengkhotbah 12:12-13\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eSekolah bukan untuk Gelar\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang melelahkan dirinya hanya untuk gelar. Gelar bahkan sering dianggap lebih penting daripada kapasitas dan kemampuannya. Biasanya yang hanya memikirkan gelar, bisa melakukan apa saja demi untuk gelar. Akibatnya, kesempatan untuk memuliakan Tuhan di dalam takut akan Allah bukanlah hal yang penting, lebih penting gelarnya. Bagi Pengkhotbah, hanya melelahkan badan. Padahal seharusnya belajar bisa memuliakan Allah di dalam takut akan Allah. Hanya orang-orang yang berjiwa kecil yang membutuhkan gelar untuk membuat dirinya menjadi kelihatan lebih besar dan dihormati orang lain. Celakanya, di dunia ini lebih banyak orang berjiwa kecil, yang ingin melihat kebesaran dari orang-orang yang mempunyai gelar.\u003cbr /\u003eBukan berarti menolak gelar. Karena gelar pasti akan datang untuk orang-orang yang memiliki kemampuan itu. Tapi perlu bertanya dengan jujur, apakah gelar yang membuat kita menjadi lebih baik dan mulia, ataukah karena kemuliaan yang sudah Tuhan berikan maka gelar hanya sekedar pengakuan. Meskipun bagi sebagian orang, mungkin tidak akan pernah ada pengakuan itu. Yang lebih penting bukan gelarnya, tapi proses dalam belajarnya.\u003cbr /\u003eSeharusnya setiap kali ada kebenaran yang didapatkan dalam belajar, maka kita bisa melihat Tuhan sebagai sumbernya. Belajar bisa menjadi kesempatan untuk melihat keagungan Tuhan di dalam segala ilmu pengetahuan, penciptaan, pemeliharaan dan kesempurnaan dalam rancangan Tuhan. Yang selanjutnya bisa membuat kita makin kagum (takut) kepada Allah yang jadi sumbernya dan makin memuliakan Allah. Bahkan misteri dalam ilmu pengetahuan, akan membuat manusia sadar keterbatasannya dan mengakui keagungan Tuhan yang belum membukakan semuanya kepada manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eSekolah bisa setiap saat\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJika yang dimaksud dengan sekolah adalah belajar. Maka belajar itu bisa kapan saja. Hidup ini adalah kesempatan untuk belajar. Justru seseorang berhenti bertumbuh ketika berpikir bahwa jika selesai sekolah/liburan bisa tidak belajar.\u003cbr /\u003eSekolah formal sebenarnya hanyalah bagi orang-orang yang perlu dibantu untuk bisa belajar, karena sulit untuk belajar sendiri. Tentu saja semua orang membutuhkannya waktu masih kecil. Tapi, di masa tertentu seseorang bisa belajar tanpa sekolah formal.   Bukan berarti bisa belajar sendiri tanpa bergantung kepada orang lain, justru sebaliknya. Mampu untuk belajar dari lebih banyak orang lagi. Berbeda dengan sekolah formal yang hanya bergantung kepada guru-guru tertentu, seseorang yang sudah tidak membutuhkan sekolah formal justru mampu belajar dari hampir setiap orang. Artinya, sekolah formal sebenarnya hanya mengajarkan dan memotivasi untuk belajar sendiri secara tidak formal. \u003cbr /\u003eKesulitan yang dialami oleh seseorang yang belajar di luar sekolah formal lebih besar dibandingkan dengan yang sekolah formal. Karena butuh disiplin diri yang lebih tinggi dan perlu hati yang lebih luas.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eKenal diri dan Panggilan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBagi saya, untuk sekolah formal lagi butuh kejujuran dalam mengenal diri dan panggilan. Karena terlalu banyak yang ikut \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003etrend\u003c/span\u003e untuk sekolah lagi. Benarkah memang perlu untuk sekolah formal lagi? Apakah kalau sekolah formal lagi bisa makin memuliakan Tuhan? Apakah gelar tambahan menjamin hidup akan lebih sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, lebih mencintai Tuhan dan lebih menggenapi apa yang menjadi rencanaNya? Ataukah hanya pemuasan keinginan, demi kebanggaan diri yang salah, atau kesempatan untuk melarikan diri dari tugas yang ada sekarang ini dan berbagai macam alasan lainnya?\u003cbr /\u003eBanyak belajar bisa melelahkan badan, tapi kalau itu bagian dari pemberian Allah untuk memuliakan Dia dan makin takut akan Dia, maka tidak ada kata berhenti untuk belajar. Baik dengan sekolah formal maupun dalam \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eschool of life\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3572685847642632630?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3572685847642632630/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/kapan-sekolah-lagi.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3572685847642632630"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3572685847642632630"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/kapan-sekolah-lagi.html","title":"Kapan Sekolah lagi?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6090010975954589535"},"published":{"$t":"2008-04-17T16:36:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-17T16:55:26.139+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"The Bridge"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Film"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"MOST"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Penginjilan"}],"title":{"type":"text","$t":"MOST (The Bridge)"},"content":{"type":"html","$t":"MOST (The Bridge) adalah sebuah film pendek yang dibuat di Czech.  Film ini sudah menang banyak Awards. Lengkapnya bisa dilihat di www.mostthemovie.com\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFilm yang ada di bawah ini adalah hasil editan dari seseorang untuk acara di gerejanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cembed src\u003d\"http://godtube.com/flvplayer.swf\" FlashVars\u003d\"viewkey\u003d13a4a045cd290bc2ae2d\" wmode\u003d\"transparent\" quality\u003d\"high\" width\u003d\"330\" height\u003d\"270\" name\u003d\"godtube\" align\u003d\"middle\" allowScriptAccess\u003d\"sameDomain\" type\u003d\"application/x-shockwave-flash\" pluginspage\u003d\"http://www.macromedia.com/go/getflashplayer\" /\u003e\u003c/embed\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003eKalau tidak kelihatan gambarnya, artinya belum download Adobe Flash Player.\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6090010975954589535?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6090010975954589535/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/most-bridge.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6090010975954589535"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6090010975954589535"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/most-bridge.html","title":"MOST (The Bridge)"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1212481037213413686"},"published":{"$t":"2008-04-16T08:20:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-16T09:27:36.029+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengkhotbah 3"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pengkhotbah"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kerja"}],"title":{"type":"text","$t":"CAKEP Banget"},"content":{"type":"html","$t":"Hidup ini melelahkan. Capek banget. Khususnya bagi orang-orang yang betul-betul kerja keras. Orang yang tidak kerjapun sebenarnya hidup ini melelahkan dan menuju kepada \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebete\u003c/span\u003e, bosan total. Mengapa hidup ini hanya kelihatan melelahkan dan membosankan? Bukankah hidup ini mempunyai segala macam penghiburan dan kesenangan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.\u003cbr /\u003ePengkhotbah 3:9-13\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePemberian Tuhan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi ayat 10, Pengkhotbah mengatakan bahwa Allah yang memberikan tugas/pekerjaan yang melelahkan bagi manusia. Kejatuhan manusia di dalam dosa membuat tidak ada lagi yang gampang di dalam hidup ini. Pilihan hidup manusia untuk mengikuti kehendak dirinya yang berdosa, membuat seumur hidup manusia harus bekerja keras untuk mempertahankan hidupnya di dunia. Akibatnya, pasti capek banget.\u003cbr /\u003eYang mencoba menghindar dari kerja keras, pada waktunya juga akan berhadapan dengan beban dan penderitaan lain yang melelahkan hidupnya. Tidak ada manusia yang tidak akan mengalaminya. Sama seperti dalam puisi tentang waktu yang ditulis pengkhotbah di dalam  Pkh 3:1-8, semuanya ada waktunya. Hidup yang melelahkan dan berbeban itu pada waktunya akan dialami, dan itu akan terjadi berulang-ulang dalam hidup ini. Apa untungnya dari pekerjaan yang dilakukan dengan susah payah?\u003cbr /\u003eDi ayat 12 dan 13, ada yang lain lagi yang merupakan pemberian Allah. Menikmati kesenangan dan menikmati makan-minum. Kedua hal ini bisa menjadi pelarian dari kelelahan manusia, ataupun menjadi tujuan dari segala jerih payah dalam pekerjaannya.\u003cbr /\u003eBanyak orang yang ingin mengambil jalan pintas, tidak perlu kerja keras, tapi langsung ingin bersenang-senang menikmati semuanya. Akibatnya, justru sulit untuk menikmati.\u003cbr /\u003eAda juga yang karena telah terbiasa bekerja keras, jadi sulit untuk menikmati segala kesenangan.\u003cbr /\u003ePengkhotbah mengatakan, baik pekerjaan yang melelahkan maupun menikmati kesenangan, keduanya adalah pemberian Allah. Kalau itu pemberian Allah, haruskah kita menolaknya? Adakah yang salah di dalam pemberian Allah?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eHidup itu Indah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTernyata pemberian Allah kepada manusia bukan hanya itu saja. Kelihatannya melelahkan dan pelampiasannya kepada kesenangan serta makan-minum. Padahal sebenarnya Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Artinya, hidup yang melelahkan maupun dalam kesenangan, merupakan hidup yang indah pada waktunya. Tapi, kenapa ketika pekerjaan yang melelahkan membuat beban terasa berat, serta menikmati kesenangan hanya membuat hidup makin kosong dan hampa???\u003cbr /\u003eKarena Allah memberikan satu pemberian lagi dalam setiap hidup manusia, yaitu kekekalan. Rahasia dari keindahan itu terletak di dalam kekekalan. Ketika manusia tidak bisa mengerti pekerjaan Allah dari awal sampai akhir, maka tidak akan terlihat keindahan sejati yang sudah disediakan Allah bagi manusia. Hidup hanya akan terasa indah sekejap, kemudian justru akan terasa lebih membosankan dan melelahkan.\u003cbr /\u003eKekekalan yang ada di dalam hidup manusia hanya bisa diisi dengan kekekalan. Kesementaraan sebanyak apapun tidak bisa mengisi kekekalan ini. Bahkan seluruh dunia ini kita milikipun tetap tidak bisa memuaskan hidup kita. Itu sebabnya orang yang sudah kaya ingin lebih kaya. Sudah memiliki pasangan yang baik, masih ingin yang lain lagi. Begitu terus, tidak akan pernah memuaskan. Kecuali, untuk orang-orang yang pasrah karena merasa tidak mampu. Mereka kelihatan puas, sebenarnya tidak. Mereka menyerah pada keadaan karena melihat kemampuannya yang terbatas.\u003cbr /\u003eYang bisa mengisi kekekalan kita adalah Pencipta kita yang Kekal. Jika kekekalan kita sudha terpuaskan, maka kita bisa menikmati kesementaraan justru dengan lebih baik. Bukan untuk mengisi kekekalan, tapi untuk belajar menikmati sumber dari segala kenikmatan, yang memberikan segala berkat2Nya agar kita menikmati didalamNya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eCakep Banget\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eRespon kita mulai akan terjadi perubahan. Hidup kita bukan lagi berfokus kepada 'capek banget.' Tapi, sekarang kita bisa melihatnya sebagai \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:red;\"\u003eCAKEP BANGET!\u003c/span\u003e. Ya, hidup itu indah. Di dalam kerja keras yang melelahkan ada suatu kegembiraan dan kenikmatan. Karena pekerjaan yang dilakukan ini bukan hanya untuk sementara dan tidak ada artinya. Tapi, apa yang dilakukan dengan keras sekarang ini adalah persiapan untuk hidup yang kekal. Latihan untuk menjadi Raja di langit dan bumi yang baru.\u003cbr /\u003eKesenangan dan segala kenikmatan makan-minum bukan hanya lagi pemuasan untuk nafsu. tapi jadi kesempatan untuk belajar menikmati Sumber dari segala berkat yang lebih memuaskan dan nikmat, yang harus dinikmati sampai selama-lamanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkblue;\"\u003eTerima kasih Bapa untuk pekerjaan yang melelahkan dan segala kesenangan dalam hidup ini. Pemberianmu tidak pernah salah. Terima kasih juga untuk kekekalan yang membuat kami bisa mengerti pekerjaanMu yang kekal. Terima Kasih untuk Tuhan Yesus yang dari kekekalan datang ke dalam kesementaraan, membuat kami yang hidup dalam kesementaraan tapi memiliki kekekalan yang harus diisi, bisa diisi oleh Pencipta kami. Terima kasih untuk hidup yang indah.\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1212481037213413686?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1212481037213413686/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/cakep-banget.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1212481037213413686"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1212481037213413686"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/cakep-banget.html","title":"CAKEP Banget"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8690716577185924467"},"published":{"$t":"2008-04-15T16:44:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-15T18:01:19.065+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Dosa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Yohanes 1"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Yohanes"}],"title":{"type":"text","$t":"Tau ah Lap"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eTau ah lap\u003c/span\u003e bukanlah nama orang tapi berasal dari kata 'tidak tahu ah, gelap.' Mungkin termasuk ungkapan yang acuh tak acuh. Mungkin juga menggambarkan bahwa zaman ini adalah zaman yang tidak bisa melihat terang lagi. Yang terlihat semuanya kegelapan. Maka dalam hidup yang makin pesimis, hilang kepedulian terhadap segala sesuatu. Karena semuanya terlihat gelap. Mengapa semua terlihat gelap? Bukankah masih banyak orang percaya di dunia ini?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.\u003cbr /\u003e1 Yohanes 1:6\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003ePengakuan di bibir saja\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eRasul Yohanes sedang mempertanyakan orang-orang yang mengaku memiliki persekutuan dengan Kristus, tapi ternyata hidup dalam kegelapan. Menurut Yohanes, kalau ada yang seperti itu, artinya sedang berdusta dan tidak melakukan kebenaran. Karena pengakuan dan kenyataan ternyata berbeda. \u003cbr /\u003eMelihat berkembangnya kekristenan di Indonesia, sepertinya menjadi sesuatu yang sangat menggembirakan. Kebaktian2 dan persekutuan2 terus bermunculan dan bertahan. Bahkan yang mendirikan bukan hanya orang-orang yang sudah sekolah teologi. Sebagian malah berasal dari orang-orang yang merasa punya beban (dan uang) dengan beraninya juga mencoba membuat persekutan untuk menjangkau ada begitu banyak orang yang belum bisa dijangkau. Semakin banyak orang yang mengaku dirinya Kristen dan bahkan rindu untuk melayani.\u003cbr /\u003eMelihat sesaat, membuat kita akan kagum dengan orang-orang yang berani dengan terbuka menunjukkan bahwa mereka memiliki persekutuan dengan Kristus. Pertanyaannya, apa yang menjadi bukti bahwa kita ada persekutuan dengan Kristus? Adakah aktivitas pelayanan dan keberanian mengakui di hadapan umum menunjukkan bahwa kita betul-betul memiliki relasi dengan Kristus? Bagaimana bisa tahu bahwa itu bukan hanya di bibir saja, ataupun untuk menutupi segala kekurangan dan kesalahan, dengan menunjukkan keaktifan dalam hal-hal religius? Kita masing-masing yang bisa menjawab apakah kita betul-betul memiliki persekutuan dengan Kristus. Biasanya, kebenaran akan terlihat waktu menghadapi ujian dan masalah. Selain itu bisa terlihat dari bagaimana kita hidup.  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eHidup dalam kegelapan?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBagi Yohanes pembuktian dari pengakuan memiliki persekutuan dengan Kristus, yaitu dengan bagaimana kita hidup. Adakah kita hidup dalam kegelapan, ataukah kita hidup mengikuti Kristus?\u003cbr /\u003eHidup dalam kegelapan adalah hidup mengikuti standar, jalan dan kegelapan dunia ini, yang mengajarkan hidup hanya bagi diri sendiri, dan berakhir dengan ketersesatan. \u003cbr /\u003eBanyak yang mengaku memiliki persekutuan dengan Kristus, tapi dalam hidup sehari-harinya tidak ada Kristus sama sekali. Kecuali, Kristus dijadikan pembantu dan penolong bagi keinginan dan cita-cita dirinya yang mengikuti kegelapan dan standar dunia ini. Artinya, banyak orang yang tanpa sadar sedang mengajak Tuhan untuk ikut berdosa dengan menghalalkan semua keinginannya yang dianggap baik. Ini namanya hidup dalam kegelapan, hidup tanpa sumber Terang, yaitu Sang Terang Dunia.\u003cbr /\u003eSeharusnya Tuhan Yesus Kristuslah yang menjadi Sumber, Penuntun dan Tujuan Akhir, yang membukakan apa yang harus kita lakukan dan kerjakan sesuai dengan rencanaNya.   \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:blue;\"\u003eHidup dalam Kebenaran!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi zaman dulu, hidup yang sukses biasanya identik dengan hidup dalam kebenaran. Berbeda dengan zaman sekarang ini, kebenaran bukan lagi ukuran bagi kesuksesan. Karena terlalu banyak area dalam hidup kita seolah-olah sudah berubah menjadi abu-abu, dan kita tidak peduli lagi. Yang penting sampai kepada ambisi, cita-cita dan ada pengakuan dari dunia ataupun masyarakat sekeliling kita, bahwa kita sukses. \u003cbr /\u003eBagi orang yang mengaku memiliki persekutuan dengan Kristus, seharusnya memiliki perbedaan. Seluruh aspek dan area hidupnya diterangi oleh Kristus. Membuat tidak ada area hidupnya yang tidak ada keinginan hidup dalam kebenaran. Tentu saja ini proses yang bersifat progresif dan dijalani dengan jatuh-bangun waktu berhadapan dengan dosa. Setidak-tidaknya, pengakuan memiliki persekutuan dengan Kristus, terlihat di dalam keinginan dan pergumulan untuk hidup dalam kebenaran dan bukan dalam kegelapan.\u003cbr /\u003eSemoga terang Kristus yang terlalu sulit untuk ditutupi, semakin indah dan terang bersinar di dalam kegelapan hidup kita, membuat bukan kegelapan hidup kita lagi yang terlihat oleh dunia, tetapi Kristus yang begitu mulia yang ditinggikan di dalam hidup kita.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8690716577185924467?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8690716577185924467/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/tau-ah-lap.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8690716577185924467"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8690716577185924467"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/tau-ah-lap.html","title":"Tau ah Lap"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4148177291496436433"},"published":{"$t":"2008-04-14T10:39:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-14T13:01:48.250+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Persembahan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Markus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Markus 12"}],"title":{"type":"text","$t":"Mengapa harus bayar?"},"content":{"type":"html","$t":"Melihat sepak terjang dalam masalah keuangan dari gereja dan berbagai lembaga Kristen, maka orang-orang yang tidak beragama akan menganggap bahwa banyak gereja dan lembaga tidak memiliki Tuhan lagi. Karena sekarang sudah menjadi kebiasaan bahwa mengadakan suatu acara, seminar, dll, semuanya harus bayar. Bahkan persembahanpun menjadi suatu paksaan yang harus dilakukan. Gereja yang mengaku mendapatkan segala berkat dari Tuhan, ternyata memaksa manusia untuk membayar semuanya dan kalau bisa membayar lebih lagi. Jadi mikir lagi, mengapa harus bayar? Tidak ada yang gratis di dunia ini? Apa bedanya dengan persembahan? Samakah dengan tuntutan untuk membayar?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: \"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.\"\u003cbr /\u003eMarkus 12:41-44\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:bold;color:blue;\"\u003eMau jadi berkat tapi tapi tidak mau rugi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJanda memberikan persembahan bukan untuk mendapatkan keuntungan. Memang tidak dijelaskan motivasi dari sang janda. Tapi ketika ia memberi dari kekurangannya, apalagi yang diberikan adalah seluruh penghasilannya untuk hidup hari itu. Kelihatannya ada kerugian yang harus dialaminya. \u003cbr /\u003eKembali memikirkan tentang gereja-gereja yang ingin berbagi berkat kepada dunia, tapi tidak mau rugi dan ingin terus mendapatkan keuntungan. Sengaja mengadakan seminar, retreat, dan berbagai macam acara, semuanya ada uang pendaftaran. Alasannya, untuk membayar konsumsi, akomodasi, makalah, bayar pembicara, dll... Sama persis dengan sistem yang diterapkan oleh dunia yang berdosa. \u003cbr /\u003eTetapi gereja biasanya mengatakan, ada dukungan ALkitab. Mau ikut Tuhan, harus bayar harga. Pernakah Tuhan menuntut kita untuk membayar atas seluruh anugerah yang sudah diberikanNya kepada kita???\u003cbr /\u003ePasti muncul pertanyaan selanjutnya, bagaimana menutup segala biaya yang diperlukan untuk sewa tempat, akomodasi, dll? Jawabannya sederhana, yang ingin menjadi berkat yang harus bayar harga. Yang ikut Tuhan harus bayar harga. Jadi, yang harus bayar harga terlebih dahulu adalah yang mau melaksanakan acara itu. Kalau visinya dari Tuhan, apakah Tuhan tidak bisa menanamkan visi itu juga kepada orang lain untuk berbagian dalam pekerjaanNya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:bold;color:blue;\"\u003ePersembahan atau pemaksaan?\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAda perbedaan dalam memberikan persembahan antara gereja zaman sekarang dengan di zaman Tuhan Yesus. Persembahan bukan suatu paksaan yang diberikan kepada semua pengunjung berupa kantong yang langsung berhadapan di muka mereka, seolah-olah berkata, \"Kalau tidak persembahan berdosa!\"  Ada juga gereja yang sampai dua atau tiga kantong persembahan untuk berbagai acara. Jemaat diminta untuk mendukung semuanya. Ada lagi yang menempatkan kotak persembahan di depan mimbar dan seolah-olah memaksa setiap jemaat harus maju ke depan untuk memberikan persembahan.\u003cbr /\u003eYang lebih parah setiap mau persembahan, maka majelis suka mengutip ayat-ayat Alkitab biar jemaat memberikan lebih banyak lagi karena akan dapat berkat lebih banyak.\u003cbr /\u003eKalau dilihat dari sudut orang yang tidak mengenal Tuhan, yang hari itu baru datang ke gereja, maka orang itu pasti berpikir, \"Kasihan Tuhan sedang berkekurangan, sampai umatNya yang dikasihiNya harus meminta-minta!\"\u003cbr /\u003eTapi, ternyata ada juga gereja yang tidak ada persembahan dalam liturginya, tapi mengikuti praktek di zaman Tuhan Yesus. Hanya ada kotak persembahan di dekat jalan masuk. Yang mau memberi persembahan tinggal memasukkan persembahannya. Yang tidak mengerti tentang persembahan, malah dihimbau untuk tidak memberi!!? Anehnya, gereja itu tidak berkekurangan dan terus berkembang.\u003cbr /\u003eMemberi persembahan ternyata bukanlah masalah harus dipaksa, tapi soal kesadaran. Kesadaran itu tidak mungkin sama. Orang yang mendapatkan lebih banyak berkat seharusnya bisa memberikan lebih banyak lagi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:bold;color:blue;\"\u003eMemberi Seluruh Hidup\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTuhan Yesus sebenarnya ingin mengajarkan seperti apa persembahan yang sejati, yaitu memberi seluruh hidup kita. Seperti si janda yang memberikan seluruh nafkah untuk kehidupannya. Seharusnya, jikalau seluruh hidup kita sudah dipersembahkan kepada Tuhan yang memiliki hidup ini, tidak ada persembahan (ataupun harga yang harus dibayar) yang terlalu besar ataupun merugikan. \u003cbr /\u003eSekalipun semua yang ada pada kita dipersembahkan untuk dipakai memuliakan Tuhan di dalam pekerjaanNya di dunia inipun, bukanlah pengorbanan yang terlalu besar. Semuanya milik Tuhan yang sedang dititipkan kepada kita. Suatu saat nanti, mau tidak mau, semuanya harus dikembalikan kepada Tuhan. Kalau begitu, kenapa tidak berlatih dari sekarang? Bukan karena harus membayar, bukan karena paksaan, tapi karena berkat-berkatNya terlalu banyak, dan kita yang perlu untuk belajar mempersembahkan semuanya. Sampai waktunya tiba, kita harus mempersembahkan semuanya dan yang kita persembahkan semua yang terbaik...\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4148177291496436433?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4148177291496436433/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mengapa-harus-bayar.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4148177291496436433"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4148177291496436433"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mengapa-harus-bayar.html","title":"Mengapa harus bayar?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4382439379478860090"},"published":{"$t":"2008-04-11T08:19:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-11T12:12:45.185+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 10"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kasih"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 10:25-37"}],"title":{"type":"text","$t":"Mencintai yang paling dibenci"},"content":{"type":"html","$t":"Kemarin siang habis kotbah dari satu sekolah Kristen, bingung mau pulang naik apa. Taksi yang diminta nunggu, ga mau nunggu. Baru kali ini dapat taksi yang sombong, padahal argonya dihidupin dan pasti saya bayar lebih. Kesal juga. \u003cbr /\u003eMemang bisa telpon Blue Bird. Tapi karena lagi telpon, jadinya jalan aja ke jalan besar, kira2 100m. Sampai di jalan besar, ada pilihan untuk naik taksi atau naik ojek (yang mungkin lebih mahal). Siang kemarin panas banget, tapi anehnya saya pilih naik ojek. Sudah lama ga naik ojek. Pas tanya harganya, beda tipis dengan taksi. Tanpa tawar lagi, langsung bayar dan naik ojek.\u003cbr /\u003eSesudah ngobrol2 dengan tukang ojeknya, baru sadar kalau pernah naik ojek yang sama. Tukang ojeknya, bapak yang sederhana, sudah belajar semua agama dan mengaku pluralis. Menurut dia, semua agama itu baik. Dia jelaskan kebaikan Kekristenan seperti apa, Budha, Islam, bahkan kepercayaan2 lain. Siang ini dia mencoba menjelaskan banyak hal tentang hidup yang sukses. Jadi lebih tertarik, karena yang ngomong tukang ojek, yang menurut ukuran dunia tidak sukses.\u003cbr /\u003eTapi yang paling menarik, ketika dia ngomong kalau salah satu rahasianya adalah mencintai yang paling dibenci!!! Jadi ingat Lukas 10:25-37.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003e25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: \"Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?\"...\u003cbr /\u003e29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: \"Dan siapakah sesamaku manusia?\"...\u003cbr /\u003e31...seorang imam..\u003cbr /\u003e32..seorang Lewi..\u003cbr /\u003e33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan...\u003cbr /\u003e36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?\" 37 Jawab orang itu: \"Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.\" Kata Yesus kepadanya: \"Pergilah, dan perbuatlah demikian!\"\u003cbr /\u003eLukas 10:25-37\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003ePelajaran mencintai adalah pelajaran yang tidak akan ada habis-habisnya dibicarakan dan dipelajari. Semua orang bisa mencintai. Tapi, bagaimana dengan mencintai orang yang paling dibenci?\u003cbr /\u003eAhli Taurat yang datang kepada Tuhan Yesus merasa dirinya sudah benar dan sudah melakukan setiap yang tertulis dalam Taurat, bahkan juga mungkin sudah melakukan aturan2 yang ada dalam penafsirannya. Maka dengan motivasi ingin membenarkan diri, ia menguji Tuhan Yesus dan ingin membuktikan bahwa ia benar dengan perbuatannya dan tidak membutuhkan Tuhan Yesus untuk keselamatan hidupnya. Ia juga merasa sudah melakukan inti dari Taurat, yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Untuk membuktikan bahwa ia sudah mengasihi sesamanya, kembali bertanya kepada Tuhan Yesus tentang siapa sesamanya. Dalam pikiran ahli Taurat, mungkin sesamanya adalah orang Yahudi, lebih khusus lagi para imam dan orang Lewi.\u003cbr /\u003eDiluar dugaan, tokoh sentral dalam perumpamaan tentang siapakah sesamaku manusia, bukanlah imam, orang Lewi, yang mungkin dipikirkan oleh sang ahli Taurat. Tapi, orang Samaria yang begitu dibenci oleh orang Yahudi. Ia yang menunjukkan belas kasihan kepada orang yahudi yang dirampok habis-habisan. Seharusnya jawaban si ahli Taurat terhadap pertanyaan Tuhan Yesus, \"Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?\" Seharusnya dijawab oleh ahli Taurat, \"Orang Samaria\" Tapi, si ahli Taurat tidak mau menjawabnya. Ia tidak mau mengakui bahwa sesama manusia dari orang Yahudi adalah orang Samaria. Ternyata si ahli Taurat tidak bisa mengasihi orang yang paling dibenci, sekalipun orang itu sudah melakukan kebaikan terhadap orang Yahudi. Bagaimana dengan orang Samaria yang berbuat jahat kepadanya, bisakah ia mengasihinya?\u003cbr /\u003eKitapun sama dengan si ahli Taurat. Seringkali kita merasa sudah sangat baik dalam mengasihi. Sampai kita berhadapan dengan ujian untuk mengasihi orang yang paling kita benci, bisakah kita melakukannya?\u003cbr /\u003eSesungguhnya dalam Kristus kita sanggup melakukannya. Karena kasih seperti itu yang sudah Tuhan tunjukkan kepada kita. Ketika berbicara tentang penebusan, biasanya kita hanya menekankan pada kasih Kristus kepada kita, tapi jarang menekankan kepada kebencian Allah terhadap dosa kita, yang membuat penderitaan Tuhan Yesus harus seberat itu. Ia pasti lebih membenci dosa2 dan kejahatan2 kita dibandingkan dengan kita membenci dosa dan kesalahan orang lain, tapi Ia mau datang ke dunia, menderita, mati, dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Sehingga kita yang mati dalam dosa bisa bangkit dan mengasihi dengan kasih dari Tuhan, bahkan mengasihi orang yang paling kita benci. Semoga ditengah dunia yang penuh kebencian dan balas dendam, masih ada orang-orang percaya yang diberi anugerah untuk mengasihi, seperti Kristus yang sudah mengasihi kami yang seharusnya sangat dibenciNya dan tidak layak dikasihiNya. \u003cbr /\u003eTerima kasih Tuhan untuk bapak tukang ojek yang sudah Engkau kirim untuk mengingatkan tentang mengasihi. Jadi mengerti kenapa kemarin harus naik ojek.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4382439379478860090?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4382439379478860090/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mencintai-yang-paling-dibenci.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4382439379478860090"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4382439379478860090"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/mencintai-yang-paling-dibenci.html","title":"Mencintai yang paling dibenci"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3761020737949733697"},"published":{"$t":"2008-04-10T08:41:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-10T15:22:47.223+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Gereja"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pelayanan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kesaksian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus 6"}],"title":{"type":"text","$t":"Sekarang melayani siapa?"},"content":{"type":"html","$t":"Setiap kali mendengar orang mengatakan \"melayani Tuhan\" selalu muncul dalam pikiran saya, betulkah manusia bisa melayani Tuhan? Adakah yang kurang dari Tuhan sehingga Ia perlu dilayani? Apa yang dipunyai oleh manusia sehingga bisa membantu dan melayani Tuhan? Terlalu banyak pertanyaan di dalam pergumulan pribadi ketika ingin mengevaluasi kembali pekerjaan pelayanan setelah 14 tahun menjadi pengkhotbah. Benarkah saya melayani Tuhan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003e5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.\u003cbr /\u003eEfesus 6:5-7\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDari Efesus 6:5-7, saya mendapatkan pengertian dari melayani Tuhan. Yang melayani Tuhan bukan sedang melihat Tuhan dan melakukan sesuatu untuk membantu Dia seolah-olah Ia tidak bisa melakukannya. Tuhan punya segala sesuatu, lebih dari cukup dan \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eIa tidak perlu dilayani.\u003c/span\u003e Kalau begitu apa maksudnya melayani Tuhan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e1. Mengerjakan segala sesuatu bagi orang lain di dalam ketaatan kepada Kristus (5)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi ayat 5, melayani Tuhan adalah melakukan segala sesuatu kepada manusia. Dalam konteks Efesus, budak taat dan melayani tuannya. Waktu sang budak melakukannya di dalam ketaatan kepada Kristus, maka ia sedang melayani Tuhan. \u003cbr /\u003eSama seperti di dalam Maz 119:91, pemazmur mengatakan segala sesuatu melayani Tuhan.  Aplikasinya dalam hidup ini, melayani Tuhan meliputi seluruh aspek hidup kita. Apakah pekerjaan yang kita kerjakan, ataupun segala sesuatu yang kita lakukan (kelihatannya bagi manusia), kita lakukan di dalam ketaatan dan tunduk kepada Kristus? Jikalau ya, maka hidup kita adalah hidup yang melayani Tuhan. Kita menjadi orang yang munafik, ketika di gereja atau persekutuan kita kelihatan tunduk dan taat kepada Kristus bahkan terlibat dalam pelayanan gerejawi, tapi dalam kehidupan sehari-hari aspek hidup kita yang lain tidak pernah tunduk dan taat kepada Kristus dan tidak pernah dipakai untuk membantu orang lain.\u003cbr /\u003eAgak mirip tapi berbeda konteks, bandingkan dengan Mat 25:42-45, Tuhan Yesus mengatakan melayani diriNya adalah pada waktu melayani manusia yang terhilang. Ini tidak sama dengan aksi sosial atau pelayanan kesaksian yang suka didengung-dengungkan gereja. Tapi ini berbicara tentang kebiasaan sehari-hari yang dilakukan untuk memuliakan Allah. Kita menjadi orang yang munafik jika kita rajin mengikuti kegiatan aksi sosial, tapi dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menghargai orang-orang yang terhilang. Hanya menghargainya dan terharu ketika aksi sosial.\u003cbr /\u003eRefleksi pribadi: (Diajarin P'Sen untuk membuat refleksi pribadi, Thanks a lot!)\u003cbr /\u003eOrang-orang yang harus saya layani bagi kemuliaan Kristus adalah.....................\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e2. Menggenapi kehendak Allah (6)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi ayat 6, Paulus mengatakan bukan hanya pada saat dilihat ataupun untuk menyenangkan hati orang tapi segenap hati melakukan kehendak Allah. Saya membayangkan budak-budak yang bekerja keras bagi tuan2 mereka waktu itu. Mereka yang sudah menjadi orang Kristen mungkin bertanya, \"Kapan kami bisa terlibat dalam pelayanan?\" Paulus menjawab mereka bahwa pekerjaan mereka sehari-hari adalah pelayanan mereka kepada Tuhan. Apa yang mereka lakukan selama ini hanya bagi tuan mereka seharusnya dilihat sebagai penggenapan kehendak Allah.\u003cbr /\u003eApalikasinya bagi saya berupa satu pertanyaan, \"Apakah semua yang sudah saya kerjakan selama ini sudah menggenapi kehendak Allah?\" Sulit untuk menjawabnya.. Setiap jawaban ya, berarti sudah melayani Tuhan.\u003cbr /\u003eRefleksi Pribadi: \u003cbr /\u003eUntuk menggenapi kehendak Allah di dalam sisa hidup ini, hal-hal yang akan segera saya lakukan ................................................................................... \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e3. Eunoia: rela, senang hati, segenap hati (7)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eJikalau mendapatkan kesempatan mengerjakan hal-hal yang besar dan luar biasa, maka setiap orang bisa dengan sangat rela dan senang hati melakukannya, meskipun dengan kegentaran. Tapi, jikalau membayangkan budak-budak di Efesus yang melakukan pekerjaan sehari-harinya bagi tuan2 mereka yang tidak tentu baik, sebagian dari mereka adalah tuan yang kejam, bisakah mereka melakukannya dengan rela, segenap hati dan senang hati?\u003cbr /\u003eSama seperti ketika di dalam pekerjaan sehari-hari yang situasinya tidak enak, memberatkan dan boss yang nyebelin, bisakah kita tetap dengan senang hati melakukannya karena sedang melayani Tuhan dan bukan si boss? Menarik sekali, karena inilah yang dimaksudkan oleh Paulus dengan melayani Tuhan dan bukan melayani manusia.\u003cbr /\u003eJikalau dalam pekerjaan sehari-hari kita lakukan di dalam ketaatan kepada Kristus dan menggenapi kehendakNya, bukankah semua yang kita lakukan akan kita lakukan dengan rela dan senang hati? Karena kita sedang melayani Tuhan, bukan melayani manusia yang sedang kita bantu dan kita hadapi.\u003cbr /\u003eRefleksi Pribadi: \u003cbr /\u003eHal-hal dalam kehidupan yang harus saya lakukan dengan rela, senang hati dan segenap hati untuk melayani Tuhan adalah ...........................................\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSetiap kali selesai berkotbah di suatu tempat, entah di gereja atau parachurch, pertanyaannya yang selalu ditanyakan kepada saya, \"Sekarang pelayanan di mana?\"\u003cbr /\u003eDan selalu saya harus menjelaskan bahwa sementara ini saya melayani tanpa gereja dan organisasi. Banyak yang kemudian berusaha meyakinkan bahwa melayani di gereja atau lembaga mereka itu lebih baik dibandingkan dengan pelayanan sendiri. Dan mulai menawarkan segala fasilitas untuk bergabung dengan lembaganya. Seolah-olah kalau saya melayani Tuhan dengan cara sendirian, maka hidup akan berkekurangan dibandingkan dengan melayani dilembaganya. Ada pula yang berusaha membuat saya merasa bersalah kalau pelayanan sendiri dan lebih baik kalau bergabung dengan lembaga mereka. Hmm, suatu saat saya akan bergabung dengan satu gereja atau lembaga jikalau Tuhan memberikan kesempatan untuk menggenapi kehendakNya. Yang pasti, alasannya bukan karena jaminan hidup yang lebih baik. Tuhan yang menjamin hidup ini, dan itu lebih baik dibandingkan jaminan dari lembaga atau gereja manapun!  \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTidak ada yang pernah bertanya, \"Sekarang melayani siapa?\" Padahal pertanyaan ini yang perlu dipertanyakan. Banyak orang yang dalam hidup sehari-hari sudah melayani mimpinya, materi, dirinya, organisasinya, bahkan gerejanya dan semuanya bukan untuk menggenapi kehendak Allah. Celakanya, banyak yang tidak sadar dan terus merasa sedang melayani Tuhan! \u003cbr /\u003eAdakah Tuhan yang menjadi sumber, pusat dan kehendakNya yang digenapi dalam hidup ini, entah di dalam pekerjaan sehari-hari, di kantor ataupun di rumah, aksi sosial ataupun pelayanan gerejawi lainnya, sendirian ataupun di dalam satu gereja atau lembaga, adakah Yesus Kristus yang menjadi pusat pelayanan kita?  Adakah kita melakukan segala sesuatu bagi Dia dan bukan bagi manusia (termasuk diri kita)???\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3761020737949733697?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3761020737949733697/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/sekarang-melayani-siapa.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3761020737949733697"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3761020737949733697"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/sekarang-melayani-siapa.html","title":"Sekarang melayani siapa?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5516315189452052398"},"published":{"$t":"2008-04-09T17:37:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T21:34:33.184+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Allah Tritunggal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus 1"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"YESUS \u003d BAPA???"},"content":{"type":"html","$t":"Sepanjang subuh ini browsing dan membaca beberapa blog Kristen yang ada di \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://jawaban.com/news/cibfest/index.php\"\u003eCIBfest 2008\u003c/a\u003e (Christian Indonesian Bloggger Festival 2008). Beberapa dari blog yang ada sangat menarik, tapi ketika berbicara tentang Tuhan Yesus, ada yang mengatakan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eMy DAD JC, Jesus adalah Heavenly Father\u003c/span\u003e, dan beberapa lagi yang pada intinya melihat Yesus Kristus dan Bapa adalah satu pribadi. Betulkah YESUS \u003d BAPA? Bukankah pertanyaan ini sudah dijawab melalui konsili2 dan pengakuan iman? Kenapa masih banyak orang Kristen yang tidak mengerti?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eKasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.\u003cbr /\u003eEfesus 1:2\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eRasul Paulus dalam setiap pembukaan suratnya, biasanya mempergunakan Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Kalau diperhatikan, maka Paulus sengaja melakukan hal itu untuk membedakan Pribadi Pertama dan Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal. Setiap kali menyebut Allah, Paulus juga langsung menyebutkan Bapa. Begitu juga ketika menyebut Tuhan yang dimaksudkannya adalah Yesus Kristus. Kecuali dalam Titus 2:13, dimana Tuhan Yesus disebutkan sebagai Allah yang Mahabesar. Tapi, bukan karena Yesus adalah Allah maka Yesus adalah Bapa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBukankah beberapa kali Tuhan Yesus mengatakan bahwa Aku dan Bapa adalah satu? Misalnya  dalam Yoh 10:30. Pertanyaannya, satu itu satu pribadi atau satu keberadaan? Di sini seringkali yang menjadi kesalahan dalam mengerti Allah Tritunggal. Karena di dunia ini tidak ada contoh dalam satu keberadaan ada lebih dari satu pribadi. Maksudnya satu dalam Yoh 10:30, adalah satu keberadaan sebagai Allah, dan bukanlah satu pribadi. Tuhan Yesus adalah pribadi yang berbeda dengan pribadi Allah Bapa di dalam satu kesatuan keberadaan Allah. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJikalau Tuhan Yesus adalah Bapa, kenapa Ia mengajarkan doa kepada Bapa kami di Sorga. Dan berkali-kali Ia mengatakan BapaKu, yang artinya ada pribadi lain yang berbeda dengan diriNya, tapi satu keberadaan dengan diriNya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi jikalau Tuhan Yesus menyebut Allah Bapa sebagai Bapa, dan orang-orang memanggil Tuhan Yesus sebagai Bapa, maka Allah Bapa menjadi Kakek kami yang di Sorga.\u003cbr /\u003eAda yang ingin mempertahankan menyebut Yesus sebagai Bapa dengan mengutip Yesaya 9:5, yang merupakan nubuat tentang Yesus Kristus. Di situ disebutkan \"Bapa yang Kekal\" Penafsiran dari kata Bapa perlu berhati-hati, karena kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eab/av\u003c/span\u003e yang diterjemahkan Bapa, bisa mempunyai banyak arti dan nuansa. Saya mencoba menafsirkan kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eab\u003c/span\u003e ini dalam pengertian sebagai \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003esumber, pemimpin dan pelindung yang kekal bagi umatNya\u003c/span\u003e dan bukan dalam pengertian bahwa kita menjadi anak2 Yesus Kristus. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa orang-orang percaya adalah anak-anak Yesus Kristus dan memanggil Yesus Kristus sebagai Bapa. Kita diangkat menjadi anak-anak Allah, dan bisa menyebut Allah (bukan Yesus Kristus) sebagai Bapa. Oknum pertama dari Allah Tritunggal yang disebut Bapa inilah yang disebut oleh Tuhan Yesus juga sebagai Bapa. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSemoga uraian singkat ini bisa meluruskan kesalahan yang telah berasal dari abad2 permulaan karena ketidakmengertian tentang Allah Tritunggal. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSebagai penutup, kutipan dari Pengakuan Iman Rasuli:\u003cbr /\u003e1. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eAku percaya kepada Allah Bapa\u003c/span\u003e yang Mahakuasa, khalik langit dan\u003cbr /\u003ebumi.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e2. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eDan\u003c/span\u003e \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ekepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5516315189452052398?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/5516315189452052398/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/yesus-bapa.html#comment-form","title":"12 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5516315189452052398"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5516315189452052398"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/yesus-bapa.html","title":"YESUS \u003d BAPA???"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"12"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1644175708990106214"},"published":{"$t":"2008-04-08T17:25:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T20:29:20.592+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kesaksian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Melbourne"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Canberra"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sydney"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Backpacker"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"Backpacker (4): SYD-MEL"},"content":{"type":"html","$t":"Sydney, April 3, 2008\u003cbr /\u003eJam 6pm sudah mengambil koper yang dititip, terus nyari dinner di sekitar Central Station sambil nunggu greyhound bus. Kalau ketinggalan bus bisa gawat, karena tanggal 4 April pagi sudah harus ada di Melbourne utk naik Garuda ke Denpasar, lalu pulang ke Jakarta. Kalau ketinggalan bus, pesawat ke Melbourne ga ada lagi yang murah. Adanya Qantas yang mahal banget. So, lebih baik nunggu di dekat Central Station. Tapi, dinner dulu.\u003cbr /\u003eKetemu \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eChinese Restaurant\u003c/span\u003e, parahnya yang jaga kurang bisa bahasa Inggris, harus panggil anaknya dulu. Lucu juga. Saya juga cuma bisa 3 kalimat bahasa Mandarin. Komunikasi juga bisa kacau. Untung anaknya cepat datang. Bisa makan nasi deh, satu setengah hari makan makanan bule terus. Mahal banget, sama Tea harganya $15 (Rp. 125.000, stop mikirin kursnya!!!). \u003cbr /\u003eBeli yang \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003etake away\u003c/span\u003e di dekat situ untuk di makan kalau bus berhenti istirahat makan, eh malahan  cuma $4, jadi curiga!!!, masih bagus apa sudah basi. Eh, yang beli banyak. Apa semua pecinta makanan basi??\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelesai makan ke counter Greyhound sudah tutup. Ga ada tempat untuk duduk dan nunggu. Duduk di trotoarpun jadilah ditemani Wibrain, yang dilihatin tiap orang yang lewat, karena mirip PSP tapi kelihatan ada Windowsnya.. UMPC belum terlalu ngetop di Sydney, khususnya Wibrain.. Biasanya orang yang lihat suka nanya, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003e\"what's that?\"\u003c/span\u003e Jawaban standarnya, \"This is an UMPC\" \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBackpackers lain yang mau ke Melbourne, ikutan duduk2 di trotoar. Lega, ga dianggap gelandangan (mana belum mandi terakhir mandi kemaren pagi di Brisbane) karena banyak yang ikutan duduk di situ. Capek banget seharian jalan-jalan. Bisa2 di bus tidur terus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerangkat dari Sydney terlambat 1 menit. Dapat tempat duduk yang berduaan. Penumpangnya lebih banyak dibandingkan bus yang dari Brisbane. Drivernya nakut-nakutin penumpang kalau harus pake seatbelt, kalau tidak akan ada masalah dengan polisi Canberra. Saya sih pasti pake, karena kalau ketiduran ada penahan biar ga kemana-mana:) \u003cbr /\u003eBerusaha biar ga ketiduran dulu. Kota-kota tempat berhenti cuma sedikit (pantesan murah, cuma $80), jadi kalau ketiduran kayanya rugi. Mendingan tidur di pesawat besok.\u003cbr /\u003eSampai di Liverpool sudah ngantuk banget. Lupa ngeliat apa aja, antara sadar dan tidak sadar. \u003cbr /\u003eDi Canberra bangun karena \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003edriver\u003c/span\u003enya bicara dan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003esay goodbye\u003c/span\u003e, mau ganti \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003edriver\u003c/span\u003e. Sudah tengah malam di Canberra, sepi banget. Ya iyalah.. Siang aja sepi. Kotanya sangat teratur, sayang semua tempat sudah tutup. Dan dingin banget sampe menggigil, kayanya suhunya dibawah 10 derajat Celcius. Beda banget dengan di dalam bus yang 24 derajat. Sempat lihat-lihat sebentar, tapi karena restaurantpun sudah pada tutup, jadi balik lagi ke dalam bus. Hangat dan nyaman. Kayanya ada cewek orang Indo yang naik dari Canberra. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesudah itu merenung kembali sambil melihat langit dan bintang. Masih seperti mimpi, kenapa bisa melakukan perjalanan nekat dengan modal bahasa Inggris yang pas-pasan dan tanpa map lengkap, tapi begitu beriman kepada greyhound, maksudnya kepada Tuhan yang pasti memimpin. Hanya bisa bersyukur, untuk kesempatan menjadi seseorang yang tidak berdaya \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ein the middle of nowhere\u003c/span\u003e. Bagaimana kalau busnya mogok ditengah cuaca dingin seperti itu??? Mungkin bisa jadi pengalaman yang lebih menarik lagi!! Ketiduran lagi mungkin sambil senyum...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerhenti di Holbrook untuk makan. Dingin banget, sambil makan dan minum hot choccolate  tapi tetap aja menggigil. Jaket saya terlalu tipis untuk suhu dibawah 10 C. Buru-buru habisin makanannya, lalu masuk ke dalam bus. Tidur lagi.. Sayang sekali mata ga kuat lagi menikmati banyak hal.\u003cbr /\u003eSempat berhenti lagi di Albury, hanya membuka mata sebentar dan ketiduran lagi. Kayanya yang orang Indo turun di Albury. Belum sempat nanya apa betul dia orang Indonesia untuk memuaskan pikiran yang menebak. Eh.. ketiduran lagi..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMelbourne, April 4, 2008\u003cbr /\u003eBangun-bangun sudah dekat Melbourne. Waktu yang tersisa dipakai untuk evaluasi perjalanan dari Brisbane-Sydney-Melbourne. Apa yang dipelajari? Apa yang harus disyukuri?\u003cbr /\u003e- Menambah sedikit kepercayaan diri. Beberapa kali ngobrol dengan orang Aussie dalam bahasa Inggris, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eat least\u003c/span\u003e ga terlalu banyak ngomong \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epardon/sorry\u003c/span\u003e:)\u003cbr /\u003e- Belajar bergantung kepada Tuhan dengan sepenuhnya dan melihat penyertaan Tuhan. Biasanya pergi kotbah kemana-mana semuanya sudah disiapkan dan dijemput. Kali ini pergi ke beberapa kota dengan cara yang baru pertama kali, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eby bus\u003c/span\u003e. Naik pesawat ke Brisbane, Gold Coast, Sydney dan Melbourne, semuanya sudah pernah. Tapi dengan bus,  \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003efirst time in my life\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e- Belajar mengambil keputusan di dalam waktu yang singkat. Selalu sulit mengambil keputusan dalam waktu yang terdesak, tapi dalam perjalanan ini harus mengambil keputusan secepat mungkin, kapan turun dari bus dan menikmati semuanya dan kapan tetap tinggal di dalam bus. Khususnya di Sydney, waktunya sangat2 terbatas untuk bisa dinikmati.\u003cbr /\u003e- Bisa melihat kebesaran Tuhan dalam ciptaanNya, semakin merasa kerdilnya manusia dan betapa hebat dan luar biasanya Tuhan dalam karya2Nya. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSampai di Melbourne jam 8 pagi. Di Southern Cross Terminal bisa mandi, bayar $3. Kalau sama handuk $6. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eShower\u003c/span\u003e aja dibisnisin.. Melbourne dingin banget, jadi malas untuk mandi, meskipun mandi air hangat. Harus ngantri pula. Waktunya sudah mepet. Jadi, hanya sikat gigi, cuci muka dan ganti baju lalu pake parfum (habisin yang lama sekaligus memastikan parfum yang baru dibeli kurang dari 100 ml- karena di Airport dilarang membawa ke pesawat lebih dari 100 ml). Gratis ga perlu bayar, semuanya dilakukan di toilet. Semoga di pesawat ke Denpasar dan Jakarta kosong, dan ga ada orang di samping..Ternyata harapan tidak terkabul, MEL-DPS penuh, begitu juga DPS-JKT. Kasihan yang duduk di samping saya, harus mencium campuran parfum dan bau badan dua hari tidak mandi.. Tetap aja bisa ngobrol sama ibu itu sampai Denpasar. Sesudah empat jam, dia mulai kipas2, baru mulai tercium baunya sesudah kekuatan parfum mulai menghilang. Sorry..\u003cbr /\u003eLain kali kalau ada kesempatan untuk traveling, akan disiapkan lebih baik lagi dan tentu saja pake mandi, itupun kalau sempat:)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCerita sebelumnya di Sydney bisa baca di \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2008/04/backpacker-3-exploring-sydney.html\"\u003eBackpacker (3): Exploring Sydney\u003c/a\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1644175708990106214?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1644175708990106214/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-4-syd-mel.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1644175708990106214"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1644175708990106214"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-4-syd-mel.html","title":"Backpacker (4): SYD-MEL"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8585815348017256180"},"published":{"$t":"2008-04-08T12:03:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T18:05:07.887+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sydney"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Backpacker"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"Backpacker (3): Exploring Sydney"},"content":{"type":"html","$t":"Sydney, April 3, 2008\u003cbr /\u003eSampai di Sydney Central Station sudah 09:30am. Ke counter Greyhound lagi, beli tiket ke Melbourne  (keputusan yang tepat, karena sebelum jam 6:00pm counternya sudah tutup). Sengaja pilih  bus yang berangkat jam 8:00 malam, biar ada waktu lebih lama jalan-jalan di Sydney. Cari toilet utk sikat gigi dan cuci muka sama tempat nitip koper, ketemu di corner Eddy Ave and Pitt St. di kompleks Central Station jug,  bayar $10 sampai jam 6:00pm. Sekaligus dapat peta City, sama peta Sydney Explorer dan Bondi Explorer.\u003cbr /\u003ePelajari map Sydney CBD selama beberapa menit, kemudian jalan ke tempat stop 16 Sydney Explorer, di dekat jalan masuk Central Station. Sebelumnya mampir di 7 eleven, beli burger sama air minum + susu. Perjalanan keliling Sydney segera dimulai.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eSydney Explorer\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp0.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_yhD2RL5wI/AAAAAAAAAPs/04-_F9TdrrA/s1600-h/sp_explorerphoto.gif\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp0.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_yhD2RL5wI/AAAAAAAAAPs/04-_F9TdrrA/s320/sp_explorerphoto.gif\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187197958303246082\" /\u003e\u003c/a\u003eBeli tiket \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eone day combined Sydney \u0026 Bondi Explorer\u003c/span\u003e di dalam bus Sydney Explorer, A$39 untuk seharian, berlaku juga untuk \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eRegular Sydney Buses\u003c/span\u003e. Ada 27 stops, dua jam lebih di dalam bus kalau keliling semuanya. Keliling semuanya, sampe di beberapa stops, tinggal sendirian di dalam bus. Sopirnya tetap aja jalanin tugasnya dengan baik jelasin semua stops dan tempat-tempat wisatanya. Rasanya seperti naik taksi terbesar selama satu jam, lebih luas dan lebih panjang dari limousine. \u003cbr /\u003eStop pertama di Chinatown. Selanjutnya yang keingat Sydney Fish Market, The Rocks, Sydney Opera House, Sydney Harbour Bridge dan Mrs Macquarie's Chair (tempatnya bagus banget).\u003cbr /\u003eBeli burger lagi untuk \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003elunch\u003c/span\u003e di Circular Quay, sambil nunggu Bondi Explorer.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eBondi Explorer\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp3.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_yhWmRL5xI/AAAAAAAAAP0/1m8JM-AOcPA/s1600-h/sp_bondiphoto.gif\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp3.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_yhWmRL5xI/AAAAAAAAAP0/1m8JM-AOcPA/s320/sp_bondiphoto.gif\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187198280425793298\" /\u003e\u003c/a\u003eBondi Explorer hanya punya 19 stops, tapi keseluruhannya bisa makan waktu 2 jam juga. Berbeda dengan Sydney Explorer, Bondi Explorer keliling pantai2 di Sydney. Menarik sekali. Beruntungnya, dapat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebus driver\u003c/span\u003e yang baik banget. Di setiap stop yang viewnya bagus banget, dia kasih waktu beberapa menit untuk turun, foto2 dan menikmati sambil ditungguin. Khususnya di Rose Bay Convent, Watsons Bay, The Gap, Bondi Beach, Bronte Beach and Coogee Beach. Betul-betul tidak rugi membayar $39 untuk semua keindahan ciptaan Tuhan dan kebaikan sang \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebus driver\u003c/span\u003e. \u003cbr /\u003eKadang-kadang Tuhan menyatakan kebaikanNya dengan memakai manusia untuk menyatakan kebaikanNya, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eThank God for the bus driver\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eFoto-foto dan map dari Sydney Explorer dan Bondi Explorer bisa dilihat dan didownload di \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://www.sydneypass.info/sydneyexplorer/\"\u003eSydney Explorer\u003c/a\u003e. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda yang kurang dan belum dicoba, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003etraveling\u003c/span\u003e dengan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSydney Ferries and Trains\u003c/span\u003e. Perlu membeli Sydney Pass dan tidak bisa satu hari untuk semuanya. Mungkin suatu saat ada waktunya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCerita sebelumnya bisa dilihat di \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2008/04/backpacker-2-bne-syd.html\"\u003eBackpacker (2): BNE-SYD\u003c/a\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8585815348017256180?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8585815348017256180/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-3-exploring-sydney.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8585815348017256180"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8585815348017256180"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-3-exploring-sydney.html","title":"Backpacker (3): Exploring Sydney"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://bp0.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_yhD2RL5wI/AAAAAAAAAPs/04-_F9TdrrA/s72-c/sp_explorerphoto.gif","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6287703194962855608"},"published":{"$t":"2008-04-07T08:05:00.006+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T11:44:39.320+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 8"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sydney"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Brisbane"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Backpacker"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"Backpacker (2): BNE-SYD"},"content":{"type":"html","$t":"Brisbane, April 2, 2008.\u003cbr /\u003eHabis jemput anak2 kakak di sekolahan mereka, saya diantar mereka ke City. Tepatnya di Brisbane Transit Centre, Coach Terminal, Roma St. \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wlhGRL5tI/AAAAAAAAAPU/q5rqIgOUnis/s1600-h/BTC.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wlhGRL5tI/AAAAAAAAAPU/q5rqIgOUnis/s200/BTC.jpg\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187062121372575442\" /\u003e\u003c/a\u003e Perpisahan, masih sempat menjelaskan bedanya good bye dan see you kepada 2 keponakan, sesudah itu seperti biasa peluk2an, berharap akan ketemu lagi dan perjalanan harus segera dimulai. Waktu cek handphone, Simpatiku habis pulsa. Jadi kalau ada apa2 ga bisa nelpon. Uang ada beberapa ribu dollar Australia, terlalu banyak untuk dibawa traveling. Tapi, tidak ada pilihan harus dibawa. \u003cbr /\u003eBusnya berangkat jam 16:30 (Brisbane tidak berlaku Daylight Saving), sementara saya sudah ada di situ jam 3-an. Jalan2 dulu lihat situasi sambil cari counter greyhound. Ketemu counternya, ada di Level 3. Di dekatnya ada internet kiosk yang bisa bayar pake coin $1-$2. Kalau tidak salah, $2 cuma 10  atau 20 menit. Mahal banget dibandingkan warnet di Indonesia, 4 ribu/jam (50 cents/hour).\u003cbr /\u003eLumayan banyak kota-kota yang akan dilewati dan akan berhenti. Saya tertarik untuk melihat Gold Coast saat Sunset (pernah dua kali ke Gold Coast waktu pagi dan siang, sekarang ada kesempatan lihat sunset), terus pengen lihat Byron Bay, Coffs Harbour dan Newcastle.\u003cbr /\u003e\u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://bp2.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_xGwWRL5vI/AAAAAAAAAPk/Y2dei9tqWAA/s1600-h/australia_map.gif\"\u003e\u003cimg style\u003d\"display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp2.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_xGwWRL5vI/AAAAAAAAAPk/Y2dei9tqWAA/s320/australia_map.gif\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187098667249297138\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eQueensland\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBerangkat dari Brisbane \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eon time\u003c/span\u003e. Dalam bus ada pengatur suhu, dan biasanya dijaga antara 22-25 derajat Celcius. Jadinya tidak terlalu dingin dan terlalu panas juga. Sangat cocok buat orang Indonesia. Busnya biasa saja, mungkin beberapa bus executive baru antar provinsi di Jawa lebih bagus:) Kapasitas penumpangnya 52 orang, tapi hanya keisi 29 orang. Asyik, jadinya bisa duduk sendirian dan punya dua kursi utk tempat tidur.\u003cbr /\u003ePemberhentian pertama adalah Southport di Gold Coast. Karena jam pulang kerja, maka Gold Coast agak tersendat khususnya di dekat lampu lalu lintas. Bagus dong, jadi banyak kesempatan melihat-lihat pemandangan di waktu senja. Sesudah itu berhenti lagi di Surfers Paradise.\u003cbr /\u003ePerjalanan di sepanjang pantai berlanjut sampai ke Coolangatta. Semua kota-kota ini mengandalkan keindahan pantainya, sekaligus tempat untuk surfing. Sayang sekali impian untuk bisa melihat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003esunset\u003c/span\u003e di Gold Coast tidak terkabul. Gold Coast adalah tempat untuk main2, tapi tetap lebih mengasyikkan menikmati gratis semua ciptaan Tuhan dibandingkan dengan membayar dan masuk ke tempat2 bermain buatan manusia. Dari Coolangatta melewati Twee Heads, tidak ada kenangan2 yang tertinggal dalam otak saya, kecuali nama kotanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eNew South Wales\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eTiba di Byron Bay jam 8-an. Lebih rame dibandingkan kota-kota yang lain. Banyak turis dan banyak orang baru pulang dari pesta pantai (dugaan saya) karena hampir semuanya jalan ga pake sepatu, remaja2 Austalia lagi menikmati hidup. Pemberhentian selanjutnya di Ballina, setengah jam lebih untuk makan. Sudah jam 10 malam, tapi hampir semua penumpang tetap makan, beberapa memilih tidur. Sesudah makan dan karena pemandangan jadi membosankan, banyak yang tidur. \u003cbr /\u003eKetika melewati \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eFreeway\u003c/span\u003e (istilah di Queensland: Motorway), dengan pemandangan semak-semak, maka otomatis mata saya melihat ke langit. Sepertinya semua rasi bintang kelihatan. Mencoba mengingat semua rasi bintang yang dipelajari, tapi yang teringat justru ayat Alkitab:)\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue\"\u003eJika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang2 yang Kau tempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?\u003cbr /\u003eMazmur 8:4-5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eJadi merenung dan memikirkan keagungan dan keajaiban Tuhan, sambil memikirkan kehinaan manusia yang tidak ada apa-apanya di dalam alam semesta ini, tapi seringkali terlalu sombong dengan semua anugerah Tuhan. Perjalanan ini membuat saya merenungkan segala anugerah Tuhan dan kesombongan pribadi. Lumayan juga untuk retreat pribadi. Hampir semua penumpang bus sudah ketiduran. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eThis is my quiet time\u003c/span\u003e. Sesudah itu karena capek ikut ketiduran. Sayang sekali, kelewatan tiga kota: Grafton South, Woolgoolga dan Coffs Harbour. Bangunnya di Urunga karena berhenti agak lama, melanjutkan perenungan lagi sampai tertidur lagi. Bangun lagi di Taree, jam 4-an. Lama berhenti karena bus isi bahan bakarnya. Yang bisa diingat selanjutnya hanya dua kota: Karuah dan Newcastle. Busnya masuk dan berputar di dalam city dan berhenti di bus terminal. Bangunan dan pantai di Newcastle bagus juga. Lumayan, bangun pagi-pagi sudah melihat pemandangan indah dan menarik. Selanjutnya berusaha untuk membuka mata terus untuk melihat pemandangan di perjalanan sampai ke Sydney dengan ucapan syukur.\u003cbr /\u003ePuas banget, sekalipun harus membayar $129. Karena bukan hanya bisa melihat pemandangan yang baru dan berbeda, tapi juga ada pengalaman bergantung kepada Tuhan di dalam ketidakberdayaan dan menyadari kekurangan dan keterbatasan diri serta keagungan dari Tuhan yang mencipta segala sesuatu dan terus memelihara keindahan ciptaanNya sampai saat ini, sekalipun manusia sudah berdosa. Thank You LORD.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLihat juga:\u003cbr /\u003e\u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2008/04/backpacker-bne-syd-mel-1.html\"\u003eBackpacker: BNE-SYD-MEL (1)\u003c/a\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6287703194962855608?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6287703194962855608/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-2-bne-syd.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6287703194962855608"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6287703194962855608"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-2-bne-syd.html","title":"Backpacker (2): BNE-SYD"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wlhGRL5tI/AAAAAAAAAPU/q5rqIgOUnis/s72-c/BTC.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6194112526746255964"},"published":{"$t":"2008-04-07T05:29:00.008+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T11:43:17.911+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Melbourne"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sydney"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Brisbane"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Backpacker"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"Backpacker: BNE-SYD-MEL (1)"},"content":{"type":"html","$t":"Dari dulu pengen sekali jadi \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebackpacker\u003c/span\u003e. Tentu saja \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebackpacker\u003c/span\u003e versi sendiri, bermodalkan uang seadanya, punya map, lalu jalan2 ke beberapa kota dengan iman kepada Tuhan:)\u003cbr /\u003eRencana awalnya pengen pergi ke negara-negara yang lebih dekat dulu dan tidak butuh visa, misalnya beberapa negara di Asia Tenggara. Soalnya kalau harus ngurus visa segala, dijamin saya pasti ditolak, karena dianggap ga ada kerjaan (pengalaman dengan US Embassy).\u003cbr /\u003eTernyata, kesempatan awal justru di dapat dari Australia. Diundang pelayanan oleh \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eIndonesian Christian Church\u003c/span\u003e, Melbourne. Jadinya, bisa dapat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebusiness visa\u003c/span\u003e. Anehnya dikasih yang \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003emultiple travel\u003c/span\u003e dan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epermitted to remain in Australia for 3 months from date of each arrival\u003c/span\u003e. Begitulah kira2 tulisan yang tertulis di visanya, berbeda dengan perjalanan yang dulu, cuma dapat \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003esingle travel\u003c/span\u003e dan 1 bulan. Masalahnya, sudah terlanjur terima pelayanan kotbah di beberapa tempat di Indonesia. Jadinya, saya cuma punya 5 hari untuk jalan2 sesudah waktu2 pelayanan, itupun harus dikurangin 2 hari ke Brisbane bertemu dengan kakak saya dan keluarganya. Jadi yang tersisa adalah 3 hari. Jadwal2 kotbah di Indonesia tidak bisa diundur, minta ganti orang atau dibatalin. Tiga haripun lumayan untuk jadi \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebackpacker\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003ePersiapan Hati\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKedengarannya seperti mau pelayanan, perlu persiapan hati. Apakah waktu saya traveling hanya untuk memuaskan keingintahuan, ataukah bisa memuliakan dan menikmati Allah? Maka, saya memulai dengan dua ayat yang berasal dari Mazmur favorit, Mazmur 23.\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue\"\u003e1 Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku\u003cbr /\u003e4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku\u003cbr /\u003eMazmur 23:1,4\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eAgak maksa, tapi dua ayat ini menguatkan dan menghibur. Selama ada penyertaan Tuhan, maka tidak perlu kuatir dengan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003emy Inlish\u003c/span\u003e (Indonesian English), perjalanan malam dengan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebus\u003c/span\u003e, dan berbagai kejutan yang akan ditemui, termasuk kemungkinan kecelakaan, musibah, dll.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eRencana Perjalanan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eWaktu yang sangat singkat yang hanya 3 hari, membuat waktu yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena 31 Maret-2 April saya harus ada di Brisbane, dengan asumsi akan diantar jalan2 oleh kakak saya selama 3 hari dan 2 malam di sana; serta pesawat pulang ke Jakarta pada tanggal 4 April 2008, jam 11.55 dari Melbourne; maka saya harus melakukan perjalanan yang dimulai dari Brisbane menuju Sydney, lewat Canberra dan kembali ke Melbourne.\u003cbr /\u003ePertanyaan selanjutnya, naik apa dan menginap di mana.. Kalau naik pesawat lagi, ga seru, dan malas ke airport terus. Tanggal 29 Maret sudah ke Sydney, 30 Maret kembali ke Melbourne, 31 Maret dari Melb ke Gold Coast. Bisa habis waktunya di dan ke airport.\u003cbr /\u003eJadi, tinggal dua pilihan: \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebus or train?\u003c/span\u003e. Sesudah \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebrowsing\u003c/span\u003e, khususnya membaca \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://www.bugaustralia.com/transport/index.html\"\u003eBUG Australia\u003c/a\u003e dan \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://wikitravel.org/en/Main_Page\"\u003eWikiTravel\u003c/a\u003e, maka saya ambil keputusan untuk naik \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eGreyhound Bus\u003c/span\u003e.Yang menjadi pertimbangan: waktu, kota2 yang dikunjungi, dan harga.\u003cbr /\u003eUntuk rute Brisbane ke Sydney:\u003cbr /\u003ePremiere Bus  PM15  15:30-06:35  A$  89.0  \u003cbr /\u003eGreyhound    GX422  16:30-09:25  A$ 129.0\u003cbr /\u003eCountryLink (Train) 14:10-07:08  A$  91.18\u003cbr /\u003eMeskipun Greyhound lebih mahal dan lebih lama, tapi karena kota2 yang akan dikunjunginya lebih baik, maka saya plih Greyhound Bus.\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp2.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wY7WRL5sI/AAAAAAAAAPM/xmuwNXnVVdY/s1600-h/Greyhound-Bus.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp2.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wY7WRL5sI/AAAAAAAAAPM/xmuwNXnVVdY/s200/Greyhound-Bus.jpg\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187048278692980418\" /\u003e\u003c/a\u003e Lebih mahal $40 (Rp. 350.000 !!!), tapi mungkin bisa lebih puas karena bus ini akan dijadikan hotel berjalan. Sengaja memilih \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003enight bus\u003c/span\u003e, jadi tidak perlu nginap di hotel  di Sydney. Lebih murah dan bisa pakai waktu lebih banyak.\u003cbr /\u003eSelain itu, persiapan untuk menyesuaikan diri dengan cuaca yang ada. Hasil pengecekan di \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eWeather Channel\u003c/span\u003e: Brisbane 16-28 derajat C \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epartly cloudy\u003c/span\u003e; besoknya di Sydney 16-21 \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSunny\u003c/span\u003e (asyik, jadi jalan2 seharian di Sydney ga akan terganggu); hari Jumat di Melb 9-19 \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epartly cloudy\u003c/span\u003e (dingin nih, it's OK karena akan langsung ke Airport). Di bus, dingin apa ga? Ada yang bilang, biasanya dingin banget.\u003cbr /\u003eTapi, tetap ada yang lupa dipersiapkan, map Australia. Selama di Indonesia hanya sibuk mendownload map Melbourne CBD karena akan tinggal 3 minggu, terus Brisbane CBD karena rencana 3 hari ke Brisbane. Ternyata kedua map itu tidak dipakai, karena tinggalnya di suburb dan kemana-mana selalu diantar dengan mobil. Tapi, map Australia untuk traveling tidak disiapin sama sekali. Baru sadar, setelah masuk ke dalam bus karena lihat 3 orang Jerman sibuk dengan mapnya!!!\u003cbr /\u003eApa yang terjadi kalau tersesat di jalan, atau ketinggalan bus di salah satu kota??? \u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eTuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku\u003c/span\u003e.. Hanya itu yang ada dipikiranku..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePerjalanan dari Brisbane ke Sydney bisa dibaca di \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2008/04/backpacker-2-bne-syd.html\"\u003eBackpacker (2): BNE-SYD\u003c/a\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6194112526746255964?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6194112526746255964/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-bne-syd-mel-1.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6194112526746255964"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6194112526746255964"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/backpacker-bne-syd-mel-1.html","title":"Backpacker: BNE-SYD-MEL (1)"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://bp2.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wY7WRL5sI/AAAAAAAAAPM/xmuwNXnVVdY/s72-c/Greyhound-Bus.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4367662146395993885"},"published":{"$t":"2008-04-06T10:34:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2008-04-09T06:41:32.126+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Melbourne"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 65"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sydney"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Brisbane"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kenikmatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"Memuliakan dan Menikmati Allah  melalui ciptaanNya"},"content":{"type":"html","$t":"Dari pertengahan Maret 2008 sampai awal April 2008, sekali lagi dapat kesempatan untuk pelayanan ke Australia, sekaligus jalan2. Ada banyak pengalaman baru dan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003einsights\u003c/span\u003e yang menarik yang dialami, tapi tentu saja tidak bisa dibagikan semuanya di sini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003e5(65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan;\u003cbr /\u003eMazmur 65:6-7\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eDaud ketika berbicara tentang perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat, salah satunya dihubungkan dengan penciptaan gunung2 dan tempat2 yang tinggi. Ketika melihat gunung2 dan tempat yang tinggi, ia mengingat kedahsyatan dan kekuatan Allah. Yang menjadi pertanyaan buat saya, apa/siapa yang saya pikirkan ketika melihat gunung2/tempat2 yang tinggi dan segala keindahannya?\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wB7GRL5rI/AAAAAAAAAPE/4uSVqrR0q4g/s1600-h/P1010028.JPG\"\u003e\u003cimg style\u003d\"display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wB7GRL5rI/AAAAAAAAAPE/4uSVqrR0q4g/s320/P1010028.JPG\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5187022985630574258\" /\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:normal;color:darkblue;\"\u003eLagi di Mt. Cootha, Brisbane, April 2008\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eBagi banyak orang, melihat gunung hanya menikmati keindahannya dan sebagian lagi memiliki keinginan untuk menaklukannya. Bahkan ada yang menyembah kekuatan (yang dianggap dimiliki oleh gunung itu) ataupun menyembah keindahan yang ditawarkan dari gunung itu. Mengapa manusia tidak memuliakan, menyembah dan menikmati sang Pencipta yang mencipta dan terus memelihara semuanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelama tiga minggu di Australia, ada beberapa kesempatan melihat dan berada di gunung2/tempat2 yang tinggi. Dimulai dengan kesempatan berada di Mt. Dandenong yang bisa melihat Melbourne CBD and Suburbs. Kemudian ke Arthurs Seat di Mornington Peninsula yang jaraknya 75 km dari Melbourne dan bisa melihat keindahan laut di Mornington Peninsula, Port Philip Bay dan Melbourne CBD.\u003cbr /\u003eSelanjutnya di Brisbane, bisa berada di Mt. Gravath dan Mt. Cootha, yang keduanya bisa melihat Brisbane CBD and Suburbs.\u003cbr /\u003eTerakhir di Rose Bay Convent dan The Gap, Sydney. Tidak terlalu tinggi, tapi perasaan yang sama dengan berada di tempat2 tinggi lain, yang memberikan keindahan alam.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePerasaan yang ada selalu menimbulkan pertanyaan. Buat apa semua kesempatan melihat keindahan ciptaan Tuhan? Hanya untuk dinikmati, membuat foto dengan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ebackground\u003c/span\u003e pemandangan yang indah dan menyatakan kepada dunia, bahwa saya sudah pernah ke situ? Ataukah ada hal yang lebih berharga yang sudah Tuhan sediakan untuk memuliakan dan menikmatiNya!?\u003cbr /\u003eSaya percaya, dengan melihat semuanya, orang percaya seharusnya melihat perbuatan2 Allah yang dahsyat, serta memuliakan dan menikmatiNya yang lebih indah dari semua ciptaanNya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, saat menikmati keindahan ciptaan Tuhan mengingatkan saya kepada \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eour eternal home\u003c/span\u003e, yang tentunya lebih indah, lebih baik dan sempurna. Jadi merindukan kekekalan...\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eFor the beauty of the earth\u003cbr /\u003eFor the glory of the skies,\u003cbr /\u003eFor the love which from our birth\u003cbr /\u003eOver and around us lies.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eLord of all, to Thee we raise,\u003cbr /\u003eThis our hymn of grateful praise.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eFol\u00adli\u00adot Pier\u00adpoint\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4367662146395993885?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/4367662146395993885/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/memuliakan-dan-menikmati-allah-melalui.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4367662146395993885"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4367662146395993885"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/04/memuliakan-dan-menikmati-allah-melalui.html","title":"Memuliakan dan Menikmati Allah  melalui ciptaanNya"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_wB7GRL5rI/AAAAAAAAAPE/4uSVqrR0q4g/s72-c/P1010028.JPG","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3896521791972236964"},"published":{"$t":"2008-03-28T09:10:00.008+07:00"},"updated":{"$t":"2008-05-21T17:15:50.378+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur 16"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Melbourne"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Camp"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Easter"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kenikmatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Australia"}],"title":{"type":"text","$t":"HAPPIER"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://sendjaya.blogspot.com/\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;\" src\u003d\"http://bp1.blogger.com/_AzJQMn3uD2k/R-8CfvJuVQI/AAAAAAAAAII/GAqhEy2w7dI/S240/pic.jpg\" alt\u003d\"\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003eDari tanggal 21 Maret-23 Maret 2008, dapat kesempatan menjadi salah satu pembicara di \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eICC Easter Camp\u003c/span\u003e di Ballarat, dekat Melbourne, VIC. Temanya, HAPPIER. Membahas Teologi Kenikmatan dalam 6 \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e. Baru kali ini dalam satu camp bisa membahas keseluruhan teologi Kenikmatan dalam tiga hari. Biasanya hanya mendapatkan satu atau dua \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e untuk membahas Teologi Kenikmatan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold; color: darkblue;\"\u003eEngkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.\u003cbr /\u003eMazmur 16:11\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eSaya setuju dengan pemazmur bahwa dihadapan Tuhan ada sukacita berlimpah-limpah dan ada kenikmatan senantiasa. Selain belajar menikmati Tuhan di dalam keadaan yang menderita, maka perlu juga belajar menikmati Tuhan di dalam segala keadaan yang baik dan berkelebihan. Saya mendapatkan anugerah untuk mengajarkan teorinya sekaligus mempraktekkannya selama \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eEaster Camp\u003c/span\u003e tahun ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold; color: darkred;\"\u003eHari Pertama\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDatang hari Jumat tanggal 21 Maret,  ke Ballarat yang lebih dingin dari Melbourne. Dari Endeavour Hills ke City lalu ke Ballarat. Pelajaran pertama dari teologi kenikmatan di dalam waktu dua jam perjalanan ke Ballarat, belajar menikmati Tuhan melalui ciptaanNya di sepanjang perjalanan. \u003cbr /\u003eSampai di tempat tujuan, kesan pertama, Mid City Hotel yang akan dipakai sangat lumayan dibandingkan dengan uang yang dibayar. Anugerah yang Tuhan beri harus dipakai sebaik mungkin untuk memuliakan dan menikmatiNya.\u003cbr /\u003eAcara dimulai dengan Kebaktian Jumat Agung yang dipimpin Sen Sendjaya Ph.D, \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eLay Pastor ICC\u003c/span\u003e. Pembahasannya dari Yes 53:10, Bapa menikmati ketika menghukum AnakNya. Salib yang harus ditempuh, dinikmati oleh Allah. Tidak biasa kedengarannya, tapi benar.\u003cbr /\u003eDilanjutkan dengan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e pertama (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eWhat is Enjoyment?\u003c/span\u003e) sesudah lunch. Karena koki hotel dari Malaysia, maka masakannya sangat cocok dengan lidah Indonesia. Pembelajaran tentang Kenikmatan langsung dipraktekkan di Hotel yang enak dengan makanannya yang juga enak.   \u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eSession\u003c/span\u003e keduanya (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eWhere is God when I enjoy?\u003c/span\u003e) di malam hari sesudah \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003edinner\u003c/span\u003e berbentuk diskusi. Pak Sen dan saya membawakan bahan kita selama waktu yang ditentukan lalu dilanjutkan dengan diskusi.\u003cbr /\u003eSesudah \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ebreak\u003c/span\u003e setengah jam dengan snack dan ayam Nandos, dilanjutkan dengan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eTalk Show\u003c/span\u003e.  Akhirnya bicara tentang panggilan dan kesaksian.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold; color: darkred;\"\u003eHari Kedua\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eHari ini acaranya lebih padat. Sesudah \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ebreakfast\u003c/span\u003e langsung masuk \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e ketiga (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eWhere am I when God enjoy?\u003c/span\u003e). Break setengah jam, masuk \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e empat (How to Enjoy God). \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eSession\u003c/span\u003e keempat ini bagi saya sangat menarik, karena bisa belajar cara pembelajaran yang baru. Pak Sen memberikan beberapa pertanyaan refleksi dengan melengkapi kalimat, sesudah masing2 menjawab dan menuliskan secara pribadi, diminta beberapa orang untuk mensharingkan apa yang ditulisnya. Terakhir, saya memberikan tanggapan sekaligus membagikan pergumulan tentang \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ehow to enjoy God\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eSelesai \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e ini dilanjutkan dengan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eBBQ lunch\u003c/span\u003e di dekat kolam renang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSesudah itu ada \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eOutdoor Games\u003c/span\u003e, pergi ke Lake Wendouree yang biasanya jadi tempat wisata di Ballarat. Sayang danaunya lagi kering. Tiga jam pada main2 dengan berbagai macam \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003egames\u003c/span\u003e dari panitia. \u003cbr /\u003eSempat pulang dan istirahat dua jam, lalu \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003edinner\u003c/span\u003e dan masuk \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003esession\u003c/span\u003e kelima (\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eForever Enjoy\u003c/span\u003e). Acaranya \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003erededication\u003c/span\u003e, ditutup dengan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003ecalling\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eBreak\u003c/span\u003e sebentar, lalu dibagi menjadi dua kelompok yang sudah menikah dan yang belum menikah.  Pak Sen memimpin 6 pasangan yang ikut, sementara sisanya saya yang pimpin dengan topik pernikahan. Wah, acaranya jadi seru banget dan kayanya waktunya kurang. Tapi, harus berhenti..\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight: bold; color: darkred;\"\u003eHari Ketiga\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eSession\u003c/span\u003e terakhir adalah \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eHow to Enjoy His Blessings\u003c/span\u003e. Sesudah itu harus buru2 \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003epacking\u003c/span\u003e, foto2 dan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003elunch\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003ePeserta yang masih tersisa di hari ketiga, pada foto2..\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_rnEmRL5qI/AAAAAAAAAO8/pNJk96ulK38/s1600-h/ICC-Camp2008-%2813%29.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;\" src\u003d\"http://bp1.blogger.com/_eCd_60B8KOM/R_rnEmRL5qI/AAAAAAAAAO8/pNJk96ulK38/s320/ICC-Camp2008-%2813%29.jpg\" alt\u003d\"\" id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5186711987048670882\" border\u003d\"0\"\u003e\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003eSelesai foto2 Pak Sen memimpin acara penutup berupa sharing, evaluasi dan doa ucapan syukur. Sesudah itu \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003elunch\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eSelesai \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003elunch\u003c/span\u003e, rencananya langsung ke Gereja di Melbourne. Tapi, terlalu cepat kalau langsung pulang, kecuali mereka yang mau latihan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003eChoir\u003c/span\u003e. Akhirnya, sebagian pada cobain kopi di Ballarat sama makan \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003epie\u003c/span\u003e. Enak juga pienya. Dari awal sampai akhir, \u003cspan style\u003d\"font-style: italic;\"\u003efrom enjoyment to enjoyment\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eSemoga kenikmatan yang berlimpah ini telah membuat kami belajar menikmati kelimpahan yang paling berlimpah, yaitu Tuhan sendiri yang adalah sumber kenikmatan.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3896521791972236964?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3896521791972236964/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/03/happier.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3896521791972236964"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3896521791972236964"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/03/happier.html","title":"HAPPIER"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1928752389510543474"},"published":{"$t":"2008-02-13T22:56:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-14T00:40:00.919+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 22"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kasih"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"}],"title":{"type":"text","$t":"Hari (?) Kasih Sayang"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eValentine's Day\u003c/span\u003e (hari yang tidak jelas asal-usulnya, karena umumnya penjelasannya dari legenda) biasanya menjadi hari istimewa bagi orang-orang yang saling mencintai, tapi mungkin menjadi hari yang menyebalkan bagi sebagian orang yang tidak memiliki kekasih!? \u003cbr /\u003eBagi yang merayakannya, hari itu menjadi hari yang berbeda. Biasanya yang tidak romantis, tiba-tiba berubah menjadi romantis. Hari selanjutnya berubah lagi seperti biasa. Kalau betul begitu, maka hanya satu hari menjadi sangat mengasihi, sisanya sepanjang tahun mungkin menjadi kurang mengasihi dan bahkan membenci. Bagaimana Alkitab berbicara tentang Kasih? Pasti banyak, karena Alkitab berbicara tentang Allah yang adalah Kasih dan Allah yang begitu mengasihi manusia.\u003cbr /\u003eBagaimana dengan respon manusia yang seharusnya terhadap kasih?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e37 Jawab Yesus kepadanya: \"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.\u003cbr /\u003eMat 22:37-39\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkblue;\"\u003eKasih Allah dan Mengasihi Manusia\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eAda hubungan yang sangat erat antara Kasih Allah dan mengasihi manusia. Tanpa Kasih Allah, maka manusia tidak akan pernah mengerti kasih yang sejati. Kasih manusia hanyalah kasih yang egois. Sekalipun manusia ingin berkorban bagi sesama manusia yang lain, biasanya karena ada alasan yang egois dibalik pengorbanan itu.                    Berbeda dengan kasih Allah yang justru berkorban bagi manusia yang berdosa, membenciNya dan bahkan melawanNya. Kasih yang memberi diriNya sendiri. Kasih Allah menjadi dasar untuk mengasihi manusia, kasih yang sejati.\u003cbr /\u003eSebaliknya, tanpa mengasihi manusia, sulit sekali untuk mengasihi Allah. Jika seseorang betul-betul mengasihi sesama manusia, ia akan mengasihi Allah yang mencipta manusia. Karena ia akan melihat kasih Allah terhadap sesama manusianya. Tapi, karena kasih manusia yang egois maka ia tidak pernah bisa melihat kasih Allah dan tidak bisa mengasihi Allah, karena ia hanya akan menuntut kasih sebaliknya dari sesamanya yang dikasihinya. Padahal jika kita mengasihi sesama manusia, kita akan lebih lagi mengasihi Allah. Mengasihi manusia adalah pembelajaran untuk mengasihi Allah. Semua pembelajaran kasih itu biasanya hanya untuk relasi yang sementara dan akan berakhir, tapi berguna sampai pada kekekalan. Maka, jika seseorang mengasihi sesama manusia tapi tidak mengasihi Allah maka ia gagal melihat esensi dari kasih yang berasal dari Allah dan seharusnya kembali kepadaNya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkblue;\"\u003eCinta Sejati\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKasih yang sejati berbeda dengan cinta romantis yang ditonjolkan dalam \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eValentine's Day\u003c/span\u003e. Kasih yang sejati adalah kasih yang terus-menerus, bukan hanya di hari tertentu. Seperti kasih Allah kepada manusia yang tidak pernah berubah, sekalipun umat pilihanNya berdosa, Allah tetap mengasihi dengan memberikan hajaran dan didikan.\u003cbr /\u003eSelain itu, kasih yang sejati itu bertumbuh. Kasih yang dimiliki oleh manusia biasanya dimulai dengan cinta yang egois, yang kemudian bertumbuh menjadi kasih yang memberi, tanpa syarat dan berkorban, yang mencapai puncaknya ketika serupa dengan Kristus, bisa mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Sekarang, kita memang menginginkan semua itu terjadi dan kita sudah memakai keseluruhan hidup dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan, tapi kita belum sempurna. Butuh proses yang bergantung kepada pengenalan yang semakin mendalam kepada Allah. \u003cbr /\u003eKasih yang sejati adalah kasih yang menjadi dirinya sendiri. Bukan kasih yang pura-pura. Karena orang Kristen disuruh mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Kita tidak perlu berubah menjadi lebih romantis untuk bisa betul-betul mengasihi, kita hanya perlu bertumbuh dan terus-menerus diperbarui Tuhan untuk makin berlimpah dengan cinta kasih yang sejati. \u003cbr /\u003eTanpa \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eValentine's Day\u003c/span\u003e-pun kasih harus tetap ditunjukkan, dan bahkan semakin hari semakin dalam karena relasi dengan Tuhan dan sesama manusia yang semakin dalam. Maka setiap hari adalah hari Kasih Sayang. Hari-hari di mana seorang Kristen belajar dan menyatakan kasihnya kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Hari-hari di mana kasihnya akan semakin bertumbuh dan semakin mendalam.. Hari-hari yang diisi bukan dengan kepura-puraan untuk menjadi orang lain dengan cinta yg romantis di dalam satu hari, tapi hari-hari yang semakin menjadi dirinya sendiri yang terus-menerus diperbarui untuk mempraktekkan cinta kasih yang sejati yang terus bertumbuh.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:red;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSemakin seseorang ingin menunjukkan betapa besar cintanya di dalam satu hari, semakin menunjukkan bahwa sebelumnya ia kurang mencintai, sama seperti sesudah hari itu.\u003cbr /\u003eRonald Arthur\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1928752389510543474?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/1928752389510543474/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/02/hari-kasih-sayang.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1928752389510543474"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1928752389510543474"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/02/hari-kasih-sayang.html","title":"Hari (?) Kasih Sayang"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7963979101659813582"},"published":{"$t":"2008-02-11T19:43:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-02-11T22:54:55.540+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kehidupan Kristen"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kasih"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes 15"}],"title":{"type":"text","$t":"Living Life Fruitfully"},"content":{"type":"html","$t":"Hampir setiap manusia menginginkan hidupnya berarti. Bahkan menginginkan (kalau bisa) dirinya bisa menjadi orang yang terkenal. Itu sebabnya kontes2 untuk menjadi populer begitu diminati oleh banyak orang, tanpa menghiraukan kemampuannya, talenta dan panggilannya. Bagamaina dengan pengikut Kristus? Apakah menjadi populer yang menjadi tujuan hidup kita?\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.\u003cbr /\u003eYoh 15:5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eTinggal dalam Kristus dan Kristus dalam kita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBerbeda dengan Yudas Iskariot yang dipotong dan dibuang, maka murid-murid Kristus seperti ranting2 dari pohon anggur yang terus-menerus bergantung dan percaya kepada Kristus yang adalah pokok anggur. Maka, tinggal dalam Kristus mempunyai arti terus-menerus beriman dan bergantung kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, pemelihara hidup dan tujuan akhir dari hidup ini.\u003cbr /\u003eTinggal dalam Kristus tidak bisa dipisahkan dengan Kristus dalam kita, karena justru karena Kristus dalam kita yang membuat kita bisa tinggal dalam Kristus. Membandingkan dengan Yohanes 15:7, maka Kristus dalam kita sama dengan firman Allah di dalam kita. Artinya, yang memampukan kita bisa terus percaya dan bergantung kepada Tuhan adalah firmanNya yang tinggal dalam kita. Firman yang tinggal dalam kita adalah firman yang kita hidupi dalam kehidupan ini. Bukan hanya sekedar pengetahuan, tapi yang dipraktekkan dalam hidup ini. Percaya dan bergantung terus-menerus kepada Kristus serta menghidupi firmanNya membuat kita berbuah banyak.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eBerbuah banyak\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eHidup yang berbuah banyak adalah konsekuensi logis dari murid-murid yang mengikuti Kristus. Ini bukan pilihan, tapi suatu kepastian.\u003cbr /\u003eAda banyak penafsiran tentang berbuah banyak. Secara pribadi, saya menyoroti tiga hal saja:\u003cbr /\u003e1. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eMeminta dan mendapatkan.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya \u003c/span\u003e(Yoh 15:7).\u003cbr /\u003eBukan sembarang permintaan, tetapi meminta kehendak Allah berdasarkan firman Kristus yang tinggal dalam kita. Ada suatu kepastian bahwa kita akan mendapatkan permintaan itu, dan tentu saja akan melakukannya dalam kehidupan kita. Orang Kristen yang berbuah banyak adalah Kristen yang meminta kehendak Allah, mendapatkan dan melakukannya dalam kehidupannya. Sudah berapa banyak kehendak Allah yang kita minta. dapat dan lakukan?\u003cbr /\u003e2. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eMengasihi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e\"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. \u003c/span\u003e(Yoh 15:9-10).\u003cbr /\u003eKasih adalah salah satu aspek dari buah Roh. Sudah terlalu banyak yang membahas tentang kasih, tapi kenyataannya sulit sekali untuk mempraktekkan kasih tanpa syarat yang terus bertumbuh dalam hidup ini. Dasar dari kasih Kristen adalah kasih Bapa di dalam Tuhan Yesus yang mengasihi kita. Yesus Kristus sudah menderita, berkorban dan mati bagi kita (Yoh 15:13). Hal ini adalah bukti dari cinta kasihNya kepada kita. Apa bukti dari kita mengasih Allah? Tuhan Yesus menginginkan kita sebagai murid-muridNya untuk saling mengasihi, seperti kasihNya kepada kita (Yoh 15:12). Hidup Kristen yang berbuah banyak, justru ditunjukkan dengan mengasihi Allah dan saling mengasihi yang didasarkan atas kasih Kristus yang berkorban bagi umatNya.\u003cbr /\u003e3. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue;\"\u003eBersukacita\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. \u003c/span\u003e(Yoh 15:11).\u003cbr /\u003eSukacita sering kali disalah-artikan dengan tertawa. Padahal tidak semua tawa adalah sukacita, dan bahkan hanya sedikit tawa yang betul-betul sukacita. Sukacita yang berasal dari Kristus adalah sukacita yang kekal, yang tidak bergantung oleh keadaan. Justru menjadi suatu tantangan bagi seorang Kristen untuk menyatakan sukacitanya di dalam segala keadaan. Sukacita kekal ini didapatkan karena penebusan atas dosa-dosa kita, yang membuat kita sudah dibebaskan dari hukuman kekal. Keadaan apapun tidak akan mengubah status kita sebagai orang yang sudah diselamatkan. Sukacita ini membuat kita bisa melakukan banyak hal di dalam segala keadaan sebagai respon untuk menyatakan kemuliaan Allah. Hidup yang berbuah banyak adalah hidup bersukacita dalam segala keadaan dan bisa memanfaatkan setiap keadaan untuk memuliakan Allah.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7963979101659813582?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7963979101659813582/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/02/living-life-fruitfully.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7963979101659813582"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7963979101659813582"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/02/living-life-fruitfully.html","title":"Living Life Fruitfully"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3695003945182271690"},"published":{"$t":"2008-01-03T09:47:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-01-03T11:00:02.286+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tahun Baru"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"2 Korintus"}],"title":{"type":"text","$t":"Tahun Baru? Apanya yang baru?"},"content":{"type":"html","$t":"Di tahun baru banyak orang berharap ada banyak hal yang baru dan lebih baik yang akan terjadi. Semua berharap demikian. Sayangnya, pengharapannya hanya kepada tahun yang baru di kalender dan tanpa melihat keadaan dan kondisi yang sebenarnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePagi ini saya menulis di tengah suasana hujan lebat dan di beberapa tempat di Jakarta sedang mengalami banjir. Tempat saya tinggal belum pernah banjir, tapi siapa tahu di tahun baru akan mengalami sesuatu yang baru, kebanjiran!?\u003cbr /\u003eBanjir menjadi hal yang baru bagi daerah2 yang dilewati sungai Bengawan Solo. Tahun baru di tempat pengungsian.. Efek dari pemanasan global!\u003cbr /\u003eMinyak duniapun 'akhirnya' mencapai 100 dollar US/barrel (meskipun pagi ini turun lagi), yang berdampak kepada pasar modal dan tentu saja nilai tukar rupiah dan perekonomian dunia. Sesuatu yang baru sedang terjadi?\u003cbr /\u003eInikah sebagian hal2 baru yang diharapkan terjadi di tahun baru? Tentu saja tidak!\u003cbr /\u003eHal2 baru apakah yang diharapkan dari bumi yang makin tua dan sedang mengalami konsekuensi kerusakan akibat hal2 baru yang pernah ditemukan manusia, mis: mobil, AC, industri, kertas, dll? Ataukah kita berharap hal2 baru dari masyarakat bumi yang semakin pintar berdosa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eJadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.(LAI)\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTherefore, if anyone is in Christ, he is a new creation. The old has passed away; behold, the new has come. (ESV)\u003cbr /\u003e2 Co 5:17\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eBaru\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKata baru yang dipergunakan oleh Rasul Paulus di dalam ayat ini adalah kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ekainos\u003c/span\u003e. Kata ini berbeda dengan kata \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eneos\u003c/span\u003e. Meskipun sama-sama diartikan baru. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eneos\u003c/span\u003e mempunyai pengertian baru secara kuantitas, sesuatu yang betul-betul baru. Sedangkan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ekainos\u003c/span\u003e berarti baru secara kualitas. Maksudnya, baru yang berasal dari lama dengan perubahan (transformasi).\u003cbr /\u003eTahun baru seharusnya bukan tahun neos, tapi tahun kainos. Karena semua tetap sama. Tahun 2008 berasal dari 2007 + 1 detik. \u003cbr /\u003eDunia ini sebenarnya sedang bertambah tua dan bukannya baru. Tahun yang baru hanya membuat bertambahnya usia bumi yang makin tua. Sama seperti manusia yang makin lanjut usia, apa yang bisa diharapkan lagi? Usaha untuk peremajaan menjadi usaha yang sia-sia... Kalau begitu, mengapa berharap sesuatu yang baru dan lebih baik di tahun yang baru? Bukankah segala sesuatu yang kelihatan baru sebenarnya berasal dari yang lama, dan kalaupun dianggap baru ternyata di tahun2 yang akan datang hanya berdampak kepada kerusakan yang lebih  parah di dalam hidup manusia di bumi ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eCiptaan Baru\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eCiptaan baru menjadi solusi untuk kesulitan umat manusia. Maka, bumi ini perlu diciptakan kembali. Tapi, kalau manusianya tidak menjadi ciptaan yang baru, apakah gunanya bumi yang baru? Apakah gunanya tahun baru? Bukankah Tuhan pernah melakukan hal ini dengan banjir di zaman Nuh dan memberikan kesempatan sekali lagi kepada umat manusia. Tapi, manusia gagal karena manusianya tidak diciptakan kembali.\u003cbr /\u003eItu sebabnya suatu saat bumi ini akan dihancurkan dan diciptakan kembali. Tapi, sebelum itu terjadi, manusia harus menjadi ciptaan baru dan dipersiapkan untuk bumi yang baru.\u003cbr /\u003eManusia yang menjadi ciptaan baru adalah mereka yang percaya kepada Yesus Kristus dan terus diubahkan untuk menjadi sempurna saat kembali kepada Tuhan. Hidupnya tetap di dunia yang sama, tidak ada perubahan sama sekali, tetapi cara pandang terhadap Allah,  manusia dan dunia ini menjadi berubah. Pengharapannya bukan kepada dunia ini, tetapi kepada Allah yang kekal. Dunia ini hanyalah tempat persiapan dan pelatihan untuk menuju bumi yang baru.\u003cbr /\u003eManusia yang menjadi ciptaan baru tetap mengharapkan banyak hal yang lebih baik terjadi di dunia ini untuk kemuliaan Allah dan bahkan berusaha dengan segenap tenaga untuk menyatakan kebaikan2 Tuhan, tetapi di sisi yang lain menyadari bahwa di dunia ini akan tetap dirusak selama masih ada dosa, dan suatu saat bumi ini akan hancur. Maka pengharapannya bukan kepada dunia ini dan tahun yang baru. Tapi, pengaharapannya kepada Tuhan yang sedang bekerja memperbarui umatNya. Pengharapannya bisa melihat segala sesuatu yang lama, dosa-dosa menjadi berlalu. Dan tentu saja bisa mempunyai cara pandang yang baru di dalam segala keadaan yang dihadapi.\u003cbr /\u003eJika tahun ini harus berhadapan dengan kekayaan yang makin bertambah, kesehatan makin baik, relasi-relasi yang baru dan berbagai macam kebahagiaan, maka akan dihadapi dengan penuh ucapan syukur untuk memuliakan Allah dan melayani sesama manusia. Dan jika tahun inipun harus menghadapi kesulitan dan tantangan yang lebih besar, kehilangan orang-orang yang dikasihi, kehilangan materi, sakit dan berbagai macam masalah kehidupan, maka akan dihadapi dengan penuh ucapan syukur untuk saat-saat kebahagiaan yang sudah pernah Tuhan berikan dan berjuang dalam kesulitan sekarang ini untuk bisa tetap memuliakan Allah dan melayani sesama bahkan di dalam kekurangan. Bukankah persembahan janda miskin lebih dipuji oleh Tuhan Yesus!? Jikalau kita kaya dalam iman, maka kita tidak akan pernah kekurangan untuk berbagi dengan orang lain.\u003cbr /\u003eJadi, tahun baru tanpa ciptaan baru, hanyalah menjalani tahun-tahun lama yang akan segera berlalu, dan kembali berharap untuk tahun dan sesuatu yang baru.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3695003945182271690?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3695003945182271690/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/01/tahun-baru2-apanya-yang-baru.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3695003945182271690"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3695003945182271690"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2008/01/tahun-baru2-apanya-yang-baru.html","title":"Tahun Baru? Apanya yang baru?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3364816002749205053"},"published":{"$t":"2007-12-12T11:45:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2008-01-07T20:01:52.897+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yesaya"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Natal"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"}],"title":{"type":"text","$t":"I'll have a blue Christmas without YOU"},"content":{"type":"html","$t":"Bukan bermaksud untuk membahas lagu yang tidak ada nafas kekristenannya, tapi sudah dianggap sebagai salah satu lagu Natal. Hanya meminjam judulnya saja.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eYesaya 7:14\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003e\"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel\" yang berarti: Allah menyertai kita.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eMat 1:23\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eImanuel menjadi salah satu nubuat yang sangat penting bagi umat manusia. Karena Allah yang begitu jauh dan menakutkan, sekarang menjadi dekat dan bersama-sama umatNya. Yesus Kristus tidak memilih untuk lahir di dalam Bait Allah, di dalam Ruang Maha Kudus (tempat yang paling kudus di dunia!?). Tapi, memilih untuk lahir di tempat yang paling jorok, tapi paling dekat dengan umat gembalaanNya, yaitu di kandang binatang.\u003cbr /\u003eIa tidak lahir di dalam istana dan dihadapan pembesar2 dengan segala kemewahannya. Kabar gembira tentang kelahirannya pertama kali diberitakan bukan kepada para pembesar dan raja2 yang berhak menerima informasi terbaru, dan terakurat. Tapi justru kabar gembiranya dibagikan kepada para gembala yang berada di padang (orang yang terbuang?), ditambah dengan konser gratis dari para malaikat. Tidak perlu membeli tiket, semuanya gratis.....\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNatal yang pertama, jauh sekali berbeda dengan zaman sekarang ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePromosi dari perayaan Natal diberitakan oleh para nabi sepanjang zaman. Tapi, pada waktunya tiba hanya diberitakan kepada segelintir orang. Zaman sekarang ini, semua berlomba-lomba mempromosikan perayaan Natalnya. Entah dengan KKR, ada konser musik, ada penyanyi, drama, dll. Banyak yang ingin mendapatkan orang-orang baru dan jiwa-jiwa yang terhilang. Rencananya dibuat sematang mungkin, panitia dibentuk. Rapat2 dan pencarian dana. Promosi kesana-kemari.\u003cbr /\u003eJauh sekali berbeda dengan Natal yang pertama. Hanya diberitahukan kepada gembala dan orang2 majus. Tidak pentingkah Natal yang pertama, sehingga hanya diberitahukan kepada segelintir orang? Bukankah itu kesukaan besar bagi dunia? Kenapa tidak diadakan KKR di stadion yang paling besar di dunia + siaran langsung ke seluruh TV di dunia (dua2nya belum ada sih!)? \u003cbr /\u003eAtaukah, mungkin perayaan2 Natal yang sekarang ini jauh lebih penting? Harus menyewa tempat2 yang besar dan lumayan mahal. Kenapa tempat yang besar dan mahal? Ada yang terus terang mengakui, biar yang datang adalah orang2 yang berkelas dan berduit. Bukan sedang bersaing dengan gereja2 yang lain untuk menarik orang baru (dan kaya) lebih banyak lagi, tapi kenyataannya sedang bersaing. Masing-masing dengan cara dan keinginan sendiri. Adakah Yesus Kristus yang menjadi pusat di dalam semuanya? Adakah Allah menyertai umatNya? Semua pasti menjawab, \"Ya! Kami memberitakan Yesus Kristus yang lahir dengan segala sukacitanya dan semuanya untuk kemuliaan Allah\" \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eNatal zaman sekarang ini berusaha menghadirkan sukacita. Dan sukacita itu diusahakan bisa didapatkan dari berbagai sumber. Entah itu tempat perayaan yang lebih enak, besar dan megah, acara2 yang lebih variatif dan menghibur, musik, drama, konser, dan tentu saja diharapkan bersifat kekeluargaan. Di sisi yang lebih ekstrim, sukacita itu coba didapatkan melalui Santa Claus, kasih dan perhatian lewat kartu Natal, pemberian kado, film-film dan lagu2 yang bernuansa Natal, tapi tanpa Kristus. Adakah manusia bersukacita dengan Natal? Adakah penyertaan Allah kepada umatNya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSukacita lewat perayaan yang sedang ditawarkan sekarang ini kebanyakan adalah sukacita palsu. Karena sukacita yang sejati didapatkan lewat Imanuel. Ya, Allah menjadi manusia, mengubah hidup manusia yang berdosa. Bukan lagi menjadi sama dengan dunia ini yang hanya ingin terus dilayani, tapi melayani. Bukan mengandalkan segala kebesaran, kemegahan dan kemewahan, tapi justru kesederhanaan dan kasih yang tidak menuntut balas. Mencari orang-orang yang terhilang, yang tersingkir karena keberdosaan dan bukan karena mereka orang-orang kaya yang bisa mendukung perkembangan gereja. Bukan dengan motivasi untuk mendapatkan orang lebih banyak untuk perkembangan gereja sendiri (yang berimplikasi kpd jumlah persembahan yg lebih banyak), tapi untuk menggenapi apa yang menjadi kehendak Allah.\u003cbr /\u003eSukacita ini didapatkan bukan dengan jaminan dalam hidup yang pasti enak, penuh kemewahan dan kegembiraan, seperti dalam perayaan2 Natal. Sukacita itu akan menguap sesudah perayaan dan kebersamaan selesai. Tapi, sukacita yang sejati berpusat pada Yesus Kristus yang menjadi gembala jiwa dalam segala keadaan dan setiap saat. Kalau Tuhan sudah menyertai kita, apalagi yang kita butuhkan? Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanpa Kristus dan penyertaanNya, perayaan natal dengan segala variasi dan hiburannya hanya akan menjadi sukacita palsu yang akan berakhir dengan kesedihan. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eI'll have a \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eblue\u003c/span\u003e Christmas without YOU\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3364816002749205053?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3364816002749205053/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/12/ill-have-blue-christmas-without-you.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3364816002749205053"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3364816002749205053"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/12/ill-have-blue-christmas-without-you.html","title":"I'll have a blue Christmas without YOU"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7670994493184573320"},"published":{"$t":"2007-11-14T08:58:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-11-14T10:07:26.871+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Dosa"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Roma"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Mazmur"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"1 Petrus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Amsal"}],"title":{"type":"text","$t":"Congkak dan Sombong"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003e\"Bukan yang congkak, bukan yang sombong,\u003cbr /\u003eyang disayangi, handai dan taulan...\"\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e \u003cbr /\u003eKalimat di atas ini adalah sepotong lagu di masa kecil yang masih terus terngiang-ngiang. Kenyataannya, dosa membuat kecongkakkan dan kesombongan masih terus mengganggu di dalam hati ini. Semua orang pada dasarnya sombong. Bahkan orang yang kelihatan rendah hatipun sering menyombongkan kerendahan hatinya, meskipun itu dilakukan di dalam hatinya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eMata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eAmsal 21:4\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eDemikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: \"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.\"\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e1 Petrus 5:5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e \u003cbr /\u003eDalam Amsal 21:4, kecongkakkan dan kesomobongan ditunjukkan melalui mata dan hati. Mata seseorang ternyata bisa menunjukkan betapa berdosanya orang itu. Dari cara memandang, entah memandang terlalu tinggi kepada orang-orang tertentu, ataupun merendahkan orang-orang tertentu. Mata kita berbicara, betapa sombong dan congkaknya diri kita. Mata kita mewakili hati kita yang sombong. Itu sebabnya sangat gampang untuk mengenali orang sombong. Seseorang tidak perlu berbicara untuk memperlihatkan kesombongannya. Cara melihat kepada seseorang bisa menunjukkannya. Mata seseorang kadang-kadang bisa kelihatan menipu, tapi kalau diperhatikan lebih jelas dan teliti, maka hati seseorang bisa terlihat, karena mata adalah jendela hati. Itu sebabnya penulis Amsal mengaitkan antara mata dan hati yang sombong.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eYang lebih menarik, waktu penulis Amsal mengaitkan mata yang congkak dengan dosa. Bagi zaman ini, kesomobongan sudah dianggap lumrah. Memang ada yang kurang enak kalau  melihat orang yang terlalu sombong. Tapi, kalau kesombongan yang wajar (emang ada?), yang tidak terlalu berlebihan akan kita anggap wajar-wajar saja. Apalagi kalau orang yang menunjukkan kesombongannya dan menunjukkan betapa hebatnya dirinya adalah orang yang memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Bagi kita, mungkin tidak apa-apa kalau orang itu kemudian menceritakan kehebatan dan kemampuannya, dan bahkan mempertontonkan semuanya yang akan membuat kita kagum.\u003cbr /\u003eHaruskah seseorang yang mempunyai banyak kelebihan dan kemampuan menunjukkan semua kemampuan dan kelebihannya? Motivasinya apa? Untuk menunjukkan betapa hebatnya dirinya? Ataukah ingin menunjukkan anugerah Tuhan yang harus dipakai memuliakanNya (yang ini jarang ada orang melakukannya)?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAda perbedaan yang besar yang bisa dilihat dari cerita seseorang tentang kemampuan2 di dalam dirinya. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eYang berpusat pada diri\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e, akan menunjukkan semuanya dengan kebanggaan dan banyak menggunakan kata 'saya', bahkan penekanannya kepada usaha dan perjuangannya sendiri. Akibatnya, menjadi kurang menghargai orang-orang yang memiliki kemampuan yang hanya sedikit dan bahkan bisa menghina orang-orang seperti itu.\u003cbr /\u003eSedangkan yang \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eberpusat kepada Tuhan\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e, tidak merasa terlalu perlu untuk menunjukkan kemampuan-kemampuannya yang hebat, kecuali pada saat dibutuhkan. Pada saat menunjukkannya, maka orang itu akan menunjukkan bahwa semuanya berasal dari Tuhan dan dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Ia tidak akan kurang menghargai orang-orang yang kemampuannya kurang, apalagi menghinanya. Ia juga tidak akan iri dengan orang-orang yang melebihi dirinya. Bahkan, kemampuan dan kelebihannya akan dipakai untuk menolong orang yang kurang dan orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih darinya tapi belum menyadari potensi kemampuan dan kelebihannya itu. Hal ini seringkali hanya menjadi mimpi di dunia yang berdosa ini. Karena semua manusia congkak dan sombong.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003ePenulis-penulis Alkitab bukan hanya mengatakan bahwa kecongkakkan adalah dosa, ternyata Allah sendiri menentang orang-orang congkak. Orang yang congkak dan sombong harus berhadapan dengan Allah. Mengapa? Kenapa dosa yang satu ini menjadi begitu serius? Sebagian besar orang mencoba menghubungkan dengan awal dari dosa yang disebabkan oleh Iblis. Kalau kita memperhatikan pelayanan Tuhan Yesus, maka Ia menerima dan melayani pemungut cukai, orang-orang berdosa dan bahkan para pezinah. Tetapi, ketika berhadapan dengan imam-imam, ahli Taurat dan orang Farisi yang sombong dan congkak, maka perkataan Tuhan Yesus, \"\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eIblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu\u003c/span\u003e\" (Yoh 8:44).\u003cbr /\u003eBegitu juga dengan kesombongan Hawa yang tidak mengikuti perintah Allah dan memakan buah yang dilarang, karena ingin menjadi seperti Allah. Kesombongan yang membuat dosa hadir dan juga masuk ke dunia ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSelain itu, kesombongan ada kemiripan dengan penyembahan berhala. Kesombongan manusia menyebabkan manusia menyembah dirinya dan segala kemampuannya, yang sebenarnya adalah anugerah Allah. Pemberian Allah yang seharusnya dipakai untuk memuliakan dan menikmatiNya, ternyata diklaim sebagai milik pribadi, pencarian pribadi, usaha pribadi dan perjuangan pribadi, untuk menyembah diri sendiri dan mencari pujian dan penyembahan dari orang-orang disekelilingnya. Sama persis dengan penyembahan berhala.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMengapa kita menjadi sombong? Jika yang kita miliki semuanya adalah anugerah Allah, apa yang bisa kita sombongkan? Waktu kita lahir, kita miskin dan belum bisa melihat semua yang sudah Tuhan anugerahkan dan siapkan bagi kita. Waktu kita mati, kita akan kehilangan semua yang sudah kita miliki dan menjadi miskin kembali. Lahir dalam keadaan telanjang, bodoh, miskin dan tidak bisa apa-apa. Matipun membuat kita miskin dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi di dunia. Adakah yang bisa dibanggakan manusia selama hidup di dunia? Ada! Tuhan satu-satunya yang harus dibanggakan, dipuji dan dimuliakan. Karena Ia adalah sumber segala sesuatu.\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eOrang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eMazmur 20:8\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003e Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eRom 11:36\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7670994493184573320?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7670994493184573320/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/11/congkak-dan-sombong.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7670994493184573320"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7670994493184573320"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/11/congkak-dan-sombong.html","title":"Congkak dan Sombong"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2744619222908084788"},"published":{"$t":"2007-10-23T13:16:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-10-23T14:32:59.554+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pelayanan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 17"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lukas 17:7-10"}],"title":{"type":"text","$t":"Facing Narcissism"},"content":{"type":"html","$t":"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eNarcissism\u003c/span\u003e atau mencintai diri sendiri, menjadi salah satu produk yang paling disukai manusia berdosa zaman ini. Sadar atau tidak sadar  manusia sangat mencintai diri sendiri, meskipun yang ditunjukkan setiap orang bisa berbeda-beda. Akarnya tetap sama, berpusat pada manusia dengan segala kesombongannya.\u003cbr /\u003eHal yang sama juga menjadi pergumulan dari orang2 Kristen yang mendapatkan berkat dan anugerah yang besar. Dan seringkali menjadi impian dari orang-orang Kristen yang mengharapkan dapat berkat2 yang besar. Bahkan orang-orang yang dipakai Tuhan menjadi seorang Hamba dengan segala berkat dan anugerahNya seringkali melupakan statusnya sebagai Hamba, ketika mendapatkan berbagai macam kelimpahan dan berkat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi suatu hari minggu, sesudah berkhotbah beberapa kali di suatu gereja dan ingin berpamitan dengan Gembala dari gereja itu, sang Gembala yang sangat senior, terkenal dan rendah hati itu kemudian mengucapkan banyak2 terima kasih karena sudah membantu pelayanan di situ. Tiba-tiba saya teringat dengan satu bagian firman Tuhan, yang langsung saya katakan (hanya ayat terakhir yang saya katakan, karena saya percaya sang Gembala tahu konteksnya) dan kemudian disetujui oleh sang Gembala.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e7 \"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.\"\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eLuk 17:7-10\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eWaktu membaca bagian firman Tuhan ini pertama kali, saya merasa ada yang kurang fair.  Sang Budak yang sudah kerja keras, seharusnya mendapatkan apresiasi. Eh, malahan disuruh kerja lagi dan tanpa ucapan terima kasih. Selain itu, tidak perlu membanggakan apa yang dikerjakannya sehingga harus dipuji oleh tuannya. Perasaan dan pemikiran kurang fair ini muncul karena dipengaruhi oleh zaman ini yang menekankan cinta kepada diri yg berlebihan. Manusia merasa dirinya sangat berguna dan harus selalu dihargai oleh siapapun. Apa yang kita lakukan dan kerjakan harus diapresiasi oleh orang lain. Itu sebabnya, pengamen2 yang di bis kota ataupun di lampu2 lalu lintas seing memaksa orang-orang untuk menghargai apa yang sudah dikerjakannya dengan cara memberi uang.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eCara yang sama ditunjukkan oleh beberapa hamba Tuhan yang terkenal. Suka sekali menunjukkan kehebatan2nya, membandingkan dengan hamba Tuhan atau orang2 lain dan menunjukkan rekor-rekor yang sudah dicapai. Ada yang membanggakan banyaknya orang yang sudah mendengarkan kotbah2nya, banyaknya orang yang sudah bertobat melalui dirinya, disembuhkan, banyaknya gereja yang sudah didirikannya, banyaknya jemaat dan begitu banyak alasan yang dipunyai untuk menunjukkan pencapaiannya. Masalahnya, bukankah itu semua anugerah Tuhan? Siapa yang memberikan firman sehingga bisa keluar dari mulut seorang Hamba Tuhan? Siapa yang menggerakkan orang untuk mendengarkan firman? Siapa yang mengubah hati seseorang untuk percaya kepada Yesus Kristus? Siapa yang sesungguhnya membangun gereja dan memeliharanya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKalau semuanya anugerah Tuhan, kenapa ada hamba-hamba Tuhan yang terlalu membanggakan semuanya itu, seolah-olah semuanya berasal dari dirinya sendiri dan merupakan usahanya sendiri. Ada hamba-hamba yang merasa dirinya terlalu berguna dan terlalu hebat di dalam Kerajaan Allah. Ini namanya kacang lupa kulit, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003enarcist\u003c/span\u003e!!! Sama seperti Daud yang ingin membantu Tuhan dengan mendirikan rumah bagi Allah (2 Sam 7). Jawaban dari Tuhan mengingatkan Daud siapa dirinya yang hanyalah gembala yang tidak berarti dan kemudian diurapi oleh Tuhan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eApa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus justru mengingatkan posisi dan tugas seorang Hamba. Diangkat menjadi Hamba adalah belas kasihan dan kemurahan Allah (2 Kor 4:1). Diberikan talenta dan pekerjaan, itupun pemberian Sang Tuan yang akan datang kembali (Mat 25:14-30). Tidak ada orang yang terlalu hebat dan mengerjakan melebihi kapasitas dan kemampuannya, yang ada biasanya kurang maksimal. Kalau bisa maksimal mengerjakan dan mengembangkan talentanya, bukankah yang harus ditinggikan dan dimuliakan adalah Sang Pemberi yang juga memberikan kekuatan dan menyertai sehingga sang hamba bisa melakukan semuanya!? Mengapa justru banyak orang mencuri kemuliaan Allah?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeharusnya budak berterima kasih kepada Sang Tuan ketika bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dan bukan Sang Tuan yang harus berterima kasih. Karena sang budak telah diberikan segala sesuatu oleh Sang Tuan. Sang budak hanyalah budak yang tidak berguna jikalau tidak diberikan pekerjaan oleh Sang Tuan. Dan kalau sang budak hanya menyelesaikan apa yang harus dilakukan, dimana kehebatannya? Apakah sang budak sudah melakukan seluruh pekerjaan Sang Tuan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTidak ada pekerjaan dan pelayanan yang terlalu besar dan terlalu hebat yang sudah kita lakukan sehingga Tuhanpun harus berterima kasih kepada kita. Tidak ada rekor yang terlalu hebat yang sudah kita ciptakan dibandingkan dengan segala anugerah, talenta dan kemampuan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna dan hanya melakukan apa yang harus kita lakukan. Sang Tuanlah yang begitu hebat dan luar biasa, tanpa Dia kita tidak ada artinya. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003e\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2744619222908084788?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2744619222908084788/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/10/facing-narcissism.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2744619222908084788"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2744619222908084788"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/10/facing-narcissism.html","title":"Facing Narcissism"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5092023650506416027"},"published":{"$t":"2007-10-01T09:38:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-10-01T10:23:44.978+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yeremia"}],"title":{"type":"text","$t":"Tipuan Masa Depan"},"content":{"type":"html","$t":"Sebenarnya saya pernah menyinggung bagian firman ini. Tapi, akhir2 ini jadi sering dipakai di dalam kotbah2, jadi lebih baik dibahas lagi secara terpisah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold; color:darkred;\"\u003eSebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.\u003cbr /\u003eYer 29:11\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eTipuan Pengharapan untuk Masa Depan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang yang hidup di dunia ini tidak menyadari bahwa dirinya sedang ditipu dengan pengharapan akan masa depan. Ada yang mengorbankan waktu, masa muda, keluarga, kehormatan, dll, demi utk mengejar masa depan yang dianggapnya penuh dengan pengharapan. Sesudah memasuki masa tua, baru umumnya orang-orang itu mulai sadar bahwa yang mereka kejar dan yang sudah mereka korbankan ternyata bukan untuk masa depan, tetapi untuk masa lalu. Karena apa yang sudah didapatkan, satu persatu harus ditinggalkan dan dilepaskan. Entah itu jabatan dan posisi (mungkin akan mengalami \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003epost power syndrom\u003c/span\u003e), ditinggalkan orang-orang yang dikasihi (isteri, anak, sahabat, dll), lebih gampang sakit (tidak seperti waktu masih muda), dan hidup sepertinya tanpa harapan bagi sebagian orang yang diijinkan kehilangan banyak hal dalam hidupnya dan ditinggal sendiri. Di mana masa depan itu? Banyak orang-orang yang menjadi kaya dan terkenal begitu sombong di dalam kejayaannya. Mereka merasa masa depan dan pengharapan untuk mereka. Tetapi, di mana kesombongan mereka ketika mereka sakit dan akan mati? Di mana kesombongan mereka ketika mulai merasa tidak berdaya dalam hidupnya? Kesombongan dan kejayaan mereka hanyalah masa lalu yang ditelan oleh waktu. Di mana masa depan mereka? Kalau tidak ada anugerah Allah untuk pertobatan, maka masa depan mereka adalah NERAKA.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eMasa Depan dan Pengharapan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDalam terjemahan LAI langsung digabung menjadi 'hari depan yang penuh harapan.' Dalam bahasa aslinya (Ibrani) sebenarnya merupakan dua kata, yaitu 'masa depan (future)' dan 'pengharapan'. Kesalahan dari kebanyakan orang yang membaca dan menafsirkan ayat ini, hanya melihat nuansa kesementaraan dan tidak menghubungkannya dengan kekekalan. Padahal kata yang dipakai berhubungan dengan kekekalan.\u003cbr /\u003eSaya membayangkan sebagai orang Israel yang berada di pembuangan (Babel) yang mendengarkan kalimat dari nabi Yeremia, seharusnya bertanya kapan masa depan itu? 50 tahun yang akan datang, sesudah penghukuman itu selesai? Jangan-jangan sebagian dari orang Israel sudah meninggal (termasuk Daniel dan rekan2nya!?) dan tidak kembali lagi ke Israel!\u003cbr /\u003eItu sebabnya, masa depan dan pengharapan itu sebenarnya bukan hanya bergantung dari waktu yang akan datang. Tapi, waktu-waktu yang akan mereka jalani di dalam pembuanganpun adalah masa depan dan pengharapan jika dihubungkan dengan kekekalan yang merupakan masa depan yang sejati. Sejak di Babel, orang Israel belajar untuk menyembah satu Allah saja dan tidak ada lagi ilah2 lain di hadapan mereka. Ini adalah masa depan orang Israel, karena mereka akan terus beribadah kepada Allah sampai selama-lamanya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkblue;\"\u003eMasa Lalu menjadi Masa Depan\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKalau hidup di dunia ini semuanya akan berlalu, maka di dunia ini seharusnya tidak ada masa depan. Semua yang belum terjadi, suatu saat akan terjadi dan dilewati menjadi masa lalu. Ada yang akan diingat di dalam sejarah dan ada yang akan sia-sia. Kalau begitu, di mana masa depan yang sejati?\u003cbr /\u003eDi dalam Kristus, kesementaraan ini sudah dikaitkan dengan kekekalan. Maka segala hal yang kita kerjakan di dalam kesementaraan ini sebagai persiapan untuk kekekalan. Waktu-waktu yang kita pakai untuk menyembah dan memuliakan Allah dengan cara menggenapkan dan menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kita di dunia ini, adalah waktu-waktu yang akan berlalu di dalam sejarah dunia ini. Tapi, akan tetap diingat di dalam kekekalan sampai selama-lamanya. Itu sebabnya, masa lalu yang akan berlalu di dalam waktu, bisa menjadi masa depan yang tidak akan berlalu di dalam kekekalan.\u003cbr /\u003eKekekalan adalah masa depan yang sejati. Karena di dalam kekekalan, tidak ada yang akan berlalu. Adakah hal-hal yang kita kerjakan berhubungan dengan Allah yang kekal dan masa depan yang kekal dan penuh pengharapan?\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5092023650506416027?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/5092023650506416027/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/10/tipuan-masa-depan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5092023650506416027"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5092023650506416027"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/10/tipuan-masa-depan.html","title":"Tipuan Masa Depan"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7761186727113161431"},"published":{"$t":"2007-09-04T09:43:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-09-04T10:47:58.553+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kesaksian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Lebih dari Kristus"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eSeorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.\u003cbr /\u003eMat 10:24\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMemperhatikan diri sendiri dan juga memperhatikan kehidupan hamba-hamba Tuhan yang semakin terkenal, kelihatannya semakin jauh berbeda dengan Kristus.\u003cbr /\u003eAda kecenderungan untuk kelihatan semakin sibuk dan dalam kotbah-kotbah semakin ingin menunjukkan bahwa pelayanan sebagai hamba Tuhan itu menderita dan capek sekali. Sampai-sampai kemudian tidak ada waktu lagi untuk melayani orang-orang yang harus dilayani.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam Mat 10:24, Tuhan Yesus berbicara di dalam konteks penderitaan. Tidak ada seorang murid yang lebih dari pada gurunya. Maksudnya, penderitaan yang akan dialami oleh murid-murid Kristus tidak akan pernah melebihi penderitaan Kristus. Seharusnya, kalau kita menjadi serupa Kristuspun tetap tidak bisa dibandingkan penderitaan yang kita alami dengan penderitaan Kristus. Ia adalah Pencipta, jadi sama dengan ciptaan, menderita, berkorban dan mati bagi ciptaanNya. Kalau kita menderita dan mati bagi Kristuspun, tetap tidak sebanding dengan apa yang Ia telah lakukan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eAkhir-akhir ini dapat beberapa SMS yang memberikan informasi tentang gereja yang diserbu dan Pendetanya dianiaya. Banyak orang yang terkejut dengan berita-berita seperti ini. Tapi, bukankah hal-hal seperti ini adalah hal yang biasa. Sejak dari gereja mula-mula, murid-murid Kristus dikejar-kejar, dianiaya dan banyak yang disalibkan. Dilihat dari sisi kemanusiaan dan keadilan di dalam berbangsa dan negara, memang perlu disesali. Tapi dilihat dari sisi sejarah Kekristenan, hal itu biasa-biasa saja. Kematian Kristus yang adalah Pencipta yang menjadi ciptaan, itu yang luar biasa.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMelihat hidup Kristus sebagai manusia, seharusnya kita akan terheran-heran. Ia menderita dan terus-menerus dilawan oleh pemimpin2 politik dan agama. Tapi, ajaran-ajaranNya dikagumi tapi juga dilawan. Mujizat-mujizatNya ditunggu-tunggu, tapi orang-orang hanya membutuhkan mujizat bukan diriNya. Dalam keadaan-keadaan yang sangat melelahkan dan menderita, Ia selalu ada waktu untuk murid-muridNya, orang2 banyak, orang-orang sakit, dan orang-orang yang harus dilayani secara pribadi, bahkan anak-anak. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMembandingkan Kristus dengan pelayanan dan hidup saya serta hamba-hamba Tuhan yang lain, sepertinya bukan makin mirip, tapi jadi lebih bertentangan.\u003cbr /\u003eSemakin sibuk, bukan semakin melayani orang, tetapi semakin melayani pelayanan itu sendiri (yang ujung-ujungnya meberikan uang yang lebih banyak).\u003cbr /\u003eKalau diundang untuk berkhotbah, ditanya dulu berapa banyak orang yang akan hadir?! Semakin terkenal seorang Hamba Tuhan, sudah menjadi pendapat umum bahwa harus lebih banyak orang mendengarkan kotbahnya. Kecuali untuk orang-orang penting/kaya, selalu ada waktu untuk duduk makan dan berbicara/konseling. Bagaiamana dengan orang-orang yang terpinggirkan? Adakah waktu untuk mereka? Bukankah Kristus justru selalu punya waktu dan bahkan duduk makan dengan mereka?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTanpa sadar (atau banyak juga yang melakukannya dengan sadar), banyak hamba Tuhan hidup dan pelayanannya melebihi Kristus. Yang ditunjukkan sepertinya lebih menderita dan berkorban, lebih capek dan melakukan pekerjaan-pekerjaan pelayanan yang lebih besar (karena berkotbah kepada orang yang lebih banyak) dan bahkan waktu-waktunya lebih sibuk, sehingga orang-orang semakin sulit mendekatinya, termasuk jemaatnya sendiri. Begitulah hidup saya ketika menjadi Gembala Jemaat di salah satu gereja. Sepertinya ketika semakin sibuk dan banyak pelayanan, maka jemaat harus maklum kalau mereka tidak bisa dilayani. Masing-masing harus bisa melayani diri sendiri dan saling melayani. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan besar yang harus saya lakukan. Di suatu waktu, saya sadar. Saya bukan mengikuti caranya Kristus. Saya hanya ingin melebihiNya. Dan kelihatan lebih sibuk lagi. Sepertinya seorang Hamba Tuhan yang ingin sekali menggenapkan kehendak Allah yang begitu banyak dan begitu besar. Semakin  banyak yang saya lakukan, dan semakin banyak orang yang diberkati (apalagi orang-orang penting/kaya), sepertinya semakin dipakai Tuhan. Dan ternyata yang dinikmati: banyaknya pelayanan, perasaan berarti (apalagi kalau sesudah kotbah dan ngajar dipuji-puji) dan tentu saja uang yang dianggap sebagai berkat dari pelayanan dan pemeliharaan Tuhan. Berbeda sekali dengan yang dilakukan oleh Kristus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKristus tidak pernah memberikan syarat bahwa harus banyak orang dulu baru Ia akan berkotbah. Ia juga tidak pernah menolak pelayanan di dalam keadaan yang sangat sibuk dan meletihkan. Ia bisa didekati siapa saja, tapi Ia tidak bermulut manis kepada orang kaya dan pemimpin2 politik/agama (demi utk mendapatkan kesuksesan dan pengakuan yang lebih besar). Ia juga tidak perlu \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003ejaim\u003c/span\u003e (jaga image), dengan tdk mau berbicara dgn pemungut cukai, pelacur dan bahkan duduk makan dengan mereka yang terkenal sebagai orang-orang berdosa. Ia tetap bisa melakukan semuanya tanpa iming-iming kesuksesan, hidup yang lebih enak, dll. Dan Kristus betul-betul menderita dan berkorban bagi umatNya. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eHe is the good Shepherd\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eBagaimana dengan saya? Masih terlalu jauh dari semuanya...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:blue\"\u003eMore like the Master I would ever be,\u003cbr /\u003eMore of His meekness, more humility;\u003cbr /\u003eMore zeal to labor, more courage to be true,\u003cbr /\u003eMore consecration for work He bids me do.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eTake Thou my heart, I would be Thine alone;\u003cbr /\u003eTake Thou my heart, and make it all Thine own.\u003cbr /\u003ePurge me from sin, O Lord, I now implore,\u003cbr /\u003eWash me and keep me Thine forevermore.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e(Words \u0026 Music: Charles H. Gab\u00adri\u00adel, 1906)\u003cbr /\u003eText selengkapnya dan MIDI bisa dilihat dan didengar di \u003ca target\u003d\"new\" href\u003d\"http://www.cyberhymnal.org/htm/m/o/morelike.htm\"\u003eCyber Hymnal\u003c/a\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7761186727113161431?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/7761186727113161431/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/09/lebih-dari-kristus.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7761186727113161431"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7761186727113161431"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/09/lebih-dari-kristus.html","title":"Lebih dari Kristus"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8032085286801499799"},"published":{"$t":"2007-08-23T10:08:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-08-23T11:00:26.822+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Yohanes"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kristologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Cinta Buta dan Tuan Rumah Palsu"},"content":{"type":"html","$t":"Kejatuhan manusia di dalam dosa merusak banyak aspek di dalam hidup kita manusia. Bukan hanya itu, kebenaran menjadi diselewengkan dan diputar balikkan. Relasi yang benar diselewengkan. Jatuh cinta dianggap lebih penting daripada pertumbuhan di dalam pengenalan yang membuat cinta sejati muncul.\u003cbr /\u003eBahkan orang-orang yang mengaku Kristen seringkali berada di dalam keadaan mencintai Tuhan, tapi dengan cinta buta. Dan merasa semakin hari semakin mencintaiNya. Karena makin mengenalNya? Atau karena berkat-berkatNya yang kita pikir menjadi hak kita?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003e10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.\u003cbr /\u003eYoh 1:10-11\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eCinta Buta\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\"\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eIa telah ada di dalam dunia,..., tetapi dunia tidak mengenal-Nya\u003c/span\u003e\"\u003cbr /\u003eKata 'mengenal' di dalam bahasa aslinya dari akar kata '\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eginosko\u003c/span\u003e', yang bisa diartikan belajar mengenal, tahu dan memahami, mengerti. Tuhan Yesus sudah datang ke dunia, kepada umat kepunyaanNya, tapi manusia tidak bisa mengenal, memahami dan berusaha mengertiNya. Wajar bagi orang-orang yang tidak dipilih untuk diselamatkan, karena tidak mungkin untuk bisa mengenal Yesus Kristus dan percaya kepadaNya. Kegelapan tidak mungkin memahami Terang. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang yang sudah menerima Kristus di zaman sekarang ini dan mengaku bahwa dirinya adalah orang Kristen? Adakah kita juga mengerti dan memahami siapakah Kristus?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDalam beberapa kesempatan berkotbah keliling ke berbagai gereja, persekutuan, kantor, universitas dan sekolah2, saya mendapatkan beberapa fakta bahwa banyak orang yang mengaku Kristen, ternyata tidak mengenal siapakah Kristus. Pertanyaan yang sederhana sering ditanyakan, \"Ada berapa banyak nama, gelar dan atribut Kristus di dalam Alkitab yang kita tahu?\" Biasanya sangat sedikit yang bisa menjawab jumlahnya yang benar mendekati yang ada di dalam Alkitab. Bagaimana bisa mengenalNya, kalau namaNya saja kita tidak tahu!? Begitu juga dengan setiap perkataanNya, banyak yang hanya memperhatikan dan memperdebatkan kalimat-kalimat yang sulit untuk dimengerti. Tetapi, apakah kita bisa memahami dan mengerti kalimat-kalimat yang sederhana dari Tuhan Yesus? Di samping itu, bagaimana relasi kita denganNya? Apakah pengenalan kita akan pribadiNya membuat kita makin mencintai diriNya?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJika kita tidak pernah belajar untuk mengenal diri Tuhan Yesus dan perkataan2Nya, dan bahkan berusaha dengan segenap hati dan segenap jiwa dan dengan \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003esegenap akal budi\u003c/span\u003e untuk mengasihiNya, maka cinta kita kepada Yesus Kristus hanyalah cinta buta semata...\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eTuan Rumah Palsu\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDunia dijadikan oleh Yesus Kristus. Ia yang mencipta bumi dan seluruh isinya. Tetapi, ketika Ia datang ke dunia, orang-orang kepunyaanNya tidak menerimaNya. Kata 'menerima' di dalam bahasa aslinya berasal dari akar kata '\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eparalambano\u003c/span\u003e'. Kata ini bisa berarti menerima atau bergabung. Kata ini juga dipakai untuk menggambarkan tuan rumah yang menerima tamunya untuk masuk dalam rumahnya.\u003cbr /\u003eMasalahnya sekarang, manusia yang jatuh dalam dosa tidak mengerti siapa tuan rumah dan siapa tamu. Semua manusia di dalam dunia ini hanyalah tamu, bukan kita yang mencipta dunia ini. Kita hanya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara bumi ini. Waktunya tiba, kita harus kembalikan dan pergi dari tempat kita masing-masing. Kenyataannya, dalam pemikiran dan perasaan manusia sering menganggap dunia ini milik kita dan merasa menjadi tuan rumah di dalam dunia ini. Padahal, kita hanya budak-budak yang harus mengerjakan pekerjaan Tuan kita.\u003cbr /\u003eAnehnya, ketika Tuan Rumah datang ke dunia yang adalah ciptaan dan milikNya, budak-budak sudah bertindak sebagai tuan rumah. Ya, tuan rumah yang palsu menolak Tuan Rumah yang sejati. Ironis...\u003cbr /\u003eDikasih anugerah dan kesempatan, ingin menguasai semuanya dan menolak Pemberi dan Pemilik. Suatu waktu nanti, mau tidak mau, pasti harus dikembalikan kepada pemilik sebenarnya dari dunia ini, yaitu Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja, Yesus Kristus, pencipta dunia ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eIngatlah akan anugerah dan kesempatan yang masih Tuhan berikan bagi kita, bukan sebagai tuan rumah, tetapi sebagai tamu dan budak yang dipercayakan untuk mengelola harta Tuan kita, yang kita cintai bukan dengan cinta buta. Maka, jika Tuan kita datang kembali, Ia akan menyapa kita sebagai hamba yang baik dan setia, dan kita akan diajak masuk di dalam kebahagiaan Tuan kita. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:red;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e..\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8032085286801499799?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/8032085286801499799/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/cinta-buta-dan-tuan-rumah-palsu.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8032085286801499799"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8032085286801499799"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/cinta-buta-dan-tuan-rumah-palsu.html","title":"Cinta Buta dan Tuan Rumah Palsu"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6670104444244985247"},"published":{"$t":"2007-08-08T11:57:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-08-08T13:15:25.214+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sorga"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Buku"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Puritan"}],"title":{"type":"text","$t":"What will Heaven really be like?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp3.blogger.com/_eCd_60B8KOM/RrlO0hK2fcI/AAAAAAAAANk/ZhTbwgZlD9c/s1600-h/Pintu+Sorga.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp3.blogger.com/_eCd_60B8KOM/RrlO0hK2fcI/AAAAAAAAANk/ZhTbwgZlD9c/s320/Pintu+Sorga.jpg\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5096191117510475202\" /\u003e\u003c/a\u003eTiga minggu yang lalu,  pada malam terakhir di Manado, saya sempat jalan-jalan ke salah satu toko buku Kristen yang ada di dekat rumah. Meskipun hanya beberapa gedung di sebelah rumah, kalau tidak salah ingat, sepertinya hampir tidak pernah ke toko buku Kristen terbesar di Manado itu. Malam itu, pergi ke toko itu untuk melihat-lihat dan sekaligus mencari buku yang ringan yang bisa dibaca sambil nunggu boarding dan tentu saja di dalam pesawat yang akan ke Jakarta.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSalah satu topik yang dicari yang berbicara tentang sorga (dan neraka juga). Ketika melihat-lihat, saya menemukan satu buku terbitan Metanoia. Tadinya agak ragu, karena biasanya Metanoia hanya menerjemahkan buku-buku yang bertemakan teologi sukses. Tetapi, ketika melihat sekilas buku tentang surga ini, jadi kaget. Ini salah satu buku yang isinya sangat bagus. Buku ini ditulis oleh Richard Brooks, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eThe Doors of Heaven: What Will Heaven Really be Like?\u003c/span\u003e Dalam bahasa Indonesia, judulnya, \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003ePintu-pintu Sorga: Menemukan Gambaran tentang Sorga\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eRichard Brooks adalah gembala dari York Evangelical Church di Inggris.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSeperti apakah sorga itu? Bagaimana kita bisa sampai ke sana? Apa yang akan kita lakukan di sana? Apakah fokus dari sorga itu? Bagaimana kita bisa mempersiapkan diri? Alternatif-alternatif apa yang kita miliki?\u003cbr /\u003eNuansa Puritan terasa sangat kental di dalam buku ini, karena di dalam setiap Bab pasti ditemukan kutipan dari tulisan-tulisan para hamba Tuhan Puritan, maupun yang dipengaruhi oleh Puritan. Kita bisa membaca tulisannya Stephen Charnock, Thomas Brooks, Charles H. Spurgeon, John C. Ryle, Jonathan Edwards, Richard Baxter, Samuel Rutherford, John Bunyan, Thomas Boston, John Owen.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ca onblur\u003d\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\" href\u003d\"http://bp0.blogger.com/_eCd_60B8KOM/Rrld2xK2fdI/AAAAAAAAANs/0PPo085Hf9M/s1600-h/The+Doors+of+Heaven.jpg\"\u003e\u003cimg style\u003d\"float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;\" src\u003d\"http://bp0.blogger.com/_eCd_60B8KOM/Rrld2xK2fdI/AAAAAAAAANs/0PPo085Hf9M/s320/The+Doors+of+Heaven.jpg\" border\u003d\"0\" alt\u003d\"\"id\u003d\"BLOGGER_PHOTO_ID_5096207648839597522\" /\u003e\u003c/a\u003eBrooks menulis buku ini dengan sistematis. Ia membuat eksposisi dari setiap bagian firman Tuhan yang berbicara tentang Sorga. Dimulai dari kitab Wahyu, bahkan sampai beberapa kitab PL. Setiap bagian firman yang dipilih untuk dibahas di dalam setiap bab, dieksegese dengan baik. Sesudah itu di setiap akhir dari satu topik/bab, Brooks memberikan tulisan singkat dari para hamba Tuhan Puritan yang berbicara tentang topik yang sama. Yang menarik, Brooks juga memberikan latar belakang singkat dari hamba-hamba Tuhan itu.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBuku ini sangat menarik karena bukan berbicara tentang mimpi-mimpi yang banyak dibicarakan  dalam banyak buku-buku yang baru tentang surga, tetapi menjelaskan apa yang dibukakan Alkitab di dalam setiap seginya. \u003cbr /\u003eSaudara ingin mengerti tentang Surga dan Neraka menurut Alkitab? Belilah buku ini dan baca. Harganya hanya Rp. 39.500,- (saya tidak dapat komisi untuk mempromosikan buku ini!). Saudara pasti tidak akan menyesal, dan akan mempunyai gambaran yang lebih benar dari sudut firman Allah tentang sorga yang kita nantikan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDi bawah ini topik-topik yang dibahas:\u003cbr /\u003e1. Allah yang Empunya Sorga + Stephen Charnock\u003cbr /\u003e2. Kemurnian Sorga + Thomas Brooks\u003cbr /\u003e3. Jalan Menuju Sorga + Charles H. Spurgeon\u003cbr /\u003e4. Sukacita Sorgawi + John C. Ryle\u003cbr /\u003e5. Penglihatan akan Sorga + Jonatahan Edwards\u003cbr /\u003e6. Peristirahatan Sorgawi + Richard Baxter\u003cbr /\u003e7. Janji-janji Sorgawi + Robert Murray M'Cheyne\u003cbr /\u003e8. Persiapan bagi Sorga + Thomas Charles\u003cbr /\u003e9. Perkawinan di Sorga + Samuel Rutherford\u003cbr /\u003e10. Undangan ke Sorga  + John Bunyan\u003cbr /\u003e11. Pilihan lain selain Sorga + Thomas Boston\u003cbr /\u003e12. Fokus dari Sorga + John Owen\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDengan menggunakan tiap acuan seperti sebuah pintu, kita akan dapat melihat sekilas ruangan yang ada di balik pintu. Kita akan melihat seperti apakah sorga itu-dan juga menemukan tujuan lainnya...\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6670104444244985247?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/6670104444244985247/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/what-will-heaven-really-be-like.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6670104444244985247"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6670104444244985247"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/what-will-heaven-really-be-like.html","title":"What will Heaven really be like?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http://bp3.blogger.com/_eCd_60B8KOM/RrlO0hK2fcI/AAAAAAAAANk/ZhTbwgZlD9c/s72-c/Pintu+Sorga.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3052057088137093018"},"published":{"$t":"2007-08-06T11:00:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-08-06T11:55:27.213+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Efesus"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wawasan"}],"title":{"type":"text","$t":"PILKADA: Haruskah Aku Memilih?"},"content":{"type":"html","$t":"Sejak iklim Reformasi menerpa Indonesia, maka peta politik di seluruh Indonesia ikut berubah. PILKADA menjadi salah satu kegiatan yang memberikan dampak besar di dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dampak besar, karena beberapa orang kaya akan menghamburkan uangnya, dan tentu saja yang menikmatinya adalah orang-orang yang memiliki bisanis yang berhubungan dengan kaos, spanduk, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eentertainment\u003c/span\u003e, dan segala hal yang berubungan dengan promosi dan kampanye (termasuk penyedia jasa orang2 untuk ikut kampanye).. Di beberapa kota, masa kampanye memberikan dampak negatif. Misalnya di Jakarta, kampanye PILKADA seringkali membuat kemacetan (tidak ada PILKADA saja sudah macet!), ada beberapa oknum yang memanfaatkan masa kampanye dengan berkendaraan seenaknya di jalan. Yang lebih sensasional pernah terjadi di salah satu kota di Minahasa, Sulawesi Utara. Hanya untuk mendaftarkan bakal calon bupati ke salah satu Partai, telah membuat macet beberapa kota kecil karena pendaftarannya di antar oleh ribuan pendukungnya.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKebanyakan rakyat Indonesia tadinya berpikir kalau bisa memilih sendiri pemimpinnya akan lebih baik dibandingkan dengan membiarkan partai-partai yang ada bermain untuk memilih pemimpin. Ternyata kenyataannya tidak semudah itu. Bisa memilih sendiri, tetapi siapa calon yang harus dipilih? Bukankah calon yang harus dipilih juga selama ini adalah calon yang didapatkan dari hasil permainan partai-partai? Di samping itu, apakah calon-calon itu benar-benar memiliki kualitas yang diharapkan sebagai pemimpin? Benarkah janji-janji selama kampanye akan ditepati? Ada berbagai pertanyaan yang muncul di benak kebanyakan rakyat Indonesia. Sampai kemudian banyak yang mempertanyakan, haruskah saya memilih?\u003cbr /\u003eKita bisa belajar bagaimana memilih dari cara Allah memilih manusia.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eMemilih di antara yang buruk\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBicara soal pemilihan, saya jadi teringat dengan bagaimana Allah memilih manusia untuk diselamatkan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold; color:darkred;\"\u003e4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eEfesus 1:4-5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eAllah tidak memilih siapa yang baik untuk diselamatkan, melainkan Ia memilih di antara yang berdosa supaya kudus dan tak bercacat.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKonteksnya memang berbeda dengan PILKADA. Karena pemilihan Allah berhubungan dengan keselamatan dan Allah memilih untuk mengubah orang2 pilihanNya. Tapi, kita bisa melihat ada kesamaan di dalam pemilihan di antara yang buruk/berdosa. Banyak orang yang beralasan bahwa tidak ingin memilih (meskipun ini juga merupakan salah satu alternatif memilih dan sudah memilih untuk tidak mempergunakan hak pilihnya) karena tidak ada pilihan yang baik. Seandainya cara berpikir seperti itu juga ada pada Allah waktu memilih manusia, maka tidak ada manusia yang akan diselamatkan. Mana ada manusia yang baik dan memuaskan Allah?\u003cbr /\u003eDi zaman yang berdosa dan konteks Indonesia yang politiknya bisa dilihat dengan jelas begitu dicemari oleh dosa, apakah realistis mengharapkan ada pemimpin yang betul-betul berkualitas dan 'bersih'? Maka, di antara yang kurang, pilihlah yang memberikan kemungkinan untuk lebih bisa membawa kepada kemajuan!\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eHindari \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eBlack Campaign\u003c/span\u003e\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi dalam politik sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eblack campaign\u003c/span\u003e. Tapi, sedikit yang menyadari dari mana asalnya. Iblis yang memulai kampanye yang negatif terhadap Allah di dalam Kejadian 3, yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Caranya Iblis, ia menjelek-jelekkan dan mengubah firman Allah, sesudah itu ia menawarkan alternatif yang lebih baik (meskipun ternyata tidak baik).\u003cbr /\u003eKita bisa melihat contohnya di dalam beberapa spanduk dan kampanye yang ada di dalam PILKADA Jakarta. Salah satu calon, banyak melakukan kampanye negatif dan mencoba memberikan solusi yang lebih baik. Kenyataannya dalam sejarah, hampir semua yang memulai dengan kampanye negatif, menjelek-jelekan yang sebelumnya/lawannya dan menawarkan solusi yang baru, biasanya tidak lebih baik dan bahkan lebih buruk.\u003cbr /\u003eBuka mata dan buka hati ketika melihat janji-janji yang ada. Jangan sampai kita hanya mengulangi kegagalan nenek moyang kita ketika jatuh dalam dosa, karena ditipu dengan kampanye negatif serta alternatif yang kelihatannya lebih baik.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eMemilih yang realistis\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eKampanye biasanya identik dengan janji dan kebohongan. Ada banyak yang menjanjikan perubahan-perubahan yang drastis dan kehidupan yang lebih baik. Masalahnya, untuk mengalami perubahan bukan hanya ditentukan oleh pemimpin, tapi melibatkan banyak orang dan dipengaruhi oleh banyak hal yang sangat kompleks. Banyak hal di dalam program yang ditawarkan tidaklah realistis. Misalnya: membereskan kemacetan di Jakarta tidak segampang yang dipikirkan, karena pembuat kemacetan bukan hanya terlalu banyak mobil dan tidak disiplinnya para pengendara, tetapi juga para pemimpin pemerintahan yang tidak mau ikut-ikutan macet (karena waktunya sangat berharga!?) selalu meminta prioritas jalan yang membuat kemacetan lebih parah.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasih banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan. Yang jelas, pilihlah dengan bijak, belajarlah dari Allah.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3052057088137093018?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3052057088137093018/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/pilkada-haruskah-aku-memilih.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3052057088137093018"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3052057088137093018"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/08/pilkada-haruskah-aku-memilih.html","title":"PILKADA: Haruskah Aku Memilih?"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3310811416745492464"},"published":{"$t":"2007-08-01T13:28:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-08-01T13:57:44.747+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wawasan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kenikmatan"}],"title":{"type":"text","$t":"Teologi Sukses, Penderitaan dan Teologi Kenikmatan"},"content":{"type":"html","$t":"Teologi Sukses menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi Kekristenan sejak abad ke 20. Hampir tidak ada orang Kristen yang tidak dipengaruhi oleh Teologi Sukses. Bahkan yang menolak teologi inipun seringkali tanpa sadar ataupun secara sadar sebenarnya mempraktekkan dan mengakui teologi ini. Tapi harus menolaknya, karena merasa teologi ini bertentangan dengan doktrin dan pengajaran di gereja/alirannya. Sebenarnya lucu, menolak dan melawan, tapi mempraktekkan dan mempergunakan nilai-nilai dari Teologi Sukses untuk menilai banyak hal.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKapan sebenarnya Teologi Sukses muncul? Kalau mau diteliti lebih jauh, sebenarnya dimulai sejak manusia jatuh dosa. Dalam keberdosaan, maka manusia mengalami kesulitan dalam keluarga, pekerjaan, sakit-penyakit dan berbagai masalah dan musibah. Maka kesuksesan, adalah kalau bisa lepas dari kesulitan, bebas dari permasalahan keluarga, sakit-penyakit dan kemiskinan. Jadi, sebenarnya dasar dari Teologi Sukses adalah respon dari kesulitan karena manusia jatuh dalam dosa dan ingin lepas dari semua kesulitan itu. \u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eSebenarnya semua manusia dan agama apapun adalah penganut Teologi Sukses.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eDari kecil, orang tua dari agama dan kepercayaan apapun sudah mengajarkan anak2nya, bagaimana caranya agar hidup tanpa masalah, menghindari sakit dan bisa kaya. Ukuran kesuksesan seseorang dinilai dari berapa banyak gelar, jabatan, uang, dan materi yang dimilikinya. Orang cacat, sakit-sakitan, orang miskin, pekerja-pekerja rendahan tidak ada yang menghargai. Kecuali, kalau tidak bisa mendapatkan hal-hal yang berharga, baru mulai memikirkan ukuran keseuksesan yang lain. \u003cbr /\u003eDalam kekristenan, hanya dengan menambahkan Tuhan di dalamnya, bahwa Tuhan menginginkan kita semua tidak pernah sakit, kaya dan tidak bermasalah, tidak ada penderitaan, dan semuanya bisa diminta kepada Tuhan. Menjadikan teologi ini bertumbuh dengan subur, karena kebutuhan akan kenikmatan yang semakin lama semakin tinggi, serta budaya konsumerisme, semakin membuat teologi sukses bertumubuh dengan pesat di dalam kekristenan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMasalahnya, apa betul Alkitab mengajarkan Teologi Sukses? Pengajar2 Teologi Sukses, biasanya dalam pengajarannya mengutip bagian2 firman Tuhan dari Perjanjian Lama. Mengapa? Karena Perjanjian Lama banyak bicara tentang berkat secara fisik dan kutuk. Sedangkan Perjanjian Baru tidak lagi bicara berkat-berkat secara materi, tetapi secara rohani. Mengapa kelihatannya PL banyak bicara berkat secara fisik? Karena bangsa Israel belum bisa mengerti berkat secara keseluruhan. Maka dimulai dengan secara fisik dulu untuk mengerti berkat spiritual. Nah semuanya itu sebenarnya digenapkan dalam Kristus. Berkat-berkat secara fisik dan rohani itu hadir dalam Kristus.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eKalau kita betul-betul memeperhatikan dan membandingkan keseluruhan Alkitab, maka akan mengambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa seseorang yang percaya selama hidup di dunia pasti akan bebas dari kemiskinan, sakit-penyakit, masalah rumah tangga dan masalah relasi, serta lepas dari penderitaan dan penganiayaan. Justru sebaliknya, Kristus datang ke dunia, hidup dalam penderitaan dan mati ditinggalkan pengikut2Nya. Sesuaikah dengan teologi Sukses? Maka sebenarnya yang realistis adalah teologi penderitaan.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eSejak manusia jatuh dalam dosa, maka manusia akan terus mengalami penderitaan sampai mati. Siapapun dia, pasti akan mengalami saat sakit dan harus mati, permasalahan keluarga, dan justru orang-orang yang betul-betul menjalankan kehendak Allah, biasanya hidupnya menderita. Karena dunia yang berdosa ini tidak menginginkan ada yang melakukan kehendak Allah. Orang-orang yang kelihatan sukses dan memiliki banyak hal, kebanyakan (meskipun tidak semua) adalah orang-orang yang kompromi, mengikuti arus dunia dan hanya memanfaatkan Tuhan untuk dirinya. Maka, hidup ini hanyalah menghadapi satu penderitaan dan penderitaan yang lain. Orang-orang yang kelihatan sukses dan kaya, juga memiliki kesulitan dan permasalahan yang besar.Sehingga penderitaan tidak bisa dilepaskan dari hidup ini sampai mati. Itu sebabnya, teologi Penderitaan adalah teologi yang lebih realistis dibandingkan dengan teologi sukses. \u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eMeskipun demikian, teologi yang paling realistis adalah teologi Kenikmatan. Sejak dari penciptaan, yang ada hanyalah kenikmatan. Bebas dari dosa dan penderitaan dan Tuhan sediakan semua kenikmatan. Tuhan memberikan segala kenikmatan yang membuat manusia pertama  bisa memuliakan dan menikmati Tuhan. Sayang sekali, sejak manusia jatuh dalam dosa maka kenikmatan pemberian Tuhan sepertinya menghilang dan manusia mencari kenikmatan yang berbeda dan sementara. Tetapi, bagi orang-orang pilihan yang percaya kepada Kristus, kenikmatan yang merupakan anugerah Tuhan dipulihkan kembali dan terus bertumbuh sebagai persiapan untuk kekekalan, sampai selama-lamanya. \u003cbr /\u003eTeologi Kenikmatan tidak membuang penderitaan dalam kesementaraan ini. Bahkan biasanya penderitaan yang membuat banyak orang percaya bisa melihat sumber kenikmatan yang sejati dan menikmatinya. Dan penderitaan dan kekurangan menjadi pelajaran yang berharga bagaimana menikmati semua pemberian Tuhan dalam sehat dan kelimpahan. Meskipun demikian teologi kenikmatan, menyadari bahwa penderitaan hanya diperlukan dalam kesementaraan ini dan bukan untuk kekekalan. Karena dari penciptaan, Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menderita selama-lamanya, tapi justru mempersiapkan manusia untuk kenikmatan sampai selama-lamanya. Masalahnya manusia tidak bisa mengerti kalau langsung menikmati sampai selama-lamanya, maka ada proses yang dipakai oleh Tuhan untuk membentuk manusia, dan Tuhan mengijinkan penderitaan yang dipakai sebagai alat dalam proses ini.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eJadi, mari kita melihat kenikmatan yang sejati sebagai anugerah Tuhan dan kita betul-betul bisa menikmatinya, sekalipun dunia mengatakan kita tidak sukses, menderita dan banyak masalah, tapi justru kita bisa lebih menikmati segala sesuatu pemberian Tuhan baik dalam kekurangan atau kelimpahan, sehat atau sakit, sampai maut memisahkan kita dari penderitaan dan kita bisa menikmati segala kelimpahan yang disediakan Tuhan. Dari sekarang kita harus belajar menikmati, sebagai persiapan untuk kekekalan dimana kita bisa menikmati semua pemberian Tuhan dengan bebas, dan lebih khusus lagi, sumber berkat itu sendiri yang harus kita nikmati.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eWhat is the chief end of man?\u003cbr /\u003eMan’s chief end is to glorify God, and to ENJOY him forever\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eWestminster Shorter Catechism\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3310811416745492464?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/3310811416745492464/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/03/teologi-sukses-penderitaan-dan-teologi.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3310811416745492464"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3310811416745492464"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/03/teologi-sukses-penderitaan-dan-teologi.html","title":"Teologi Sukses, Penderitaan dan Teologi Kenikmatan"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2241875993150210150"},"published":{"$t":"2007-07-30T13:34:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2007-07-30T15:27:48.008+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Persembahan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Roma"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wawasan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Wahyu"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kejadian"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Imamat"}],"title":{"type":"text","$t":"Persembahan: Penciptaan sampai Kekekalan"},"content":{"type":"html","$t":"Persembahan adalah salah satu kata yang kurang disukai oleh orang-orang pelit. Apalagi memikirkan untuk memberi gratis kepada orang lain. Di dunia ini tidak ada lagi yang gratisan. Mungkin begitu yang menjadi pemikiran hampir setiap orang. Tidak terkecuali untuk orang-orang yang datang ke gereja, yang akan memberi persembahan kalau ada sesuatu yang dianggap baik dan menguntungkan.\u003cbr /\u003eSebenarnya, bagaimana kita bisa melihat perubahan2 yang terjadi di dalam persembahan sejak dari Penciptaan sampai kepada kekekalan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003ePenciptaan (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eCreation\u003c/span\u003e)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,\u003c/span\u003e \u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKej 4:4\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eMeskipun kejadian ini terjadi sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, tetapi apa yang dilakukan oleh Habel merupakan contoh yang diinginkan oleh Allah bagaimana persembahan yang seharusnya sejak Penciptaan. Habel mempersembahkan kepada Allah yang terbaik dari apa yang dimilikinya. Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya dan yang dipersembahkan adalah lemak2nya. Kalau dibandingkan dengan Imamat 1:2-3 dan apa yang terjadi di dalam Perjanjian Baru, bisa disimpulkan bahwa Habel mempersembahkan persembahan yang berpusat kepada Kristus. Karena apa yang dipersembahkan oleh Habel adalah bayang-bayang dari pengorbanan Kristus, yang sulung dan tidak bercacat cela. Dari persembahan Habel kita bisa mempelajari bahwa persembahan bukan hanya sekedar persembahan, melainkan merupakan suatu pemberian yang terbaik dan berpusat kepada Kristus.\u003cbr /\u003eApa yang berbeda dalam persembahan ketika manusia hidup dalam dosa?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eKejatuhan (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eFall\u003c/span\u003e)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;  5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eKej 4:3,5\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eDi dalam keberdosaannya, persembahan dari Kain mewakili persembahan dari manusia yang jatuh dalam dosa. Sepertinya persembahan Kain juga seharusnya sudah sangat pantas. Ia adalah seorang petani, dan ia mempersembahkan dari hasil yang dikerjakannya. Masalahnya, Alkitab tidak menunjukkan bahwa Kain mempersembahkan yang terbaik. Selain itu, Kain tidak memikirkan apa yang menjadi keinginan dan kehendak Allah. Kain hanya mempersembahkan menurut keinginannya sendiri. Jika Kain memikirkan apa yang dikehendaki oleh Allah, maka sesudah Allah tidak mengindahkan persembahannya, seharusnya Kain menukar hasil pertaniaannya dengan anak sulung lain yang terbaik dari domba yang dimiliki oleh Habel. Pasti Habel akan memberikannya. Ternyata, Kain tidak memikirkan apa yang baik bagi Allah, ia malahan hanya memikirkan dirinya sendiri dan respon apa yang seharusnya ia terima dari persembahannya. Itu sebabnya Kain tidak mengubah persembahannya, melainkan membunuh Habel.\u003cbr /\u003ePersembahan Kain mewakili persembahan orang-orang yang berdosa. Tetap melakukan persembahan, tetapi persembahan itu bukanlah yang terbaik dan hanya berpusat kepada dirinya sendiri. Selama ada keuntungan bagi diri sendiri di dalam memberikan persembahan, maka persembahan akan terus diberikan.\u003cbr /\u003eKarena itu, Allah harus mengajar dan melatih umatNya di dalam memberikan persembahan. Di dalam Perjanjian Lama kita bisa melihat proses pelatihannya. UmatNya dilatih untuk mempersembahkan yang terbaik, tidak bercela dan berpusat kepada Kristus. Salah satu penekanan di dalam konteks hidup orang Israel adalah persepuluhan.\u003cbr /\u003eBagaimana dengan Perjanjian Baru, adakah yang berbeda di dalam persembahan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003ePenebusan (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eRedemption\u003c/span\u003e)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eRom 12:1\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003ePerjanjian Baru ternyata membicarakan persembahan dengan cara yang berbeda. Bukan lagi menekankan kepada persepuluhan. Persembahan yang kudus, yang berpusat kepada Allah tetaplah sama, tetapi sekarang bukan lagi hanya sepersepuluh, melainkan seluruhnya. Mempersembahkan tubuh mewakili persembahan hidup secara keseluruhan. Tuhan Yesus memuji persembahan seorang janda miskin yang memberikan semua nafkahnya (Mar 12:43-44), sekalipun Ia juga menganjurkan memberikan persembahan sesperti yang diajarkan oleh Musa (Mat 8:4). Begitu juga dengan kehidupan dari jemaat mula-mula di dalam Kis 2 dan 4, yang tidak memperhitungkan berapa persen lagi yang harus dipersembahkan, tetapi selalu saja ada yang menjual tanah atau rumah untuk mencukupkan hidup jemaat mula-mula yang berasal dari luar Yerusalem.\u003cbr /\u003ePerbedaannya terjadi, karena kedatangan Kristus ke dunia. Bapa sudah mempersembahkan AnakNya yang tunggal, yang tidak bercacat-cela untuk menebus hidup umatNya. Maka, umatNya yang sudah diselamatkan menyadari bahwa seluruh hidup dan miliknya, bukanlah miliknya sendiri, melainkan milik Bapa. Itu sebabnya, seandainya harus mempersembahkan (bahkan sampai semuanya) untuk melakukan kehendak Allah, bukanlah menjadi suatu hal yang sulit, melainkan ada sukacita di dalam melakukannya. \u003cbr /\u003ePersembahan menjadi gaya hidup dari orang percaya, karena menyadari sudah terlalu banyak pemberian Allah yang berkelimpahan di dalam hidupnya, maka sudah sewajarnya ia juga memberikan persembahan yang bukan hanya sekedarnya untuk melaksanakan tugasnya, melainkan mempersembahkan yang terbaik, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.\u003cbr /\u003eAdakah persembahan yang sekarang ini berhubungan dengan kekekalan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eKekekalan/Penyempurnaan (\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;\"\u003eConsummation\u003c/span\u003e)\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003e24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; 25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; 26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eWahyu 21:24-26\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003eTernyata persembahan bukan hanya dilakukan di dalam hidup yang sementara ini. Persembahan juga dilakukan sampai selama-lamanya. Selain manusia akan beribadah kepada Allah Tritunggal sampai selama-lamanya, maka menusia juga ternyata akan membawa persembahan kepada Allah di Yerusalem yang baru, dimana Allah bertahta. Yang dipersembahkan adalah kekayaan (kemuliaan) dan hormat. Segala yang agung, terbaik, terindah dari hasil usaha manusia, itulah yang dibawa ke Yerusalem baru untuk dipersembahkan.\u003cbr /\u003eMaka hidup yang sementara ini adalah kesempatan untuk belajar dan berlatih untuk mempersembahkan yang terbaik, terindah, teragung, apa yang dikehendaki Allah. Itu sebabnya kita perlu belajar mempersembahkan yang terbaik dan yang berpusat kepada Allah untuk kemuliaan namaNya. \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003eSoli Deo Gloria\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eBaca juga:\u003c/span\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e- \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2007/07/seni-memberi-1-bisa-dapat-lebih-banyak.html\"\u003eSeni Memberi (1): Bisa dapat lebih banyak?\u003c/a\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e- \u003ca href\u003d\"http://roielministry.blogspot.com/2007/07/seni-memberi-2-memberi-berkat.html\"\u003eSeni Memberi (2): Memberi Berkat\u003c/a\u003e\u003cbr /\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr/\u003e\u003cbr /\u003e\u003c/center\u003e\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2241875993150210150?l\u003droielministry.org' alt\u003d'' /\u003e\u003c/div\u003e"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http://roielministry.org/feeds/2241875993150210150/comments/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/07/persembahan-penciptaan-sampai-kekekalan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2241875993150210150"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2241875993150210150"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http://roielministry.org/2007/07/persembahan-penciptaan-sampai-kekekalan.html","title":"Persembahan: Penciptaan sampai Kekekalan"}],"author":[{"name":{"$t":"Baron Arthur"},"uri":{"$t":"http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$extendedProperty":{"xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","name":"OpenSocialUserId","value":"02812679502024524256"}}],"thr$total":{"xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5119191559602178550"},"published":{"$t":"2007-07-23T13:21:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2009-06-09T18:58:38.484+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kotbah di Bukit"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Matius 5"}],"title":{"type":"text","$t":"Garam Bumi - Terang Dunia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003ccenter\u003e\u003cspan style\u003d\"color:darkred;\"\u003e13 \"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.\"\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;\"\u003eMat 5:13-16\u003c/span\u003e\u003c/center\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue\"\u003eKamu adalah\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eBanyak orang Kristen tidak memperhatikan kalimat dari Tuhan Yesus. Ia bukan memerintahkan murid-muridNya untuk menjadi garam dan terang. Kalimat dari Tuhan Yesus bukan suatu perintah untuk menjadi, melainkan suatu pernyataan keberadaan dari murid-muridNya. Tuhan Yesus mengatakan, \"\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:darkred;\"\u003eKamu adalah...\u003c/span\u003e\" Artinya murid-murid Kristus tidak perlu untuk menginginkan dan berusaha menjadi garam dan terang, karena murid-murid Kristus sudah menjadi garam dan terang.\u003cbr /\u003eBanyak orang Kristen tidak menyadari akan hal ini karena merasa dirinya kurang bersaksi sehingga tidak menjadi garam dan terang. Sehingga ada sebagian yang ingin menjadi garam dan terang. Sehingga bisa bersaksi. Padahal kalau kita memperhatikan dengan baik kalimat Tuhan Yesus, itu bukan masalah menjadi atau tidak, melainkan berfungsi atau tidak. Garam tetap asin atau menjadi tawar; Terang bersinar atau ditutupi.\u003cbr /\u003eMaka kita harusnya menyadari keberadaan kita sebagai garam dan terang. Sambil kemudian memikirkan fungsi sebagai garam dan terang di tengah dunia ini. Karena jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eGaram Bumi\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eDi dalam Alkitab bahasa Yunani (GNT), kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka lebih tepat kalau dikatakan Garam Bumi/Tanah (Earth/Land). Karena kata yang dipakai berbeda dengan kata 'dunia' yang dipakai untuk terang dunia. \u003cbr /\u003eGaram di zaman dulu mempunyai beberapa fungsi:\u003cbr /\u003e- sebagai bumbu makanan (penyedap yang membuat makanan tidak hambar)\u003cbr /\u003e- sebagai pengawet makanan\u003cbr /\u003e- membuat tanah subur\u003cbr /\u003eArti yang terakhir, sepertinya lebih cocok dipergunakan untuk maksud Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Murid-murid Tuhan Yesus adalah Garam Bumi, mempunyai fungsi untuk mempengaruhi masyarakat yang berdosa ini menjadi masyarakat dimana kebenaran bertumbuh dengan subur. \u003cbr /\u003eMaka, kemana saja murid-murid Kristus ditempatkan, masyarakat di situ akan melihat kebenaran. Bukan hanya menahan pembusukan dari dosa-dosa yang disebabkan oleh masyarakat yang berdosa, tetapi juga secara aktif membawa kebenaran yang berpusat kepada Kristus. Sang Garam tidak mempunyai pilihan, hanya bisa mengasinkan. Kalau tidak asin, maka garam sudah menjadi sama dengan tanah/bumi, \u003cspan style\u003d\"font-style:italic;color:darkred;\"\u003etidak ada gunanya selain dibuang dan diinjak orang\u003c/span\u003e.\u003cbr /\u003eSaya percaya bahwa murid-murid Kristus tetap memiliki keasinanan, hanya saja seringkali orang-orang percaya lebih suka menjadi sama dengan bumi dan seringkali menyangka bahwa mereka harus menjadi sama dengan bumi daripada menyadari bahwa mereka adalah garam bumi. Sebagian lagi justru menghindar dari bumi (baca: masyarakat), karena ingin mempertahankan keasinan mereka dan berpikir bahwa bumi akan membuat mereka menjadi tawar. Tapi, garam bumi seharusnya tidak memisahkan diri dari bumi. Justru garam diperlukan untuk bumi. Jikalau memang asin, kenapa takut menjadi tawar?\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003e\u003cspan style\u003d\"font-weight:bold;color:blue;\"\u003eTerang Dunia\u003c/span\u003e\u003cbr /\u003eSama seperti garam yang berguna bagi kegersangan bumi, maka terangpun berguna untuk menyinari kegelapan dunia. Sebenarnya, lebih sulit menutupi terang dibadingkan dengan bersinar. Karena bersinar sudah menjadi bagian dari terang. Tidak perlu melakukan apa-apa lagi, pasti bersinar. Justru yang lebih menyulitkan ketika terang menutupi dirinya. Kegelapan tidak bisa menutupi terang. Ada hal-hal lain yang dipergunakan untuk menutupi terang itu.\u003cbr /\u003eTerang manusia seharusnya merupakan refleksi dari Kristus yang adalah Terang Dunia (Yoh 8:12). Tidak ada usaha lain yang dibutuhkan oleh manusia, hanya memancarkan terangnya yang berasala dari Yesus Kristus. Tetapi seringkali, manusia menutupi  terang yang sesungguhnya dengan meninggikan dirinya (yang asalnya justru dari kegelapan) dibandingkan dengan menyatakan Kristus yang adalah Sumber Terang.\u003cbr /\u003eMemang orang-orang percaya sudah menjadi terang dunia. Tetapi, yang membuat orang percaya menjadi terang dunia adalah Kristus. Maka, ketika hanya berpusat kepada diri sendiri dan bukan Kristus yang menjadi pusat, sesungguhnya orang-orang percaya hanya menutupi terang.\u003cbr /\u003eSeandainya setiap orang percaya bersinar dan tidak menutupi terang itu, maka lebih banyak lagi orang yang akan memuliakan Bapa di Sorga.\u003cbr /\u003e\u003cbr /\u003eBerbahagialah orang-orang percaya yang menyadari keberadaan dirinya sebagai garam bumi dan terang dunia, dan yang melaksanakan fungsinya dengan tidak lari dari bumi ini dan terus aktif memancarkan terang yang memuliakan Bapa di Sorga.\u003cdiv class\u003d\"blogger-post-footer\"\u003e\"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah\"\n(Ronald Oroh)\u003cimg width\u003d'1' height\u003d'1' src\u003d'https://blogger.googleusercontent.com/tracker